Motto "Lestarikan Budaya Luhur Islam"

07 September 2013

Insya Allah Segalanya Ada Jalan

Oleh HM Rizal Fadillah

Ketika kau tak sanggup melangkah
Hilang arah dalam kesendirian
Tiada mentari bagai malam yang kelam
Tiada tempat untuk berlabuh
Bertahan terus berharap Allah selalu di simu".
"Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah ada jalan". (syair lagu Maher
Zain)

Rasa yakin akan dekatnya pertolongan Allah tidaklah mudah. Sering masalah
yang ada ditanggapi dengan jiwa yang frustrasi. Tak ada harapan.
Seolah-olah dirinya adalah orang yang paling malang dalam kehidupan.
Bagai syair lagu Hamdan ATT "Aku merasa orang termiskin di dunia//Yang
penuh derita bermandikan air mata".

Ketika sakit , dia merasakan seolah olah tak ada orang lain yang lebih
menderita selain dirinya. Ketika usaha jatuh dan dililit hutang, ia pun
mengeluh betapa pedih kehidupan ini. Ketika berurusan dengan masalah
hukum, Allah didakwa telah menganiaya dirinya. Mengapa yang lain yang
melakukan hal yang sama ternyata dapat selamat dari jerat hukum, lalu
berteriak "Di mana keadilan?"

Bagi orang yang beriman tentu segala kesulitan ada hikmah dan maknanya.
Sakit dapat menjadi penghapus dosa dan penambah pahala. Usaha bangkrut
dapat menjadi penguat mental untuk bangkit untuk keberuntungan yang lebih
besar. Begitu juga hukuman adalah pintu taubat agar kelak menjadi hamba
yang lebih waspada dan banyak beramal.

Kita ingat ucapan dan doa Nabi Ayub saat ditimpa sakit berat yang
menyedihkan, harta habis dan dihinakan, ditinggal sendirian oleh teman,
kerabat, serta sanak keluarga. Istrinya pun hengkang. Beliau berkata,
"Sungguh aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau Maha Pengasih dan Maha
Penyayang" (QS AL Anbiyaa 83).

"Wa anta arhamur roohimiin" Engkau yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
!. Ini adalah kalimat yang menghidupkan cahaya lampu di kegelapan malam.
Menjadi pengangkat harkat dari jurang yang dalam. Menjadi penuntun
langkah kaki yang terseok-seok dan jatuh bangun. Allah lah pemberi jalan,
bukan yang lain. "Adakah yang lain yang mengabulkan permohonan orang yang
ditimpa kesulitan ketika berdoa, meghilangkan keburukan, dan menjadikan
kalian sebagai khalifah di bumi? Adakah Tuhan selain Allah? Sedikit
sekali yang ingat" (QS An Naml 62).

Sesulit apapun yang dirasakan, prasangka kepada Allah harus tetap
positif, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Diawali dengan
prasangka baik terhadap apa yang menimpa kita, dilanjutkan dengan
kesungguhan berikhtiar di jalan-Nya, insya Allah ada jalan.

"Barangsiapa bersungguh-sungguh (berikhtiar) dijalan Kami, maka Kami
akan tunjukan jalan-jalan-Nya dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang
yang berbuat baik" (QS Al Ankabuut 69).

Dari Al Fudhail bin Iyadl, syaikhul Haram Al Makki, ia berkata ada
keluarga yang terhimpit kesulitan hidup menjual alat tenun barang
berharga terakhir milik mereka. Suaminya sepulang menjual barang seharga
satu dirham tersebut bertemu dengan dua orang yang sedang bertengkar
hebat.

Ketika ia bertanya "Ada apa?" Orang menyampaikan bahwa keduanya sedang
memperebutkan uang satu dirham! Maka ia berikan uang hasil penjualan alat
tenunnya. Kini ia tak memiliki apa-apa lagi.

Sesampai di rumah dikabarkan kepada istrinya peristiwa yang terjadi.
Meski kecewa tapi istrinya memahami dan bersabar. Dikumpulkan perkakas
rumah tangga sederhana yang masih tersisa, lalu dibawa suaminya untuk
dijual kembali, ternyata kemana-mana tidak laku.

Kemudian ia berpapasan dengan laki-laki yang membawa ikan yang menebar
bau busuk. Orang itu berkata kepadanya, "Engkau membawa sesuatu yang tak
laku demikian juga dengan aku, maukah kita bertukar barang dagangan?"
Lalu iya mengiyakan.

Sesampai d irumah, diminta istrinya untuk bertawakal kepada Allah dan
segera memasak. "Istriku, segera masaklah ikan busuk ini, kita hampir tak
berdaya karena lapar!"

