Motto "Lestarikan Budaya Luhur Islam"

28 Maret 2013

10 HAL YANG DAPAT MENUMBUHKAN CINTA !


Oleh : M. Ashabus Samaa'un

(www.ashabul-muslimin.tk)

 

Mukadimah Hadits

 

"Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia."

(HR. Ad-Dailami)

 

PENJELASAN

 

Apa itu cinta?" cinta adalah satu kata berjuta makna . Cinta adalah satu kata yang sulit dimengerti maknanya". begitulah kata seorang penyair.

Namun apakah makna cinta itu sebenarnya? Apakah cuman sekedar yaitu rasa saling suka kepada lawan jenis. Tapi umumnya orang mengartikan cinta seperti itu. Ada lagi yang mengartikan cinta adalah sebuah Kisah seorang remaja, ketika jalinan asmara yang menggebu-nggebu dalam batinnya sehingga dia mengatakan orang yang dicintainya adalah cinta sejatinya. Padahal Cinta itu tidak bermakna sesempit itu. Dan bisa jadi orang tersebut adalah salah kaprah mengartikan cinta sejati itu apa. Namun jika orang telah salah mengartikan cinta dampaknya bisa jadi sangat berbahaya. Kenapa? Mari kita simak kajian berikut.

 

 Memang cinta adalah kata yang paling sensitif dikatakan orang ketika dia telah menemukan seseorang yang dicintainya, apalagi bagi mereka yang masih remaja, percintaan adalah topik pokok dalam kehidupannya. Karena masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke dewasa kemudian rasa tertarik kepada lawan jenis itu tumbuh menjadi subur ketika dia mulai menginjak usia remaja alias masa pubertas. Maka tak heran sinetron-sinetron ABG kebanyakan membahas masalah itu-itu saja. Begitulah sinetron jaman sekarang, mungkin produser film sudah tahu kalau kebanyakan orang Indonesia itu pemirsanya kebanyakan ABG. Sehingga jika yang dibahas masalah asmaradana mungkin filmnya akan laku keras. Tapi mungkin dampaknya bisa jadi buruk karena sinetron itu mengajari pacar-pacaran anak-anak remaja yang masih labil mentalnya. Anak usia belasan umumnya gampang terpengaruh tontonan dan omongan orang lain, terkadang habis nonton dia terinpirasi untuk melakukannya dengan lawan jenisnya. Padahal pacaran itu adalah 'pemanasan' menuju zina besar (zina kemaluan). Tapi kebanyakan remaja sekarang mungkin telah jauh dari ilmu agama, ditambah lagi  juga dampak perkembangan globalisasi yang semakin menjauhkan manusia dari budi pekertinya. Sehingga tidak tahu bahaya pacaran sebenarnya. Justru kata remaja sekarang malah pacaran dibilang  gaul, trend, modern dan sebagainya. Padahal tidak tanggung-tanggung dampaknya akibat pacaran itu, yaitu merajalelanya perzinaan dan aborsi besar-besaran, naudzubillah. Karena pacaran adalah pintu terlebar dari semua pintu menuju perzinaan.

 

Kemudian kembali kepada masalah makna cinta. Berbeda dengan orang beriman, ia akan mengartikan cinta sebagai seluruh kepasrahan hidup, mati, ibadah dan amalannya segalanya hanya untuk Allah karena ia mengharapkan ridha Allah saja supaya mendapatkan keselamatan hidup dunia dan akhirat. Cinta adalah sesuatu yang sangat berbahaya jika disalah gunakan, misalnya seseorang yang mencintai wanita berlebihan namun wanita itu kafir sehingga dia bisa terancam terancam murtad dari agamanya karena ingin menikahi wanita kafir itu, tapi wanita itu menolaknya kecuali dengan syarat orang itu murtad, naudzubillah. hal itu pernah diceritakan dalam sejarah tentang seorang yang shaleh kemudian murtad karena jatuh cinta kepada wanita kafir, sebelum dia sempat menikahi wanita itu dia jatuh dari tangga  kemudian mati dalam keadaan kafir, sungguh sia-sia seluruh amal dan sesungguhnya balasan bagi orang yang kafir / murtad adalah kekal dijahanam selama-lamanya, naudzubillah. Senada apa yang difirmankan Allah ;

"Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya" [Al-Baqarah: 217].

 

Selain cinta kepada lawan jenis yang membabi buta, ada lagi yang bisa menyebabkan orang mendapatkan kesengsaraan dunia dan akhirat, yaitu orang dewasa yang mencintai anak-anak, istri, harta kekayaan, pangkat dan jabatan melebihi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Sehingga semua hal yang dicintainya itu melalaikan dia dari beribadah. Oleh karena itu mencintai sesuatu lebih besar daripada cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya dan juga kepada Islam maka bisa dibilang haram/termasuk perbuatan musyrik. Karena terancam apa yang difirmankan Allah SWT berikut ini ;

"Katakanlah: 'Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya (pada hari kiamat).' Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." (Qs. At Taubah: 24)

 

Kemudian Ibnu Katsir rahimahulullah menjelaskan , "Jika semua hal-hal tadi lebih dicintai daripada Allah dan Rasul-Nya, serta berjihad di jalan Allah, maka tunggulah musibah dan malapetaka yang akan menimpa kalian." (dari kitab Al Qur'an Al 'Azhim, karya Ibnu katsir 4/124)

 

Sungguh karena berbahayanya penyakit cinta buta yaitu cinta yang dilandasi hawa nafsu bukan dilandasi keimanan, maka hanya karena cinta buta itu seseorang bisa masuk neraka walaupun amalnya sebesar bola dunia. Karena Nabi Muhammad saw telah mengatakan bahwa seseorang pada hari kiamat nanti akan masuk surga atau neraka bersama seseorang yang paling dicintainya, jika yang dicintai termasuk ahli surga maka dia akan ikut masuk surga meski amalnya tak seberapa, jika yang dicintainya ahli neraka maka dia akan masuk neraka meski amalnya sebesar bola dunia. maka kita sebagai orang beriman pantas hati-hati dalam masalah cinta.

 

Tetapi selain cinta buta yang berbahaya ada juga cinta yang membawa manusia kedalam surga yaitu cinta yang dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sehingga dia mengihlaskan segala amalan dan seluruh umur hidupnya hanya untuk  berjuang dijalan Islam. Itulah yang menyebabkan Allah ridha memberikan surga yang abadi untuknya. Nabi SAW pernah bersabda Dari Anas bin Malik RA, "Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi SAW tentang hari kiamat, "Kapankah kiamat datang?" Nabi pun SAW menjawab, "Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?" Orang itu menjawab, "Wahai Rasulullah, aku belum mempersiapkan shalat dan puasa yang banyak, hanya saja aku mencintai Allah dan Rasul-Nya SAW" Maka Rasulullah SAW pun bersabda, "Seseorang (di hari kiamat) akan bersama orang yang dicintainya, dan engkau akan bersama yang engkau cintai." Anas pun berkata, "Kami tidak lebih bahagia daripada mendengarkan sabda Nabi SAW, 'Engkau akan bersama orang yang engkau cintai.'" Anas kembali berkata, "Aku mencintai Nabi SAW, Abu Bakar dan Umar, maka aku berharap akan bisa bersama mereka (di hari kiamat), dengan cintaku ini kepada mereka, meskipun aku sendiri belum (bisa) beramal sebanyak amalan mereka." (HR. Al-Bukhari) 

 

Artinya dalam hadits diatas walaupun seseorang itu amalnya sedikit namun dia bisa beruntung masuk kedalam surga karena mencintai Allah dan Rasul-Nya. Karena jika kita mencintai Allah, Allah juga akan mencintai kita. Jika sebaliknya kita menaruh cinta kepada makhluk lebih besar daripada cintanya kepada Allah maka berhati-hatilah, karena Allah akan mengacuhkannya. Bahkan tidak mendengar doanya karena dia telah syirik kepada-Nya. Dan dia bisa terancam masuk neraka jika yang dicintainya itu melalaikan dia dari Ibadah, atau bahkan memurtadkannya dari agama.

 

Oleh karena itu Rasulullah telah memberi nasehat besar bahwa siapa saja yang mencintai kepada makhluk maka jangan berlebihan karena suatu saat nanti dia akan berpisah (entah karena mati/perceraian) tapi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya tak mengenal perpisahan. Nabi saw bersabda "Hiduplah sesukamu maka sesungguhnya kamu akan mati. Cintailah sesuatu sesukamu maka sesungguhnya kamu akan berpisah. Berbuatlah sesukamu maka sesungguhnya kamu akan bertemu dengannya." (H.R. Hakim) 

 

Orang mukmin pun belum dikatakan sempurna imannya meski sempurna ibadahnya  sebelum dia mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanya kepada segala sesuatu. Nabi Muhammad SAW pernah memberi nasehat begini "Tidak sempurna keimanan seseorang diantara kalian hingga ia lebih mencintai aku daripada kedua orangtua dan, anaknya dan manusia semuanya"(HR. Al-Bukhari)

 

Cinta memang sudah menjadi fitrah (bawaan) manusia sejak lahir. Cinta tidak akan bisa hilang dari naluri manusia. Tapi cinta bisa berbahaya jika disalah gunakan atau mencintai sesuatu yang tidak semestinya secara berlebihan. Karena begitu pentingnya cinta maka bagaimanakah cara menumbuhkan dan menambahkan cinta supaya kita benar-benar jadi hamba-Nya yang bahagia. Ibnul Qayyim rahimahullâh menyebutkan sepuluh sebab yang akan menumbuhkan dan menambah rasa cinta seorang hamba kepada Rabb-nya. Berikut sepuluh sebab tersebut :

1.      Membaca Al-Qur`ân dengan tadabbur (penghayatan) dan memahami maknanya.

2.      Memperbanyak ibadah nafilah (sunnah) setelah menunaikan ibadah-ibadah wajib. Misalnya puasa senin-kamis, atau shalat dhuha.

3.      Memperbanyak dzikir kepada Allah dalam segala keadaan.

4.      Lebih mendahulukan pelaksanaan dari apa yang dicintai oleh Allah, walaupun hal tersebut menyelishi hawa nafsunya.

5.      Membawa hati untuk mencermati nama-nama dan sifat-sifat Allah dan menelusuri taman-tamannya (majelis ilmu).

6.      Menyaksikan kebaikan, kebajikan dan nikmat-nikmat Allah kepada makhluk-Nya.

7.      Menundukkan diri di hadapan Allah Subhânahu wa Ta'âla.

8.      Berkhalwat dan bermunajad (berdzikir) kepada-Nya di waktu malam, terkhusus pada sepertiga malam terakhir.

9.      Duduk dengan orang-orang shalih.

10. Menghindari segala sebab yang bisa memisahkan antara hatinya dengan Allah 'Azza wa Jalla.

 

Demikianlah semoga bermanfaat dan segala kekurangan kami mohon maaf.

 

Wallahu'alam

 

Refrensi Tulisan :

- muslim.or.id,

- alsofwah.or.id 

berbagai sumber

20 Maret 2013

[Hadits Nabi] : Syarat-syarat Keluarga Yang Sakinah dan Bahagia

Rasulullah pernah bersabda"Apabila Allah menghendaki, maka rumah tangga yang Bahagia itu akan diberikan kecenderungan senang mempelajari ilmu- ilmu agama, yang muda-muda menghormati yang tua-tua, harmonis dalam kehidupan, hemat dan hidup sederhana, menyadari cacat-cacat mereka dan melakukan taubat."
(HR Dailami dari Abas ra)

Penjelasan Hadits


Salah satu dari sekian banyak hajat hidup manusia baik laki-laki maupun perempuan dalam kehidupan di dunia ini ialah membentuk rumah tangga. Untuk membentuk rumah tangga antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan harus diikat dengan sebuah pertalian akad yang biasa disebut dengan pernikahan. Ikatan yang dijalin antara keduanya harus didasari pula dengan rasa cinta kasih agar dalam rumah tangga yang dibina itu akan tercipta rasa ketentraman dan kebahagiaan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Ar-Rum 21:

"Sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah, yaitu diciptakan-Nya untukmu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri agar supaya kamu mendapat sakinah (ketenangan hati). Dan dijadikan-Nya kasih sayang antara kamu (suami-isteri). Sesungguhnya yang demikian menjadi tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir."(Ar-Ruum ayat 21)

Menurut hadist Rasulullah SAW, yang dilansir di awal tulisan ini, paling tidak ada lima syarat yang harus dipenuhi oleh pasangan suami istri:


Pertama . Harus banyak mempelajari ilmu-ilmu agama. Faktor ajaran Islam memegang peranan penting karena ajaran agama (Islam) ini merupakan petunjuk untuk membedakan antara yang hak dan batil, antara yang menguntungkan dan merugikan, yang pada gilirannya merupakan pegangan dalam meniti kehidupan berkeluarga.

Salah satu contoh ajaran Islam, walaupun seorang laki-laki dan perempuan sudah membina rumah tangga, harus tetap berbakti kepada kedua orangtua kedua belah pihak sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini: "Ridho Allah tergantung kepada keridhaan orang tuanya dan murka Allah juga diakibatkan kemurkaan orang tuanya."

Berbakti kepada orang tua bukan cuma memberikan material semata, tetapi banyak cara termasuk berbakti kepada mereka yang sudah meninggal dunia dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT memohon keselamatan dan ampunan bagi mereka.

Pihak keluarga muslim yang bahagia adalah ketakwaan kepada Allah SWT yang didirikan berdasarkan ilmu keagamaan. Dengan pilar ini maka semua kekurangan akan dapat dilengkapi. Dia juga pematri pemandu hati, pembina watak dan pembersih jiwa. Dengan ketakwaan juga dia akan menjadi kompas penunjuk hak dan pengikat kewajiban dan dia pulalah pemudah semua kesulitan dan penangkal segala kejahatan. Takwa juga akan menjadi pemacu segala kebajikan dan pemersatu segala perbedaan.

Kedua. Akhlak dan Kesopanan. Di dalam rumah tangga yang bahagia sudah terjalin hubungan harmonis antara sesama keluarga. Mereka yang muda menghormati yang tua, begitu juga sebaliknya yang tua menghargai dan mencintai yang muda. Sikap saling menghormati dan menyayangi dalam keluarga ini digariskan dalam sebuah hadist Rasulullah SAW: "Tidaklah termasuk umatku orang-orang yang tidak menghormati orang tua dan orang yang tidak menyayangi orang-orang kecil/muda."

Ketiga. Etika Pergaulan. Dalam rumah tangga yang bahagia akan tercermin melalui keharmonisan antara sesama anggota keluarga. Masing-masing anggota keluarga dapat menempatkan diri dan menjalankan tugasnya masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Suami bertanggung jawab terhadap isteri dan anak-anak, sedangkan isteri tidak membuat kebijakan tanpa sepengetahuan suami. Demikian pula anak-anak selalu mematuhi kehendak orang tuanya. Dalam rumah tangga yang bahagia tidak ada perasaan saling mencurigai dan saling salah menyalahkan.


Keempat. Hemat dan Hidup Sederhana. Rumah tangga yang serba berkecukupan dengan harta benda yang melimpah belum menjamin penghuninya berbahagia. Malahan dengan harta melimpah disertai kedudukan yang tinggi dan kekuasaan yang luas sering menimbulkan persoalan yang tiada henti.
Akibatnya kehidupan dalam keluarga kurang harmonis karena tidak ada lagi komunikasi atau terbatasnya untuk bersama dalam keluarga karena sibuk dengan kepentingan masing-masing. Inilah salah satu penyebab retaknya kehidupan rumah tangga. Namun sebagian besar penyebab kehancuran suatu rumah tangga karena tidak pandai berhemat dan tidak memikirkan bagaimana hidup esok hari.


Kelima Menyadari Cacat Diri Sendiri masing-masing anggota keluarga. Sudah menjadi kebiasaan sampai sekarang tidak menyadari aib atau cacat diri sendiri. Tetapi melihat aib orang lain sudah menjadi tren yang populer. Dalam kehidupan rumah tangga yang bahagia, mereka tidak saling membuka aib, tetapi sebaliknya saling menutupi aib.  Kemudian yang harus disadari bahwa masing-masing orang memiliki kekurangan dan kelebihaan. Kekurangan dan kelebihan masing-masing inilah yang harus dimanfaatkan untuk saling mengisi dan menutupi sehinga selaras dan serasi.

Sebagai tambahan selain kelima faktor barusan, guna mewujudkan sebuah keluarga yang bahagia, adalah dengan tidak melupakan hidayah dan petunjuk-petunjuk Allah SWT sebagaimana dilukiskan dalam Alquranul karim Surat Al-Hasyr 19:

 "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa akan dirinya sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik."  (QS Al-Hasyr 19)

Wallahu'alam

 

Sumber : (koran sriwijayapost)

 

19 Maret 2013

Syair Islam : Waspadalah Teroris (khawarij)



wahai saudaraku,

ijinkan aku berbagi sesuatu

yaitu tentang serigala berbulu domba

ciri-ciri teroris yang dimurkai Allah dan Rasul-Nya

diantara miliaran manusia dimuka bumi

ada sekelompok manusia yang merasa dirinya paling benar jalannya

kemudian mengejek, mengolok-olok yang lain,

memboikot, merampas hak milik saudaranya

demi kepentingan golongannya,

katanya bertujuan untuk menegakkan kebenaran hakiki,

namun akhirnya hanya untuk memperkaya diri sendiri,

terkadang perbuatan bertolak belakang dengan apa yang mereka katakan,

mereka melarang orang lain berbuat kejelekan

tapi mereka melakukan kejelekan yang lebih berat,

mereka mengatakan kebenaran

tetapi mereka mengingkari kebenaran itu dengan perbuatan mereka.