Namun apa yang terjadi ketika istrinya membelah ikan tersebut, dari
perutnya keluar benda yang ternyata itu adalah mutiara. Dibawanya ke
tempat kawannya seorang pedagang perhiasan, ternyata kawannya tersebut
berani membeli mutiara itu dengan harga empat puluh ribu dirham!.

Turn to Allah He's never far away
Put your trust in Him, raise your hands and pray
Insya Allah we'll find our way.....
We'll find our way.
Insya Allah, insya Allah ada Jalan!






Redaktur : Heri Ruslan
sumber : REPUBLIKA.CO.ID,

05 September 2013

Cara Mempersatukan Umat Islam Secara Sederhana

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Oleh M. Ashabus Samaaun
Narator M. Alie Marzen


Sebelumnya mohon maaf bila judul ini terkesan membingungkan atau malah membuat anda penasaran. Perpecahan Umat islam hari ini adalah masalah yang paling momok dalam perjuangan umat islam menegakkan kedamaian dimuka bumi. Sebenarnya masalah itu bukan berasal dari agama tapi berasal dari umat islam sendiri yang menuruti emosional dan ego masing masing. masing-masing merasa benar sendiri sambil menjelek-jelekan golongan yang lain. Sebenarnya masalah umat islam itu kebanyakan sepele, namun umat islam saling menyikapi dengan idealisme dan sikap berlebihan. Sehingga percikan api kecil menjadi besar. Semacam sholat subuh yang ini pakai qunut yang itu tidak ternyata hal itu sudah menjadi bahan perselisihan tanpa ujung. Padahal itu adalah masalah fikih bukan masalah pokok (aqidah). sebenarnya kalau ditinjau dari pemahaman yang benar, ibadah terserah masing-masing mau ikut mazhab yang mana tetapi yang penting lurus niat karena Allah. itu sudah cukup meminimalisir perselisihan umat islam hari ini jika tiap golongan mau berpikir seperti itu.

Mengenai hal itu Ada sebuah nasehat yang inspiratif dari Bpk. Ust. Ashabus Samaaun tentang hal ini :
"Masalah umat islam hari ini sebenarnya sepele,  semacam beda warna pakaian, karena perselisihannya tidak menyangkut masalah akidah, hanya masalah fikih. Jika mereka mau bersatu sebenarnya itu mudah, tidak usah banyak dalil nanti malah keblinger sendiri ! Solusinya hanyalah CARI PERSAMAANYA BUKAN CARI PERBEDAANNYA. ya memang manusia itu dari wajahnya otomatis tiap individu berbeda apalagi masalah agama. misalnya kita cari persamaannya semacam kita sama-sama manusia makhluk Allah, Kita sama-sama umat islam, kita sama-sama makan pernah berbuat salah, kita sama-sama pendosa, kita sama-sama makan nasi, kita sama sama mengeluarkan kotoran dan sebagainya. Sehingga tidak timbul rasa bangga diri yang merupakan otak perpecahan itu sendiri. Apakah Ide ini cukup logis menurut anda? jika kurang puas silahkan koment dibawah postingan ini :). hehehe.

4 langkah menjadi seorang “Leader/Modelman Muslim”

Oleh : M. Ashabus Samaa'un

Ada  sebuah  catatan  menarik  dari  pertemuan  antara  Anis  Matta  dan  Dr.  Boyke. Dari  beberapa  kalimatnya,  Dr.  Boyke  berkata,  "Saya  baru  bertemu  ustadz  seperti  ini. Ternyata dalam Islam ada juga yang seperti ini!" Ungkapan yang terakhir, ada anggapan bahwa  seolah-olah  Islam  hanya  mengurusi  bagaimana  cara  orang  masuk  surga  dengan ibadah-ibadah mahdhoh. Islam  lebih  dari  itu,  bahkan  mungkin  di  luar  bayangan  orang-orang  yang  sudah mengenal Islam sekalipun. Proses pengembangan diri dalam kacamata Islam diilhami akan adanya  rekonstruksi  (pembangunan  ulang)  dari  manusia-manusia  yang  berada  di  zaman pasca  keberadaan Rasulullah  di  medan  revolusi  peran  manusia  di  dunia.  Dalam  kondisi perubahan peradaban manusia, diperlukan         kekuatan-kekuatan yang  dapat mengimbanginya. Konsep-konsep pengembangan  diri yang dalam Agama  Islam berorientasi  pada  pembentukan  pribadi  Muslim  yang  berkarakter  kuat,  lahir  sebagai "manusia baru" yang membawa pencerahan pada peradaban Islam.

Dalam hal itu terdapat 4 hal penting dalam membentuk diri sebagai seorang calon model (panutan) bagi umat manusia khususnya umat islam. Yaitu :

Pertama, Untuk  menjadi  manusia Muslim  yang  bisa  diandalkan  pada  abad  ke-21  harus  memenuhi  tiga  kualifikasi,  yaitu afiliasi, partisipasi, dan konstribusi.