Penampilan mereka bagus

namun sayang hati mereka kotor dan lusuh.

Kepada orang diluar golongannnya mereka menyombongkan diri,

kepada orang didalam golongannya sendiri terkadang mereka ribut sendiri

padahal hanya karena hal yang sepele.

Mereka lebih suka memandang orang dari penampilan bukan dari akhlaqnya.

Mereka menodai kitab suci dengan perkataan mereka yang sombong

dan mereka gunakan ayat suci untuk menyerang dan mencela orang lain,

Sungguh kitab suci mengajarkan kepada mereka supaya berakhlaq mulia kepada sesama

namun perbuatan mereka sebaliknya.

Meskipun mereka hafal kitab suci

namun tak lebih dari menyangkut dikerongkongannya,

sama sekali tak masuk kedalam hatinya.

Hal itu tercermin dari perbuatan mereka yang mengingkari ajaran kitab suci

padahal mulut mereka banyak mengatakan ayat suci.

Mereka menyangka mereka paling masuk surga,

padahal surga itu milik Allah Bukan milik nenek moyang mereka.

Mereka menyesatkan banyak manusia dengan cara yang samar,

memang tak ada yang lebih berbahaya daripada iblis berpakaian sorban

Wahai Saudaraku jangan ikuti jejak mereka

Jika tidak ingin divonis oleh Rasulullah sebagai…

Anjing-anjing penghuni neraka, ..

naudzubillah."

 

( Syair Ashabul Muslimin)

Nasehat Islam : Janganlah Suka Mencari Muka Manusia


Waspadalah kepada riya' dan atau cari muka

"Meskipun kau mampu lampui ujung barat sampai ujung timur bumi, kau daki seribu gunung, kau taklukan samudra luas, kau telasak seribu hutan rimba belantara, dan kau susuri padang pasir luas nan gersang kering kerontang namun jika  hanya untuk mencari wajah manusia (perhatian, kecintaan, popularitas dan simpati orang lain) hal itu sungguh perbuatan sia-sia hanya akan menimbulkan sesal akhirnya. Mencari wajah kepada manusia seperti bergantung pada akar yang lapuk sedangkan mencari wajah (ridha) Allah SWT seperti bergantung pada tali yang amat kuat. Kecintaan manusia bersifat sementara, dan kau hanya akan dibuat lelah seumur hidup jika mencarinya sedangkan kecintaan Tuhanmu kekal slamanya dan lebih baik balasannya. Hati-hatilah dengan amal yang sia-sia yaitu beramal untuk mencari muka manusia. Diakhirat amalnya seperti debu yang berterbangan, tak berarti apa-apa".

(Syair Ashabul Muslimin)


18 Maret 2013

Nasehat Islam : Peraturan bukan untuk mengekang

"Peraturan yang didasari kekakuan dan bersifat mutlak hanya tidak akan membuat baik keadaan manusia, justru menjadikan manusia segan untuk melanggarnya karena peraturan seperti ini sama saja dengan penjara. Setiap orang terpenjara ingin keluar daripadanya. Peraturan yang didasari kesadaran dan kepedulian dan tidak kaku akan menjadikan manusia segan untuk menaatinya bahkan mereka dengan sendirinya akan taat peraturan tersebut tanpa disuruh. Peraturan dibangun hanya untuk memperbaiki keadaan bukan membelenggu orang. Prinsip peraturan haruslah didasari ajaran agama murni dan hati nurani".

(Syair Ashabul Muslimin)

08 Maret 2013

Islam Memang Mengajarkan Kerukunan dan Menghargai orang lain

Oleh : Azhari Akmal Tarigan

(Penulis Koordinator Tim Penulis Tafsir Al-Qur'an UTS dan  Dosen Fak. Syari'ah IAIN.SU Medan)
Saya yakin, kerukunan antar umat beragama tidak akan pernah terwujud secara harmonis dan langgeng sepanjang tidak ada penghargaan antar sesama. Penghargaan yang saya maksud adalah penghargaan minoritas (apakah Kristen yang menjadi minoritas ataukah Islam menjadi minoritas) terhadap kelompok mayoritas. Disparitas minoritas-mayoritas tidak perlu ditutup-tutupi karena realitasnya demikian. Tidak juga salah jika minoritas – mayoritas dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan termasuk dalam pendirian rumah ibadah.

 
Sebelum lebih jauh saya mendiskusikan tema di atas, saya ingin bercerita tentang pengalaman peribadi saya terlebih dahulu. Antara tahun 2003-2004 saya dan keluarga tinggal di Jln.****** pinggiran Kota Medan.  Di depan rumah kontrakan saya terdapat sebuah Geraja yang besar dan cukup ramai. Tidak saja pada hari minggu tetapi juga pada hari-hari lainnya. Jika hari minggu, sejak pagi sampai siang hari, gereja penuh sesak dikunjungi jama'atnya. Biasanya, anak-anak jadwalnya lebih pagi dan orang dewasa jadwal ibadahnya pada siang hari. Mereka melakukan ritual dan menyanyikan lagu-lagu rohani. Sangat jelas terdengar oleh saya lagu-lagu rohani yang menembus dinding rumah saya.

Apakah saya merasa terganggu ? Pada mulanya ia. Saya dan keluarga tertanggu. Anak saya yang masih berada di TK hampir hapal "lagu rohani" tersebut, setidaknya iramanya.. Bahkan beberapa kali saya menyaksikan ia bermain-main di halaman gereja bersama teman-temannya yang Muslim dan Kristen. Saya mengaku terganggu karena seumur-umur, saya tidak pernah tinggal dekat gereja. Jadi saya tidak pernah tahu bagaimana orang Kristen beribadah. Saya juga tidak pernah mendengar mereka bernyanyi. Tapi sewaktu tinggal di jln. P, saya menyaksikannya setiap minggu. Perlahan namun pasti  saya akhirnya dapat "menikmati" ibadah mereka. Mendengarkan lagu-lagu pujian yang bagi saya, itulah tasbih dan zikir mereka. Saya percaya, mereka sedang beribadah yang menurut mereka itulah yang benar. Apakah saya harus protes ! Haruskah saya mengekspresikan rasa tidak senang saya ! Tentu saja tidak. Saya sadar bahwa keyakinan tidak bisa dipaksanakan, tidak juga bisa disamakan. Sama sadarnya saya, bahwa kami adalah pendatang. Tambahan lagi, jumlah muslim di daerah tersebut sedikit. Wajarlah, kendati di belakang rumah saya ada mushalla, tetapi saya tidak pernah mendengar suara Toa berdering pada waktu shubuh. Paling-paling hanya azan. Mengapa orang Islam tidak memaksakan dirinya untuk menghidupkan Toa. Jawabnya karena kita menghargai mereka yang mayoritas. Kita tidak ingin menggangu mereka.

Menariknya, kehidupan di tempat tersebut cukup harmonis. Saya yang pendatang dan secara kolektif menjadi minoritas di tempat itu harus menghormati dan menghargai masyarakat sekitarnya. Inilah sunnatullahnya. Tidak ada konflik. Saya yang kerap pulang malam sehabis dakwah di tempat yang jauh tidak pernah di ganggu. Saudara-saudara saya yang Kristen begitu sangat bersahabat. Hampir satu tahun saya tinggal di tempat tersebut. Saya tidak pernah menghadapi masalah. Bahkan ketika saya pindah ke rumah yang permanent, mereka membantu saya. Pengalaman tersebut mengajarkan kepada saya, kerukunan antar pemeluk agama hanya dapat dibangun, jika ada saling menghargai dan menghormati; antara pendatang dengan penduduk asli, kelompok minoritas dengan mayoritas. Bukankah tidak ada manfaatnya membenturkan keyakinan dan kepercayaan yang sifatnya sangat ruhani tersebut.

Hemat saya, konflik yang terjadi antara Islam dan Kristen di Indonesia salah satu sebabnya adalah karena kelompok pendatang dan minoritas kerap memaksakan kehendaknya. Hubungan Islam dan Kristen dalam sejarahnya, termasuk di Indonesia, diwarnai rasa "marah" bahkan dalam tingkat tertentu rasa bermusuhan kendati dalam sunyi. Hal ini semakin dipicu, karena kedua agama tersebut merupakan agama risalah, yang memiliki dan mengakui klaim keselamatan hanya ada pada agamanya. Suasana yang seperti ini, jika tidak disikapi dengan jujur dan terbuka, akan melahirkan konflik horizontal.