Afiliasi adalah kita memahami dengan baik mengapa kita  memilih  Islam  sebagai  agama  dan  jalan  hidup.  Dengan  afiliasi,  manusia  diharapkan mempunyai  kecenderungan  terhadap  sesuatu,  yaitu  wilayah  nilai  Islam  sehingga  dapat menjadi  pribadi  yang  saleh.  Saleh  secara  pribadi  dapat  dibentuk  melalui  komitmen terhadap akidah, metodologi, dan sikap/akhlak. Setelah dapat saleh secara pribadi  memberikan  kualifikasi  partisipasi.  Dalam  hal  ini,  manusia  dapat  mensalehkan orang lain karena dia sudah bisa mensalehkan pribadinya. Kualifikasi yang terakhir adalah konstribusi, yaitu manusia Muslim abad ke-21 haruslah mempunyai spesialisasi dalam satu bidang keilmuan/profesi. Spesialisasi yang dimaksud adalah spesialisasi dalam pemikiran, kepemimpinan, profesional, dan keuangan.

Kedua, Selanjutnya untuk menjadi model manusia abad ke-21 kita perlu memiliki konsep diri yang jelas.

Sehingga kita akan mempunyai orientasi yang jelas  dalam  melakukan  pengembangan  diri.  Dalam  pengenalan  diri  ini,  mengambil ungkapan Ibnul Qoyyim bahwa untuk mengenal diri diperlukan pengetahuan tentang Ma'rifatulläh dan Ma'rifatunnäs . Dengan kedua pengetahuan ini manusia mempunyai orientasi/tujuan hidup, dan mengetahui cara mencapainya. Tingkatan konsep diri  adalah aku diri (di sini manusia memandang dirinya apa adanya seperti yang dia pahami); aku sosial (pada tingkatan ini manusia adalah sesuai anggapan orang lain); dan aku ideal (yaitu tingkatan dimana manusia pada kondisi seperti yang dia inginkan). Untuk  menjadi  manusia  Muslim  abad  ke-21  yang  secara  otomatis  telah  melalui  'seleksi   alam'  kita   perlu   merencanakan   pengembangan diri.  Sehingga tantangan- tantangan dakwah sekeras dan seberat apa pun dapat diatasi. Berbekal pemahaman akan diri dengan  berlandaskan  pada  pemahaman  syari'at  akan  melahirkan  kemampuan  untuk mengembangkan diri secara optimal. Mengambil Qur'an surat Al Hasyr ayat 18, yang berbunyi "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Bisa didefinisikannya sebagai perintah untuk merencanakan hari esok yang diiringi dengan ketakwaan sebagai landasan syar'i untuk melakukan pengembangan diri. Maksud Tafsir ayat ini secara tersirat adalah, "Ekspresi yang paling kuat dari bertakwa adalah merencanakan pengembangan diri kita untuk hari esok/masa depan".

Ketiga, Membuat Analisis Swot

Kemudian juga Analisis  SWOT  yang  biasa  digunakan  pelaku  manajemen  berlaku pula untuk  membuat  SWOT  pribadi.  Dengan analisis SWOT,  pribadi Muslim akan mengetahui titik kekuatan dan kelemahan sekaligus peluang untuk diambil dan ancaman yang harus diantisipasi. Hal  yang  cukup  berpengaruh  dalam  proses  pengembangan  diri  adalah  adanya motivasi  dan  kemauan  untuk  menujunya.  Bisa didefinisikan sebagai  kemauan  sebagai tenaga jiwa, sehingga untuk membangun kemauan kita 'hanya' butuh manajemen tenaga. Manajemen  itu  meliputi  bagaimana  kita  dapat  mengumpulkan  tenaga,  menggunakannya dan  mengembalikan  tenaga  yang  telah  dimanfaatkan  sebelumnya  sehingga  kita  dapat mengantisipasi hadirnya kejenuhan. Proses  pengembangan  diri  berlanjut  pada  mengembangkan  kemampuan  berpikir. Pikiran itu seperti  tanah.  Bibit yang Anda  tanam  didalamnya adalah  motivasi.  Yang  tumbuh dari bibit tersebut adalah perilaku. Anda tidak dapat sembarangan menanam bibit pada sembarang tanah.  Anda harus mengapling terlebih dahulu tanahnya dan mengetahui tanaman yang cocok untuk pikiran seperti ini.