Bagi saya, salah satu wujud keterbukaan dan keberterusterangan itu adalah, adanya keharusan bagi kelompok minoritas dan pendatang untuk menghargai kelompok asli dan menjadi mayoritas. Bagi umat Islam di Bali atau di daerah Batak, ketika menjadi minoritas, harus menghargai saudaranya yang mayoritas atau penduduk asli di daerah tersebut. Adalah sikap yang tidak bijaksana jika mereka yang minoritas memaksakan dirinya untuk mendirikan masjid. Harus dibedakan larangan beribadah dengan larangan mendirikan rumah ibadah. Selama ini kita kerap menyamakan antara beribadah dengan mendirikan rumah ibadah. Sesungguhnya mendirikan rumah ibadah tidak wajib. Ajaran Islam menegaskan bahwa seluruh bumi Allah ini dapat dijadikan masjid dalam makna "tempat sujud" bukan dalam arti bangunan yang memiliki kubah. Muslim yang minoritas tidak perlu untuk menggunakan Toa yang voltasenya maksimal ketika azan, baca Qur'an atau tabligh. Kita harus menenggang rasa terhadap mereka yang mayoritas. Itulah cermin kedewasaan beragama.

Demikian pulalah halnya jika umat Kristen menjadi pendatang dan minoritas di daerah tertentu. Adalah tidak bijaksana jika ekspresi keberagamaannya didemontrasikan sedemikian rupa. Wajar saja di sebuah kampung yang penduduknya mayoritas muslim merasa tersinggung, jika kelompok minoritasnya memaksakan diri untuk mendirikan rumah ibadah. Lebih-lebih jika aturan-aturan hukum dicoba untuk "diutak-atik". Tidak tepat juga jika kita menggunakan alasan Hak Asasi Manusia. Bagi saya yang menjadi hak asasi adalah beribadah bukan mendirikan rumah ibadah.

Saya terkadang heran saja, jika ada pihak yang mencoba menafikan logika mayoritas-minoritas.  Faktanya ada pemeluk agama yang menjadi mayoritas tetapi juga ada yang minoritas. Ini adalah realitas yang tidak dapat dibantah dan merupakan kenyataan sosial yang terdapat di mana-mana. Dalam konteks etnik realitasnya juga demikian; ada etnik asli, ada pula etnik pendatang. Di Indonesia Islam menjadi mayoritas secara totalitas penduduk negeri ini. Tetapi di daerah-daerah tertentu, Islam menjadi minoritas. Lihatlah di Karo juga di daerah Tapanuli atau di Nias. Lihat pula di Bali, Irian Jaya, Nusa Tenggara Timur, dan beberapa bagian Indonesia Timur lainnya. Tanyalah umat Islam di sana. Bagaimana mereka diperlakukan. Sudahkan adil dan bermartabat. Bagi saya, sepanjang hak-hak dasar, beragama (beribadah), keselamatan jiwa, keturunan, harta dan akal  (al-dauiriyat al-khamsah) kelompok minoritas tidak terganggu, maka tidak ada yang perlu di desakkan dan dipaksakan.

Saya teringat kejadian tahun 1967 ketika terjadi konflik agama di Indonesia. yaitu pengrusakan geraja di Meulaboh, Aceh (Juni 1967), perusakan gereja di Ujung Pandang, Makasar (Oktober 1967) dan beberapa kasus lainnya. Sewaktu M. Natsir pulang dari lawatannya ke luar negeri, ia diminta berkomentar tentang hubungan Islam – Kristen di Indonesia. Pokok pemikiran yang disampaikan Natsir adalah, apa yang terjadi itu sesungguhnya dampak-ekses dari satu peristiwa atau fenomena yang dirasakan tidak adil. Apakah masih sesuai dengan Pancasila jika pemeluk agama tertentu dengan berbagai caranya memaksakan orang-orang yang telah beragma untuk berpindah agama. Apakah sesuai dengan Pancasila, jika di daerah yang hampir tidak dijumpai pemeluk agama tertentu berdiri rumah ibadah yang cukup megah ! Akhirnya, M. Natsir menawarkan perlunya etika dalam dakwah. Tidak ada boleh pemaksaan dalam hal keyakinan beragama. Dakwah harus disampaikan dengan penuh kejujuran dan ketulusan. Dakwah memerlukan kearifan, kebijaksanaan, bukan provokasi apa lagi menghasut dan menjelekkan agama tertentu dengan tujuan untuk merubah dan menggeser keyakinan orang lain. Jika orang harus berpindah agama, sejatinya perpindahan itu didasarkan pada pencarian dan penemuan kebenaran itu sendiri.

Bagi saya salah satu bentuk perwujudan dari etika tersebut adalah saling menghargai dan menghormati kelompok minoritas terhadap kelompok mayoritas. Jika ini terwujud, maka efeknya akan muncul saling  menghargai antar sesama. Pada gilirannya, yang mayoritas menjadi pelindung bagi minoritas. Sejarah Islam menunjukkan, ketika Islam menjadi mayoritas dan non muslim menjadi minoritas, yang tercipta adalah kedamaian dan ketenteraman. Jika ada yang ragu, marilah kita kembali menolah sejarah dan membacanya dengan jujur.

Mungkin apa yang ditawarkan ini bagi sebagian orang terasa naïf. Namun semangat yang ingin dikemukakan adalah dalam membangun kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia, kita perlu terbuka, apa adanya, jujur dan tanpa perasangka. Saya khawatir, pemerintah kerap menyatakan tidak ada konflik agama, tetapi masyarakat merasakannya. Saatnya pemerintah, pejabat, tokoh organisasi agama (bukan tokoh agama) berhenti berbicara dan tanyalah umat beragama, apa sesungguhnya yang mereka rasakan. Selanjutnya apa yang mereka inginkan. Jangan-jangan, apa yang dinyatakan pemeluk agama dengan apa yang diinginkan tokohnya tidak sama.(sumber : koran waspada)

 


 




15 Februari 2013

Syair Islam : Hari Kemungkaran, Valentine Day

Hari Kemungkaran, Valentine Day

hari itu ....
hari yang ditunggu
para remaja dan muda mudi
yang terbudak cinta buta
yang mata hatinya
tertutupi hawa nafsunya
berharap hari itu..
mereka bisa mencurahkan kasih sayangnya
terhadap pacar atau orang terdekatnya
Dengan ungkapan seribu kata cinta
atau seribu bunga merah merekah
atau seribu kotak coklat
tetapi ujung-ujungnya perzinaan terlaknat
begitulah produk peradaban barat
modern katanya maksiat ujungnya


14 februari
valentine day katanya
begitulah orang kafir menyebutnya
pantaskah orang muslim menyebutnya
padahal dia tahu, hari itu adalah perayaan mereka
perayaan para manusia tidak kenal Tuhannya
perayaan para manusia yang menyembah hawa nafsunya
Perayaan para manusia yang tidak peduli nasib akhiratnya
ramai-ramai hari itu orang menungkapkan kata sayang
namun kata sayang ternyata menjadi "sayang sekali"
karena kata kasih sayang hanya ada dalam ungkapan
kata kasih sayang hanya bualan belaka
hanya topeng penipu pemulus kemaksiatan
kata kasih sayang hanya sebagai pemuas nafsu keji



Hari itu ramai orang mengagungkan kata kasing sayang
Hari itu ramai orang meluapkan kegembiraan
Hari itu menjadi legalnya perzinaan
Hari itu menjadi legalnya kekejian
hari berikutnya
ramai orang melakukan perceraian
hari berikutnya
ramai orang merasakan penderitaan
hari berikutnya
ramai bayi tidak berdosa dibunuh dan dibuang-buang
apakah artinya kata kasih sayang
jika ujung-ujungnya penderitaan
apakah artinya kata cinta
jika ujung-ujungnya zina
apa artinya perayaan valentine
jika ujung-ujungnya pengguguran janin
Sungguh valentine day artinya kesesatan yang nyata
Percuma kata sayang dan kata cinta
Jika Tuhan Semesta Alam membenci mereka

dengarkan nasehat agama
jika kau ingin bahagia
jangan bantah agama
jika tidak ingin sengsara
apa yang diharamkan Allah
pasti jelek bagimu
apa yang dihalalkan Allah
pasti baik bagimu
saudaraku dunia ini sementara
akhirat kekal slamanya
jangan sampai terpedaya
oleh kesenangan dunia
yang hakikatnya tipu daya
manis diluarnya, pahit didalamnya
senang didunia sesaat namun percuma
jika ujungnya masuk neraka selamanya
lebih baik kita ikut ajaran agama
katakan kami dengar dan kami taat
supaya diakhirat mendapatkan selamat
amiien