Keempat, Melatih kemampuan berpikir cepat dan peka keadaan

Kita harus melatih kemampuan berpikir karena kemampuan  berpikir  merupakan  salah  satu  dari  nilai-nilai  dasar  untuk  menjadi orang  multidimensi  di  samping  mentalitas  yang  luar  biasa,  karakter  yang  seimbang,  dan kondisi  fisik  yang  mendukung.  Dengan  mengembangkan  kemampuan  berpikir,  manusia dapat hidup di mana-mana, terlepas dia sebagai juru dakwah, mahasiswa, pengusaha, atau bagian dari masyarakat. Kemudian juga seorang muslim tidak akan mempunyai sikap kepedulian jika kemampuan berpikirnya tidak berkembang dan hanya memikirkan keadaan sendiri. Oleh karena itu sikap berpikir secara cepat dalam memahami lingkungan sekitarnya adalah salah satu faktor besar untuk mendorong manusia melakukan amal shalih atau sebuah kepedulian kepada sesama yang membutuhkan. Selain itu dengan memahami keadaan sekitar dengan baik maka kita akan mudah menyesuaikan diri dalam pergaulan dimasyarakat. Hal itu adalah salah satu faktor besar untuk memperoleh tempat untuk memperluas jangkauan sebagai seorang pendakwah atau pembangun umat.

Refrensi :

-          Buku Modelman muslim karya Anis Matta.

-          Jurnal almanar edisi 1 tahun 2004

Wallahu'alam

 

PENDIDIKAN ISLAM : MASALAH KENAKALAN REMAJA DAN SEKELUMIT SOLUSINYA

Oleh : Muhammad A. Samaa'un

MASALAH REMAJA

Remaja bukan anak-anak tetapi juga bukan orang dewasa. Mereka punya
pola pikir seperti orang anak-anak akan tetapi mempunyai kondisi
fisik dan emosional layaknya orang dewasa . Bisa diartikan begini jika
seorang remaja mempunyai masalah maka mereka merespon masalah itu
seperti orang dewasa seperti dengan indikasi stress bingung, pusing
mendramatisir dan sebagainya berbeda sekali dengan anak-anak jika
mereka terkena masalah mereka hanya bisa menangis dan sesudah itu
selesai seakan-akan tak pernah kena masalah. Namun berbeda dengan
remaja jika mereka terkena masalah lalu mereka tidak bisa
memecahkannya mereka akan frustasi, jika akhlak mereka tidak dibimbing
dengan agama yang benar maka pelampiasannya kedalam hal-hal yang
negatif seperti merokok, mabuk, mengkonsumsi narkoba,dsb. Biasanya ada
beberapa penyebab munculnya masalah yang akhirnya mempengaruhi
kehidupan remaja kita:
1. Tuntutan sekolah dan frustasi
2. Pikiran-pikiran dan perasaan negatif tentang diri sendiri.
3. Perubahan pada tubuh (fisik dan emosional)
4. Masalah dengan lingkungan dan teman sebaya atau mungkin semacam
teman dekat (pacar)
5. Perpisahan dan perceraian orang tua.
6. Penyakit kronis yang dialami.
7. Meninggalnya orang-orang yang disayangi.
8. Perpindahan ke komunitas yang baru.
9. Pindah sekolah.
10. Terlalu banyak aktivitas atau harapan-harapan yang terlalu tinggi.
11. Masalah finansial ( Ekonomi )keluarga.
12. 1001 masalah yang membebani jiwa mereka, sementara mereka tidak
mampu mengatasinya sendiri.


Beberapa remaja menjadi terbebani dengan berbagai masalah tersebut
diatas. Beberapa tindakan yang dilakukan remaja ketika mengalami
masalah:
• Mengasingkan diri.
• Lepas kontrol/melakukan tindakan kriminal
• Menyalahkan orang lain.
• Mudah menyerah
• Gampang Emosional



SOLUSI KENAKALAN REMAJA

Oleh karena terlalu maraknya tindakan kriminal dewasa ini dan 'tokoh
utamanya' adalah remaja. Maka tidak heran lagi semua masalah itu
sebenarnya berawal dari lingkungan keluarga yang tidak peduli dengan
keadaan mereka / sibuk dengan urusan bisnis, orang tua acuh tak acuh
dengan kondisi psikis mereka, belum lagi bekal ilmu agama yang sangat
kurang. Sebenarnya mereka melakukan tindakan kriminal bukanlah sebab
kemauan mereka. Mereka melakukan semua itu hanyalah sebagai
pelampiasan supaya mereka ada yang memperhatikan keberadaan mereka dan
peduli dengan nasib mereka. Istilahnya cari-cari perhatian walaupun
caranya salah. Karena dilingkungan keluarga mereka tidak mendapatkan
kasih sayang yang seharusnya. Sehingga mereka melakukan tindakan
kriminalisme sebenarnya hanyalah untuk mendapatkan perhatian dari
lingkungan mereka. Beberapa solusi yang mungkin bisa mengurangi angka
kriminal oleh para remaja dewasa ini adalah :

Pertama, Pembekalan Ilmu Agama. Ilmu agama sangat penting sekali untuk
membentuk mental dan kejiwaan manusia sehingga meluruskan perilaku
mereka sesuai fitrah yang dikehendaki Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu
bekal ilmu agama yang cukup sangat penting untuk membentuk kejiwaan
mereka sehingga mereka menjadi manusia bermental stabil dan bertakwa
kepada Allah SWT ketika menginjak usia dewasa kelak.