08 Februari 2013

DAMPAK KERUSAKAN ZAMAN, ANAK SEKARANG PUBER LEBIH AWAL

Oleh : M. Ashabus Samaa'un

Dari sahabat Abdullah bin Mas?ud ra. Beliau menceritakan dalam sebuah hadits mauquf

"Bagaimana dengan kalian bila kalian diselimuti fitnah (ujian). Anak kecil tumbuh menjadi dewasa di dalam fitnah itu (puber lebih awal) . Orang tua pun menjadi pikun di dalamnya (mudah lupa dan lalai). Dan fitnah itu dijadikan tuntunan. Jika suatu hari fitnah (kejadian)  itu dirubah (oleh seseorang pandai alim),

dikatakan: ?Ini orang (yang berusaha memperbaiki keadaan) keluar dari kebiasaan (baca: nyeleneh, karena tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat waktu itu). Kapan hal itu terjadi? Yaitu ketika orang-orang yang dapat dipercaya di antara kalian menjadi sedikit. Pejabat-pejabat menjadi banyak. Orang-orang yang mendalam ilmunya menjadi sedikit. Suatu ilmu diperdalam tidak untuk (kepentingan) agama. Dan ketika dunia dicari dengan menggunakan amal akhirat.

(H.R. Abdurrazzaq)

Dari mukadimah hadits yang asing dan jarang dibahas dalam kajian-kajian agama umumnya ini. Ternyata memuat pelajaran dan hal-hal yang terjadi dengan jaman sekarang ini. Hadits ini adalah salah satu hadits yang menggambarkan tanda-tanda kiamat kecil. Yaitu pada saat itu kerusakan moral (fitnah) meraja lela, anak-anak dewasa lebih awal dalam fitnah itu, kemudian orang tuapun cepat menua rambutnya cepat memutih dan pikun atau mudah lupa dan lalai akan tanggung jawabnya sebagai orang tua. Kemudian kerusakan moral itu menjadi tren alias kebiasaan masyarakat umumnya. Jika ada seseorang alim yang berusaha mengubah keadaan itu, maka orang alim itu akan dicemooh dan dibilang nyeleneh karena dianggap sebagai hal diluar kewajaran manusia umumnya yang mungkin telah terlanjur gelap pikirannya sehingga tak mampu membedakan yang benar dan salah. Pada saat fitnah (kerusakan-kerusakan) itu terjadi akan dijumpai sedikitnya orang yang amanah terhadap jabatannya, pejabat-pejabt politik banyak sekali namun tak ada yang mumpuni mengurusi masalah rakyat kecil, dan orang-orang alim yang pandai agama semakin sedikit kemudian banyak orang mengkaji ilmu tapi masa bodoh dengan urusan agama islam, kemudian juga ketika fitnah itu terjadi banyak orang yang menjual agamanya untuk harta dunia yang sedikit. Sungguh wahai saudaraku, hadits ini adalah 'menyindir' tentang keadaan kita jaman sekarang. Naudzubillah.

Namun dalam pembahasan kali ini adalah kita akan membahas kajian yang ada kaitannya dengan kerusakan yang terjadi pada dunia anak-anak yaitu ketika anak-anak tumbuh menjadi dewasa dalam fitnah itu seperti tercantum dalam sebagian kalimat hadits diatas. Bisa diartikan bahwa anak-anak menjadi puber lebih awal, fisik mereka cepat besar namun kosong ilmunya kosong pikirannya mudah melanggar aturan dan gampang dipermainkan setan. Naudzubillah.

Berawal dari membaca sebuah berita kesehatan dari sebuah media diinternet, kemudian saya terinspirasi untuk menulis sesuatu yang mengganjal dalam pikiran saya. Berikut kutipan beritanya.

FAKTA BERITA, ANAK SEKARANG PUBER USIA DINI

Banyak Gadis 8 Tahun Sudah Puber

DARI KOMPAS.com — Dibandingkan dengan anak-anak generasi tahun 1990-an, anak-anak perempuan yang lahir di era tahun 2000 kini mengalami masa puber lebih cepat, yakni di usia 7-8 tahun, yang ditandai dengan pembesaran payudara. Hal tersebut paling nyata terlihat pada anak-anak perempuan di Amerika Serikat.

Para ahli menduga, hal itu berkaitan dengan meningkatnya tren obesitas yang memang berhubungan erat dengan perkembangan seksual yang lebih dini. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics. Dalam penelitian terhadap 1.200 anak perempuan usia 6-8 tahun di beberapa kota di AS itu, ditemukan para gadis cilik itu mengalami perkembangan payudara yang lebih cepat dibanding bocah seusianya dari generasi tahun 1990-an. Pemeriksaan dilakukan antara tahun 2004 dan 2006 oleh dokter anak perempuan atau para perawat. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak terjadi kesalahan dalam membedakan jaringan payudara dan jaringan lemak.

Hasil penelitian juga menemukan, anak perempuan kulit hitam (23,4 persen) dan Hispanic (15 persen) mengalami masa puber yang lebih dini dibanding anak kulit putih (10,4 persen) pada usia 7 tahun. Sedangkan di usia 8 tahun, hampir 43 persen anak kulit hitam dan 31 persen anak Hispanic sudah mengalami masa puber dibanding anak kulit putih yang hanya 18,3 persen.

Masa puber yang lebih cepat, baik yang ditandai oleh perkembangan payudara maupun masa haid, di kalangan anak-anak ini mendapat perhatian para ahli karena meningkatkan risiko kanker payudara.

Selain itu, perkembangan payudara yang terlalu dini bisa menyebabkan tekanan sosial dan psikologis pada anak-anak, selain juga mungkin gangguan dari teman sebayanya yang pria dan lebih tua.

"Anak-anak mungkin akan terlihat lebih dewasa, namun secara mental mereka tetap sama dengan anak berusia 7-8 tahun. Bahkan banyak yang mengalami kebingungan dengan perubahan seksual yang dialaminya," kata Herman Giddens, ketua penelitian.

Para ahli menyebutkan, perkembangan payudara lebih dini kebanyakan ditemui pada anak-anak yang kegemukan. Namun, para ahli juga meneliti contoh urine anak-anak itu untuk mengetahui kemungkinan adanya pengaruh bahan-bahan kimia yang hasilnya belum diketahui sampai saat ini.

Meski ada kecurigaan pengaruh bahan kimia, tetapi sejumlah penelitian menunjukkan kaitan erat antara pertambahan berat badan dan masa pubertas yang lebih dini. Karena itu, para orangtua disarankan untuk mewaspadai jika anak mereka memiliki tanda-tanda pubertas dini. "Orangtua dan dokter anak bisa bekerja sama untuk melakukan program nutrisi dan olahraga agar berat badan anak tetap terkontrol," kata Giddens.

KEMUDIAN BERITA KEDUA

Masa Pubertas Anak Laki-laki Sekarang Terjadi Pada Usia 6 Tahun

Posted: 29/01/2013

 

Dari Liputan6.com, Jakarta : Jika Anda selaku orangtua khawatir karena anak Anda bakal mengalami pubertas lebih awal, sepertinya hal seperti itu akan terjadi pada Anda.

Menurut sebuah penelitian, sekarang ini anak laki-laki mengalami pubertas lebih cepat dua tahun daripada anak laki-laki di masa lalu. Bahkan beberapa tanda-tanda mulai ditunjukkan bahwa anak berusia enam tahun akan mengalami pubertas lebih awal.

Para peneliti mengumpulkan data 4.000 anak laki-laki di seluruh AS dan mengungkapkan bahwa rata-rata anak laki-laki yang berkulit putih atau hispanik (kulit anak keturunan Spanyol) mengalami pubertas pada usia 10 tahun. Sedangkan untuk anak laki-laki berkulit hitam mengalami pubertas pada usia 9 tahun.

Peneliti yang berkerja di American Academy of Paediatrics mengatakan bahwa kecenderungan yang sama telah melihat kasus yang sama di negara lain, termasuk Inggris.

Sebesar sembilan persen dari anak laki-laki berkulit putih menunjukkan beberapa mengalami pubertas awal pada usia 6 tahun. Hal demikian juga terjadi pada sebanyak 20 persen anak laki-laki berkulit hitam dan 7 persen anak laki-laki Hispanik.

Secara keseluruhan, rata-rata usia masa pubertas anak laki-laki lebih awal 18 bulan dari pada anak laki-laki yang tumbuh dan berkembang di tahun-tahun silam.