Kedua, Kemudian tak kalah pentingnya adalah perhatian dari kedua orang
tua kepada mereka, diharapkan supaya orang tua menjadi tempat curahan
uneg-uneg yang membelenggu benak mereka yang bila tak terarahkan akan
menjadi racun bagi pikiran mereka untuk kemudian menjadi pendorong
melakukan tindakan kriminal sebagai bentuk protes terhadap lingkungan
mereka yang tidak mau memperhatikan mereka. Menjadi orang tua itu
susah-susah gampang. Bagi mereka yang mempunyai anak remaja pasti
banyak mengeluh tentang kebandelan anak-anak mereka. Itu amat wajar.
Karena masa ini adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa
sehingga mereka bermental sangat labil dan mudah terpengaruh
emosional. Orang tua tidak perlu memaksa anak melakukan ini dan itu.
Hanya perlu diarahkan dan disadarkan pelan-pelan supaya ia mengerti
dan dapat meluruskan perilakunya dan terbiasa dengan hal-hal yang
baik. Tidak kalah penting adalah perhatian dan pendidikan islam sejak
dini dari lingkungan keluarga. Karena jika anak terbiasa dengan
ilmu-ilmu dan tradisi agama yang baik maka kelak ia remaja akan selalu
berpikir dua kali untuk melakukan hal yang sekiranya bertentangan
dengan agama. Pendidikan agama yang dimulai setelah anak menginjak
usia remaja maka itu akan lebih sulit dicerna pemikiran mereka. Karena
mereka berpikir bahwa kebebasan itu perlu mereka dapatkan karena
mumpung masih muda, mereka bahkan bisa menganggap agama itu hanya
sekedar 'ceramah' yang masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Itu
karena perkembangan emosional mereka jauh lebih besar daripada akal
pemikiran mereka. Sedangkan jika ilmu agama dibekalkan kepada anak
sejak dini maka insyaAllah ilmu agama akan menjadikan jiwanya lurus
sampai ia berumur dewasa kelak.

Ketiga, Partisipasi dari pihak-pihak sekolah dan tokoh masyarakat
sekitar untuk bisa memberi motivasi-motivasi yang berharga untuk
kehidupan mereka dan memberikan bekal ilmu dan akhlak yang cukup
kepada remaja. Kemudian juga diharapkan pihak sekolah dan masyarakat
mau meluangkan waktunya setelah jam pulang sekolah untuk memberikan
kegiatan-kegiatan ekstra yang bersifat mendidik jiwa sosial dan mental
mereka. Bahkan lebih penting lagi kajian-kajian agama yang mungkin
dapat memberikan solusi bagi masalah mereka.

Karena seperti kata pepatah "kejahatan terjadi karena niat dan
kesempatan". Umur seusia remaja adalah umur yang sangat banyak
lowongnya dibandingkan dengan sibuknya. Jika mereka mengalami
kebosanan maka yang terjadi menggunakan waktu lowong mereka untuk hal
yang menyimpang, mungkin mereka anggap itu hiburan padahal dampaknya
buruk bagi dirinya dan lingkungannya. Karena kita pahami seorang
remaja mempunyai mental pola pikir anak-anak namun respon emosionalnya
seperti orang dewasa sehingga mereka berpikir sekali saja untuk
melakukan sesuatu tanpa memandang sebab akibatnya.

Mengambil sebuah nasehat dari seorang ulama besar islam mengatakan
bahwa barangsiapa tidak tersibukkan waktunya untuk kebaikan maka
niscaya ia akan tersibukkan dengan hal-hal yang munkar atau minimal
hal yang sia-sia. Oleh karena masa remaja adalah sebuah masa paling
'indah' dan bahagia serta penuh kebebasan maka bila tidak terarahkan
dengan benar maka yang terjadi adalah mereka melampiaskan waktu mereka
yang lowong untuk hal yang tidak bermanfaat bahkan merusak diri
sendiri dan lingkungan sekitarnya. Manusia dikaruniai fisik yang kuat
dan masa yang bebas dan kehidupan yang paling senang (tanpa masalah)
adalah pada saat ia menginjak usia remaja. Akan tetapi semua itu hanya
terror bagi masyarakat bila moral remaja rusak. Oleh karena itu
seyogyanya kita umat islam peduli dengan masalah mereka. Karena mereka
adalah penerus umat islam untuk kedepannya.