Hal ini membuat para orangtua harus cepat menyadari kalau anak-anaknya mengalami pubertas lebih awal sehingga para orangtua dapat membantu anak-anak secara emosional untuk mempersiapkan perubahan yang datang pada masa awal pubertas.

Dokter menganggap umumnya pubertas dini dimulai pada usia 8 tahun untuk anak perempuan dan usia 9 tahun untuk anak laki-laki.

Masalah-masalah seperti kelainan tiroid dan tumor otak telah dikaitkan dengan pubertas dini. Tapi, anak laki-laki dengan kondisi medis yang cukup kronis atau yang menggunakan obat-obatan yang dapat mempengaruhi pubertas dikeluarkan dari penelitian.

Sedangkan untuk anak perempuan yang mengalami pubertas dini telah dikaitkan dengan peningkatan untuk mengembangkan kanker payudara.

"Jika memang benar bahwa anak laki-laki mulai mengalami pubertas lebih awal, masih belum jelas apakah hal-hal negatif dapat terjadi atau memiliki implikasi jangka panjang," kata Adelman, seorang anggota komite American Academy of Pediatrics, seperti dikutip Dailymail, Selasa (29/1/2013)

Pembesaran testis terlihat pada 9 persen anak laki-laki berkulit putih yang mengalami pubertas dini pada usia 6 tahun serta 20 persen pada anak laki-laki berkulit hitam dan 7 persen pada anak-anak laki Hispanik.

Selain itu, pertumbuhan rambutan kemaluan merupakan satu tanda awal terjadinya pubertas dini yang dimulai sekitar satu tahun setelah terjadinya pemebsaran testis pada semua kelompok anak-anak laki.

Sedangkan untuk anak perempuan, pertumbuhan payudara adalah tanda awal yang terjadi pada 10 persen anak perempuan kulit putih berusia 7 tahun serta 23 persen pada anak perempuan berkulit hitam dan 15 persen pada anak perempuan Hispanik.

Menurut ahli endokrinologi pediatrik dari University of Chicago, Dr Dianne Deplewski mengatakan kalau penelitian tersebut masih belum sempurna. Tapi, pihaknya masih terus mencari hasil yang terbaik sampai saat ini. (Adt/Igw)

KEMUDIAN BERITA KETIGA

Masa Puber Anak Perempuan Kini Dimulai pada Usia 6

Pubertas pada anak laki-laki juga maju dua tahun.

Anda Nurlaila

Kamis, 1 November 2012, 10:35 WIB

Kelebihan berat badan pada anak juga disebut pemicu pubertas dini.  

 

Dari VIVAlife - Dengan rambut kuncir kuda dan berpakaian seragam, Atlanta Carson adalah gadis kecil yang terlihat gembira menuju ke sekolah. Hobi gadis kecil berusia delapan tahun ini juga sangat biasa, bermain boneka, rumah-rumahan dan lompat tali.

Tapi siapa sangka dia telah mengalami tanda-tanda pubertas. Rambut-rambut halus mulai tumbuh di bawah lengan dan kelaminnya. Pada saat anak seusianya berpelukan saat bermain dengan sang ibu, Atlanta memeluk ibunya dengan alasan lain: mengalami kecemasan pra menstruasi. Dia juga mengalami anemia, jerawat dan perubahan suasana hati menjelang menstruasi tanpa paham apa yang terjadi pada tubuhnya.

Sang ibu, Emma, 32 tahun dari Stockport, mengatakan, "Atlanta baru berumur delapan tahun saat saya memandikannya dan melihat ada rambut kemaluan. Dan sebulan setelah itu Atlanta mendapat menstruasi pertamanya.

"Saat pertama kali menstruasi, emosinya belum siap, Atlanta berkata, 'Saya tidak suka, Bu. Kapan ini berhenti'. Ucapannya membuat saya patah hati," katanya seperti dikutip Daily Mail.

Studi di seluruh dunia menunjukkan waktu pubertas anak perempuan semakin cepat. Sekarang dokter mengatakan harus merevisi kata "normal". Sebab kini, tanda-tanda pubertas pada anak perempuan sudah dimulai sejak usia enam tahun. Antara lain pertumbuhan rambut kemaluan dan di bawah lengan serta pertumbuhan payudara.

Meski tak dapat sepenuhnya dijelaskan, satu teori menyebutkan paparan bahan kimia di lingkungan, makanan olahan dan plastik yang meniru efek dari hormon yang memicu pubertas dini. Pubertas dini juga berhubungan dengan kenaikan berat badan akibat semakin membaiknya gizi. Sementara studi lain menemukan hubungan paparan cahaya buatan dari layar televisi dan komputer terhadap pubertas.

Pubertas dini tak hanya terjadi pada anak perempuan. Sebuah studi lanjutan menemukan anak laki-laki saat ini mengalami masa puber dua tahun lebih awal, sekitar usia 9 dan 10 tahun.

Tabitha Randell, juru bicara Masyarakat Pediatri Endokrinologi dan Diabetes Inggris, pubertas pada anak laki-laki dan perempuan saat ini terjadi lebih cepat dua tahun. Pubertas di masa kanak-kanak menjadi masa remaja yang drastis lebih rentan memukul psikologis anak. Pubertas dini, menurut Randell lebih banyak dipengaruhi hormon leptin akibat timbunan lemak dalam tubuh.

"Anak-anak yang gemuk memiliki leptin lebih banyak daripada yang lain. Leptin tampaknya berperan dalam beralih pada pubertas lebih cepat," ucapnya kepada Health.

Psikolog anak Emma Citron menyatakan sekolah harus memfasilitasi perubahan yang terjadi pada anak seperti menyediakan sanitasi khusus hingga perlakuan yang tetap disesuaikan dengan usia anak.
"Bahkan jika pubertas dini berarti penampilan anak terlihat lebih tua, seperti anak usia 9 tahun yang tampak seperti 11 tahun batas-batas yang sama harus tetap berlaku."

Studi pada Jurnal Obestetri dan Ginekologi terbaru juga menyebutkan anak yang mengalami pubertas dini lebih rentan terhadap kejahatan seksual. (umi)

 

 

SEDIKIT TANGGAPAN DARI PENULIS

Mungkinkah hal ini adalah sebuah tanda kiamat. Namun banyak orang tak menyadarinya. Umur manusia semakin pendek. Dunia semakin mendekati kehancurannya. Bayangkan, Ditengah zaman globalisasi ini ternyata tidak hanya teknogi dan komunikasi yang berkembang amat cepat. Ternyata umur manusiapun semakin cepat, sehingga anak-anak kecil mengalami masa dewasa / masa puber  lebih awal. Hal itu dibuktikan bahwa anak-anak kecil generasi saya sekitar 80 - 90 an paling tidak mengalami masa awal dewasa / puber adalah rata-rata umur 14-16 Tahun, dengan ditandai dengan mimpi basah untuk laki-laki dan menstruasi untuk perempuan. Jika dibandingkan dengan anak-anak yang lahir diabad 21 ini maka sungguh anda akan melihat perbedaan yang mencolok dan mengherankan. Ada sebuah penelitian ilmiah dari sebuah lembaga kesehatan dan sosial mengatakan bahwa anak sekarang telah mengalami masa puber lebih awal yaitu umur 6 tahun - 8 tahun sudah mengalami puber. Sungguh mengherankan sekali, jika memang begitu maka hal itu telah mengalahkan masa puber orang arab kuno dahulu yaitu rata-rata umur 9 tahun. Hal itu wajar karena memang fisik orang arab kuno kuat-kuat dan bergairah seks yang besar jika dibandingkan dengan suku-suku lainnya. Tetapi manusia sekarang hidup dijaman modern yang  serba instan telah memecahkan rekor melampui masa puber orang arab dahulu, sungguh hal yang luar biasa namun memprihatinkan. Gerangan apakah yang menyebabkan perubahan yang luar biasa tersebut (meski sebagian orang itu menganggapnya hal biasa).

Saya menganggap hal itu luar biasa dan butuh sekali perhatian masyarakat adalah karena itu erat sekali kaitannya dengan kelangsungan hidup anak cucu kita dimasa depan. Mungkin jika anda yang masih bisa hidup 30 -40 tahun kemudian akan melihat bahwa umur manusia akan sangat pendek, karena masa kecilnya singkat tentu saja manusia cepat menua dan cepat mati. barangkali kalau jaman penjajahan ada yang bisa hidup sampai umur 70 - 90 tahun namun sekarang hal itu jarang ditemukan.