Wallahu'alam


Refrensi berbagai sumber

Syair Islam : Dunia Anak Punah

DUNIA ANAK PUNAH
Oleh : Muhammad Ashabus Samaa'un
(Pembina majelis ashabul muslimin)


hai kawanku
tentang kerinduanku
dan tentang keluh kesahku
tentang masa lalu
pernah ku melihat
dunia yang tertinggal
dunia yang penuh
dengan kenangan
alam yang penuh kedamaian
dunia penuh kegembiraan
dunia bermain tanpa beban
dunia anti permasalahan
dunia anak-anak penuh keceriaan
adalah surga dunia yang penuh kebebasan
kini semua itu berganti dengan penjajahan
berganti dengan penindasan
kepada jiwa-jiwa polos
yang bersih dari syahwat dan dosa


akankah kita peduli
dengan dunia anak yang tlah pergi
akankah kita peduli
dunia yang penuh kegembiraan
Hilang ditelan globalisasi
akankah kita peduli
dunia anak-anak musnah
ditelan perubahan zaman
akankah kita biarkan
dunia yang penuh kebebasan
ditindas peradaban zaman
mengapa kita biarkan
dunia anak punah
bersama zaman edan


sadarkah... sadarkah dari mana kau berasal
bukankah dari dunia itu kau berasal
mengapa kau tidak pedulikan
dan lebih terlena dengan kemajuan zaman
yang merusak moral dan peradaban
yang memusnahkan jati diri bangsa ini

anak kecil dulu bernyanyi gembira ria
anak kecil sekarang doyan lagu cinta
anak dulu bermain boneka-bonekaan
atau gundu dan mainan layangan
anak sekarang mainan hape sambil galau sms-an
anak dulu habis mahrib rajin mengaji
anak sekarang santapannya televisi
setiap hari menyajikan gaya hidup gengsi
juga mengajari otak mesum dan anarki
apalagi yang udah kenal facebook
chatingan semalam suntuk
siangnya tidak belajar malah ngantuk


cobalah bertanya akibat semua itu
buah peradaban modernisasi jaman
kecil kecil dah tahu pacaran
kecil kecil dah tahu cium ciuman
kecil kecil dah tahu gitu gituan
anak kecil berotak mesum
masih kecil dah kaya brandalan
perilakunya tidak karuan
sungguh memprihatinkan
dunia anak tlah punah
dunia anak tlah musnah
Dunia anak telah pergi
dunia anak tinggal kenangan
dunia anak tinggal cerita
kini semua hilang
kini semua pergi
hilang bersama perubahan zaman
hilang bersama masa lalu
hilang bersama sang waktu
hilang bersama hancurnya moral
sungguh hal yang menyedihkan.


wallahu'alam

Syair Umum : Biarkan Ku Berjalan Sendiri

Biarkan Ku Berjalan Sendiri
Oleh : Muh. Alie Marzen

biarkan kuberjalaan
diatas kesunyian
biarkan aku melupakan kenangan
biarkan kuberjalan
diatas kedamaian
walau hanya
ditemani kesendirian

kusadari semua
kini telah berubah
segala indah kurasa telah pergi
segala kebersamaan
tlah hilang bersama
masa lalu tertinggal


Biarkan biarkan biarkan
kumenatap menatap bayangan
sambil melupakan semua
yang tlah pergi
takkan pernah aku
ingat lagi
semua yang terjadi

Kutakpernah berharap
dirimu kan kembali
hingga sampai nanti
biarkan kusendiri
kutak pernah berharap
seorangpun kan mengerti
segala kisah hidupku ini
aku adalah sang penyendiri
di tengah kehidupan gelap gulita ini




ttd.
M. Alie Marzen
(Admin situs ashabul-muslimin.tk)

12 Juli 2013

Amalan Wanita Haid atau Nifas di Bulan Ramadhan

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Islam tidaklah melarang umatnya untuk beribadah, selama tidak melanggar aturan. Karena setiap manusia dituntut untuk menjalankan ibadah selama hayat masih dikandung badan. Allah menegaskan dalam firman-Nya,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu Al-Yaqin.” (QS. Al-Hijr: 99)

Para ulama tafsir sepakat bahwa makna Al-Yaqin pada ayat di atas adalah kematian.

Tak terkecuali wanita haid. Islam tidaklah melarang mereka untuk melakukan semua ibadah. Sekalipun kondisi datang bulan, membatasi ruang gerak mereka untuk melakukan amalan ibadah. Wanita haid masih bisa melakukan amalan ibadah, selain amalan yang dilarang dalam syariat,

ridha adalah sikap pertama yang harus dibangun. Sikap ridha adalah bagian dari amal shalih, bahkan termasuk diantara amal shalih yang paling agung.