Mungkin faktornya adalah barangkali karena dampak kemajuan zaman dan teknologi sehingga arus informasi berputar sangat cepat, segala perubahan aspek sosial dan peradaban manusia juga berubah sangat cepat pula. Sehingga mau tak mau pola pikir dan budaya hidup masyarakat juga akan berubah dengan cepat tanpa masyarakat menyadarinya. Jika mengambil contoh kecil dahulu sebelum jaman teknologi, yang punya televisi aja masih jarang apalagi punya gadget macam-macam semacam handphone blacbery, ipad, android phone dsb tentu saja mustahil ada yang punya karena benda-benda canggih itu baru ditemukan diabad 21 ini, apalagi ada yang sudah bisa Online sama chating, dan tebar status difacebook tentu saja hal itu tidak mungkin ditemukan dalam gaya hidup orang dahulu sekitar generasi 90-an kebawah, karena sekali lagi facebook dan jejaring internet baru ditemukan dan berkembang pesat diera modern ini.

Hasil temuan-temuan teknologi tersebut ternyata berdampak pada peradaban sosial dan gaya hidup masyarakat. Dahulu sebelum teknologi berkembang pesat dan pengguna internet hanya orang elit saja, apalagi facebook-an, tentu saja mustahil ada. Waktu itu anak-anak kecil (jaman saya contohnya) masih merdeka dengan dunianya, dunia anak-anak belum dirusak peradaban modern, mereka terlihat berlari-lari dipematang sawah bermain layangan, ada yang bermain kelereng, adapula yang bermain petak umpet, lalu tidak ketinggalan bermain ketapel karena saya dulu sering main ketapel..hehe, main boneka, main tebak-tebakan, main mobil-mobilan dari kayu, main lompat tali, main bola kasti,  dan seribu satu permainan tradisional lainnya yang saya tidak bisa jelaskan disini. Tetapi sangat berbeda dengan gaya hidup dan pola pikir anak kecil jaman sekarang. Dunia hari ini telah berubah 180 derajat dari lintasan waktu, dunia anak yang dulu ceria telah punah bak cerita sejarah yang hanya bisa menjadi dongeng. Padahal baru sekitar 20-30 tahun berlalu, namun banyak sekali peradaban sosial dan dunia anak kecil telah sirna. misalnya mana ada anak sekarang yang main layangan, kelereng dan sebagainya yang ada adalah habis pulang sekolah langsung nongkrong diwarnet main game online, ataupun update status facebook, yang lebih mengherankan lagi anak umur 7 - 8 tahun sudah bisa berGALAU ria difacebook, aizz.. mengerikan sekali. Mana ada sekarang anak-anak yang bermain kesana kesini main petak umpet, yang putri pegang boneka, yang laki-laki pegang ketapel, yang ada hanyalah anak remaja bahkan anak usia 3 SD sudah bisa memegang hape blekberi sambil SMS Galaw.. . Anda pasti tahu makna galaw dalam dunia modern ini artinya apa? kata "GALAU" dalam dunia sekarang bermakna beda dengan dunia dahulu, kalau dulu bermakna orang dewasa yang sedang gelisah menghadapi masalah hidup, kalau sekarang Galau bermakna anak-anak muda yang memendam perasaan sedih karena cinta, pacaran-pacaran dan kemudian putus cinta dsb.. aizz gak banget deh. Emang hidup cuman untuk gitu-gituan mulu ! pantesan anak sekarang jadi dewasa lebih awal karena mainnya gitu-gituan mulu akibatnya adalah berpengaruh terhadap perkembangan fisik dan mental yang berdampak pada abnormalnya perkembangan dan pertumbuhan bilogis mereka.

Dari faktor makanan juga barangkali mempengaruhi misalnya kalau anak dulu makan ubi anak sekarang makan ayam kenthaki. makanan-minuman anak pun semacam snack dan jajanan anak sudah tidak layak dikonsumsi lagi karena berbahaya, mengandung bahan pengawet dan mengandung bahan-bahan kimia beracun sehingga bila dikonsumsi akan menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh yang tentu saja akan mengakibatkan abnormalnya pertumbuhan anak-anak jaman sekarang. Cobalah perhatikan fisik anak jaman sekarang, siswi usia kelas 5 SD saja bodinya sudah membentuk orang dewasa, kemudian mereka cepat tinggi dan besar, sehingga tidak jarang banyak anak-anak SD sekarang tingginya sudah melampui gurunya, alias bongsor. tidak seperti normalnya anak jaman dahulu, berkembang dan tumbuh sesuai umur.

Dampak lainnya adalah yang buruk adalah merembet kemasalah moral, karena kita saksikan sekarang ini mayoritas yang melakukan tindakan seks bebas dan aborsi adalah 95 persen remaja. Bahkan anak usia 5 SD hamil akibat seks bebas kemudian dikeluarkan dari sekolah, masa depan mereka otomatis suram. Bagaimanakah mereka menggapai cita-citanya kalau baru usia dini udah putus sekolah gara-gara masalah kriminal begituan, sungguh memprihatinkan. Sangat berbeda sekali dengan anak jaman dahulu putus sekolah memang karena tidak mampu biaya. Nasib anak jaman dahulu masih beruntung, tidak sekolah kemudian mereka belajar berdagang atau menjadi petani. Bagaimana keadaannya anak jaman sekarang? tentu saja putus sekolah otomatis "suram" alias masa depannya sudah tidak bisa diharapkan kecuali mencari solusi pendidikan lain. Dijaman serba kompetitif sekarang ini sarjana saja banyak yang menganggur karena kesulitan mendapatkan lapangan pekerjaan apalagi yang putus sekolah SD, mau jadi apa?? naudzubilah. Hal itu tidak lain penyebab utamanya adalah dampak kemajuan teknologi, karena kita lihat acara televise dan media internet kebanyakan mengajari anak berbuat cabul !.

Seks bebas semakin marak dan semakin liar tidak seperti jaman dahulu masih mendingan. hal itu adalah salah satu faktornya adalah anak-anak tidak bisa mengontrol nafsu syahwat yang membara karena umurnya masih belia tapi badannya orang dewasa karena akal pikirannya belum dewasa sehingga tidak mampu memikirkan sebab akibat yang mereka perbuat. Akibatnnya seks bebas dianggap sebagai hal yang wajar dan layaknya anak jaman dahulu main layangan, bebas bermain asal suka, naudzubillah. Apalagi jaman sekarang ini makin sulit anak-anak mendapatkan ilmu agama karena maklum jaman sekarang ini ilmu agama ditelantarkan ilmu ekonomi diagung-agungkan disekolahan, makanya pada pinter tapi ngawur, kalau sudah jadi pejabat dan pemimpin rakyat jadinya korupsi, karena ilmu duniawi tidak diimbangi ilmu agama yang cukup.

 

Sungguh ternyata tanda kiamat yang Rasulullah saw sabdakan telah terjadi beliau nabi Muhammad Saw pernah bersabda "Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, diminumnya khamr, merebaknya perzinaan" (HR. Bukhari dan Muslim). Ternyata hadits ini menyindir masalah kenakalan remaja, karena siapa lagi pelaku utamanya mabuk-mabukan dan perzinaan sekarang ini, kalau bukan sebagian besar yang masih ABG atau remaja?

 

Saudaraku, kita tidak bisa menjelaskan panjang lebar disini karena hal ini adalah masalah kompleks yang memerlukan kajian lebih serius. tapi kita yang penting berdo'a supaya dihindarkan dari kerusakan jaman dan kerusakan moral dan lakukan semampu kita untuk perbaikan umat islam. semoga bermanfaat

 

Wassalam

 

 

14 Januari 2013

Ibadah Haji dan Potret Kemiskinan Indonesia




Oleh :

MUSTAFA KAMAL ROKAN


Mengapa ibadah haji dengan kemiskinan harus disandingkan? Apa hubungannya? Bukankah orang yang mampu (istitha'ah) yang dapat berangkat melakukan ibadah haji ke Mekah dan sekitarnya? Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu yang muncul dibenak kita ketika melihat judul artikel di atas. Tentu, bukan bentuk hubungan seperti yang penulis maksudkan. Ibadah haji tentu tidak identik dengan kemiskinan, bahkan sebaliknya, ibadah haji sangat identik dengan kemampuan termasuk kemampuan ekonomi. Karenanya, logika sederhana dapat kita katakana, "semakin banyak orang yang mampu berhaji dari sebuah negara menunjukkan semakin makmur negara tersebut".
    
Jadi, semakin banyak orang Indonesia yang mampu berangkat haji, berarti (minimal salah satu indikator) bahwa negara ini semakin makmur. Logika silogisme bisa saja dijadikan alat pembenar "tesis" di atas. Namun, logika silogisme ini tampaknya "tidak nyambung" digunakan dalam konteks negara kita. Kenyataannya bukan demikian. Bukan hukum logikanya yang tidak benar, namun faktanya berbicara lain.