Terkait dengan amalan-amalan praktis bagi wanita yang sedang haid di bulan Ramadhan, maka hadis riwayat 'Aisyah yang menangis karena haid sebelum Manasik Haji mengisyaratkan bahwa Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam merekomendasikan semua amal shalih yang bisa dilakukan wanita selama bukan amal-amal yang memang dilarang Syara'. Pintu-pintu amal shalih sesungguhnya sangat banyak, namun berikut ini akan disajikan sejumlah amal shalih penting yang bisa dilakukan wanita haid/nifas di bulan Ramadhan.

Pertama; Melakukan Khidmat (pelayanan/membantu) orang lain, terutama orang yang berpuasa

Sesungguhnya Khidmat, seremeh apapun adalah amal shalih. Dalil yang menunjukkan Khidmat adalah amal shalih adalah hadis berikut ini;

Dari Jabir bin Abdullah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap kebaikan adalah sedekah. Dan di antara bentuk kebaikan adalah kamu menjumpai saudaramu dengan wajah yang menyenangkan. Dan kamu menuangkan air dari embermu ke dalam bejana milik saudaramu." (H.R.At-Tirmidzi)

Menuangkan air pada bejana saudara adalah jenis Khidmat (pelayanan). Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam menyebutnya termasuk Ma'ruf sebagaimana berwajah ramah juga disebut Ma'ruf. Sesuatu yang disebut ma'ruf adalah amal shalih, sehingga bisa dikatakan Khidmat adalah amal shalih.

Lebih utama lagi jika yang dilayani adalah orang yang berpuasa, karena melayani orang yang berpuasa dan meringankan pekerjaan/kesusahan mereka bisa membuat yang melayani mendapatkan ganjaran sebagaimana orang yang berpuasa. Imam Muslim meriwayatkan;

Dari Anas radliallahu 'anhu, ia berkata; Dulu kami pernah bepergian bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan di antara kami ada yang melaksanakan puasa dan ada pula yang tidak berpuasa. Kemudian di hari yang sangat terik itu kami berhenti di suatu tempat dan orang yang bisa berteduh hanyalah orang yang mempunyai pakaian, bahkan di antara kami ada orang berlindung dari sinar matahari hanya dengan tangannya saja. Maka orang-orang yang berpuasa pun berjatuhan. Maka orang yang tidak berpuasa bangkit, kemudian mendirikan tenda dan memberi minum hewan tunggangan mereka. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Hari ini mereka yang berbuka telah menuai pahala." (H.R. Muslim)

Dalam riwayat tersebut dikisahkan bahwa dalam safar yang dilakukan Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam dan Shahabat-Shahabatnya, orang-orang yang tidak berpuasa melakukan Khidmat (pelayanan) kepada yang tidak berpuasa maupun yang berpuasa dengan mendirikan tenda dan memberi minum air hewan tunggangan. Lalu Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam memberi tahu bahwa mereka yang tidak berpuasa dan melakukan Khidmat itu menuai pahala. Maka hal ini menjadi dalil bahwa Khidmat adalah amal shalih terutama sekali jika yang dilayani adalah orang-orang yang berpuasa.

Dari sini, bukankah hal yang mudah bagi wanita melakukan Khidmat dengan cara menyiapkan makan sahur dan berbuka, berbelanja untuk kebutuhan makan, mengasuh anak, membersihkan rumah, mencucui, menyetrika dan sebagaianya? Semua hal tersebut jika dilakukan karena Allah tidak akan sia-sia karena, khidmat termasuk amal shalih dan bahkan wanita bisa mendapatkan pahala yang setara dengan yang berpuasa jika dia melakukan khidmat kepada orang yang berpuasa.

Kedua; mendorong orang lain beramal shalih

Mendorong orang lain beramal shalih termasuk amal shalih dan membuat pelakunya mendapatkan pahala sebagaimana orang yang beramal shalih tersebut. Dalil yang menunjukkan adalah hadis berikut ini;

Dari Abu Mas'ud Al Anshari dia berkata, "Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata, "Wahai Rasulullah, jalan kami telah terputus karena hewan tungganganku telah mati, oleh karena itu bawalah saya dengan hewan tunggangan yang lain." Maka beliau bersabda: "Saya tidak memiliki (hewan tunggangan yang lain)." Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang berkata, "Wahai Rasulullah, saya dapat menunjukkan seseorang yang dapat membawanya (memperoleh penggantinya)." Maka beliau bersabda: "Barangsiapa dapat menunjukkan suatu kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya." (H.R. Muslim)

As-Shon'ani menjelaskan maksud lafadz "menunjukkan". Sebagai berikut;