Seperti kita ketahui Indonesia adalah negara terbanyak mengirimkan duta haji ke Kota Makkah. Bahkan saking ramainya, untuk mendapatkan seat berhaji, ribuan orang harus "antrean" bertahun-tahun masuk dalam daftar tunggu. Sedangkan disisi lain, fakta menunjukkan bahwa negeri ini masih terhimpit beban kemiskinan dan kemelaratan yang cukup berat. Sampai disini, penulis melihat bahwa fenomena ini menunjukkan bahwa ada yang 'tidak beres' dengan dua fakta yang sungguh paradok (bertolak belakang).

Suasana semarak, riuh sekaligus haru mengiringi ribuan jama'ah haji yang sedang dan akan berangkat setiap tahunnya. Seiring dengan itu, mungkin tepat di samping rumah kita, tetangga, atau di pinggir jalan menuju bandara yang memberangkatkan kita haji juga jelas terlihat pemandangan kemiskinan dipelupuk mata. Jutaan penduduk Indonesia masih hidup dibawah garis kemiskinan. Data menunjukkan, jumlah penduduk miskin (pada Maret 2010) mencapai 31,02 juta orang atau 13,33 persen dari jumlah penduduk. Bahkan jika merujuk pada standar kemiskinan dunia, angka di atas lebih besar lagi.

Himpitan kemiskinan menyebabkan banyaknya anak-anak yang harus rela putus sekolah. Siswa yang putus sekolah di tingkat SD dan SMP mencapai angka 768.900 orang terdiri atas 527.850 siswa SD dan 241.110 siswa SMP. Sekitar 920.000 siswa lulusan SD tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, bahkan lebih jutaan (1,26 juta) siswa SMP yang tidak sanggup melanjutkan jenjang pendidikan ke SMA sederajat, belum lagi sejumlah anak yang tidak terdata. Dan mayoritas disebabkan persoalan ekonomi yang tidak mencukupi.  

Nah, apa faktor penyebab kondisi ini terjadi?. Banyak sisi yang dapat kita gunakan untuk menganalisa faktor ini. Namun, bahwa faktor penyelengaraan negara yang koruptif menjadi penyebab utama terjadinya kemiskinan. Negeri ini adalah salah satu negera terkorup di dunia. Sebab, prilaku koruptif telah menjadi bagian yang lekat dalam kehidupan bernegara kita saat ini. Prilaku koruptif terjadi hampir disemua dimensi kehidupan kita, dari mulai mengurus KTP di kantor kelurahan hingga mengurus anggaran di DPR dan pemerintahan pusat. Lain lagi pekerjaan pejabat negara yang senang menjual "negeri" kepada bangsa asing, baik melalui kebijakan oleh pemerintah maupun lewat "jualan undang-undang" oleh bapak-bapak terhormat di DPR. Ironisnya, penegak hukum sendiri lebih didominasi oleh para koruptor ketimbang juris yang menegakkan hukum. Lengkaplah sudah kriteria negeri sebagai negara koruptif. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika negeri yang kaya ini jatuh ke dalam kubang kemiskinan.  

Faktor kesadaran dan pemahaman keagamaan

Namun, tentu kita tidak hanya berhenti sampai menyalahkan prilaku dan sistem pemerintahan yang sedang berkoruptif-ria ini. Lebih dari itu, pantas kita merenungkan kesadaran keberagamaan kita saat ini. Sebenarnya, terdapat beberapa pengamalan agama yang juga kita "korupsi" untuk kepentingan pribadi. Korupsi yang dimaksudkan tentu bukan mengambil hak orang lain secara kasat mata, namun kesadaran bahkan kesalahan memahami ajaran agama itu sendiri.

Pertama, kesadaran untuk menjalankan perintah agama. Islam sebagai sebuah sistem sebenarnya mempunyai seperangkat nilai dan sistem yang menjadikan manusia hidup dalam keseimbangan. Bukankah ajaran Islam memerintahkan kita untuk berzakat, infak sedekah sekaligus sistem ekonomi yang menyejahterakan. Sungguh, kemiskinan negeri (khususnya umat Islam) juga disebabkan oleh prilaku "korupsi" orang yang tidak melakukan kewajibannya membayar zakat. Bukankah orang yang membayar zakat adalah orang yang tidak rela memberikan sebagian hartanya kepada orang yang berhak menerimanya. Bukanlah itu korupsi?. Padahal potensi zakat Indonesia cukup besar dan signifikan untuk membantu dan memberdayakan ekonomi umat. Dalam hitungan Badan Zakat Nasional (BAZNAZ), potensi zakat umat Islam Indonesia dapat mencapai 21 trilun lebih setiap tahun. Belum lagi instrumen filantropi Islam lainnya, seperti dana sedekah, infak wakaf dan seterusnya. Jika saja potensi minimal itu dapat terkumpul dan diberdayakan secara maksimal  maka tingkat kemiskinan di negeri akan mengalami penurunan yang siginifikan.

Kedua, kesalahan sebagian umat Islam dalam memaknai keindahan beribadah dalam berhaji. Yang penulis maksudkan adalah betapa masih banyak saudara-saudara kita melakukan haji secara berulang-ulang demi kepuasaan spritualitas an sich. Sebagian saudara-saudara kita menganggap ibadah yang terbaik itu hanya ketika berada di depan Ka'bah dan sekitarnya. Tentu, penulis tidak bermaksud merubah hukum haji kedua dan seterusnya tidaklah sunnah. Dalam konteks melihat potret kemiskinan kita yang masih sangat memprihatinkan, alangkah baiknya dana haji yang kedua atau kesekian kalinya digunakan untuk memberdayakan ekonomi umat yang sedang melarat, membebaskan saudara kita yang masih dililit persoalan kemiskinan. Dengan perkataan lain, konteks kemiskinan saat ini hendaknya merubah paradigma ibadah yang bersifat pribadi (private minded) menjadi bersifat sosial (social minded). Sejatinya, melakukan ibadah haji secara berulang-ulang menjadi tidak relevan mengingat kondisi umat yang masih berjibaku dengan kemiskinan.

Masihkah kita ingat dengan sebuah kisah seorang hamba Allah sangat berkeinginan untuk melaksanakan ibadah haji. Ia pun bekerja keras untuk mengumpulkan uang dan segala persiapannya. Setelah empat puluh tahun lamanya ia mengumpukan uang, akhirnya cukuplah uang sebanyak 350 dirham (perak) yang merupakan hasil dagang sepatu. Ketika musim haji tiba, hamba Allah tersebut beserta istrinyapun bersiap diri untuk berangkat. Ketika menjelang keberangkatan, sang istri mencium aroma makanan yang sangat sedap dari tetangga sebelah rumahnya. Hamba Allah tersebut pun mendatangi dan memohon diberikan sedikit makanan tersebut. Namun, tetangga tersebut langsung menangis sambil menceritakan kisahnya. Ia bercerita bahwa telah tiga hari anak-anaknya tidak mempunyai makanan sedikitpun, ketika ia melihat seekor keledai mati di tengah jalan, iapun mengambil dan memasaknya agar anaknya tidak mati kelaparan. Terkejut mendengar kisah tersebut, hamba Allah tersebut langsung pulang ke rumah untuk mengambil uang keberangkatan haji dan memberikan kepada tetangganya tersebut seluruhnya. Oleh malaikat, orang inilah yang sesungguhnya mendapatkan haji mabrur walau ia tidak berangkat melaksanakan haji di Kota Mekah dan sekitarnya.

Bukankah saat ini masih banyak umat yang mengalami kemiskinan yang akut seperti kisah di atas, bahkan lebih dari itu? Karenanya, cara pandang berhaji berkali-kali suatu hal yang wajib kita ubah ketika melihat potret kemiskinan negeri ini. Islam melarang umatnya bersifat egoistis yang hanya ingin menikmati kepuasan spritualitas ibadah pribadi dengan membiarkan saudara kita masih menikmati kemiskinannya.

Penutup
Tentu, persoalan kemiskinan bukanlah persoalan sederhana. Banyak faktor yang menjadikan persolan kemiskinan belum dapat terselesaikan terutama prilaku koruptif. Namun demikian, kesadaran akan berbagai instrumen keuangan Islam seperti zakat, infak, sedakah serta sistem ekonomi yang adil akan dapat menjadi bagian dari solusi. Tidak hanya itu, merubah paradigma ibadah ke arah social minded dengan menekankan sikap empati melihat potret kemiskinan negeri ini ketimbang berhaji berkali-kali juga bagian dari upaya pengentasan kemiskinan. Wallahua'lam.

Sumber : koran waspada (waspada.co.id)

Blog Archive