"Menunjukkan bisa dilakukan dengan cara memberi saran kepada orang lain untuk melakukan kebaikan, atau memberitahu orang yang ingin melakukan kebaikan untuk mendatangi orang tertentu, atau memberi nasehat, memberi peringatan, ataumengarang buku yang mengandung ilmu bermanfaat". (Subul As-Salam vol.4 hlm 170)

Oleh karena itu wanita haid yang membangunkan orang lain untuk sahur dan berpuasa maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang sahur dan berpuasa, wanita haid yang membangunkan orang lain untuk shalat shubuh maka dia mendapatkan pahala seperti shalat shubuh, wanita haid yang mendorong orang lain Tilawah/membaca Al-Qura'n, mencari ilmu, shilaturrahim, shodaqoh dll dia akan mendapatkan pahala sebagaimana pelaku amal shalih tersebut.

Ketiga; menjamu berbuka

Orang yang menjamu orang lain untuk berbuka, akan mendapatkan ganjaran sebagaimana yang didapatkan orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun. At-Tirmidzi meriwayatkan;

Dari Zaid bin Khalid Al Juhani berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun" (H.R. At-Tirmidzi)

Sampai di sini, bukankah tampak betapa besar karunia Allah yang diberikan kepada wanita? Dia tidak ikut lapar dan dahaga, tetapi peluangnya mendapatkan ganjaran sama persis seperti orang yang berpuasa dan yang beramal shalih yang lain. 

Keempat; memperbanyak istighfar dan shodaqoh

Secara khusus Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam merekomendasikan wanita agar memperbanyak istighfar dan shodaqoh karena beliau diperlihatkan bahwa wanita adalah penghuni neraka yang paling banyak. Saran Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam ini hendaknya mendapat perhatian lebih para wanita, karena Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam adalah insan yang paling tahu sesuatu yang paling menyelamatkan umatnya di akhirat. Istighfar dan Shodaqoh lebih layak diperhatikan dibulan Ramadhan karena bulan ini adalah bulan yang paling mulia diantara seluruh bulan. Imam Muslim meriwayatkan;

Dari Abdullah bin Umar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan perbanyakkanlah istighfar. Karena, aku melihat kaum wanitalah yang paling banyak menjadi penghuni Neraka." (H.R. Muslim)

Kelima; memperbanyak Dzikir

Wanita dianjurkan memperbanyak dzikir baik dengan lisan maupun dengan hatinya. Diantara dalil yang menunjukkan keutamaan Dzikir adalah firman Allah;

"Ingatlah Aku, niscaya aku akan mengingatmu" (Al-Baqoroh; 152)

Diantara lafadz dzikir yang bisa diistiqomahkan adalah lafadz yang diajarkan Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam dalam hadis berikut ini;

Dari Abu Hurairah menuturkan; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan disukai Arrahman, Subhanallah wabihamdihi dan Subhaanallahul 'azhiim." (H.R. Bukhari)

Keenam; memperbanyak doa

Doa adalah ibadah. Ibadah termasuk amal shalih. Seorang wanita bisa memperbanyak doa di bulan ramadahan, baik doa Ma'tsur (diriwayatkan) maupun doa Mashnu' (dibuat sendiri), dengan bahasa Arab maupun bahasa kaum. Diantara Nash yang menunjukkan keutamaan Doa adalah hadis berikut ini;

Dari An-Nu'man bin Basyir dari nabi SAW beliau bersabda; Doa adalah ibadah (H.R. Abu Dawud)

Terutama sekali berdoa pada sepertiga malam terakhir dan waktu antara Adzan dengan Iqomah, karena waktu tersebut adalah waktu mustajab. Bukhari meriwayatkan;

Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Rabb Tabaaraka wa Ta'ala kita turun di setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman: "Siapa yang berdo'a kepadaKu pasti Aku kabulkan dan siapa yang meminta kepadaKu pasti Aku penuhi dan siapa yang memohon ampun kepadaKu pasti Aku ampuni". (H.R.Bukhari)

Dari Anas bin Malik dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "tidak akan ditolak, do'a diantara adzan dan iqamat." (H.R.At-Tirmidzi)

Contoh doa yang bisa selalu diamalkan setiap mendengar adzan adalah sebagaimana yang diajarkan dalam hadis berikut ini;

Dari Jabir bin 'Abdullah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa berdo'a setelah mendengar adzan: ALLAHUMMA RABBA HAADZIHID DA'WATIT TAMMAH WASHSHALAATIL QAA'IMAH. AATI MUHAMMADANIL WASIILATA WALFADLIILAH WAB'ATSHU MAQAAMAM MAHMUUDANIL LADZII WA'ADTAH (Ya Allah. Rabb Pemilik seruan yang sempurna ini, dan Pemilik shalat yang akan didirikan ini, berikanlah wasilah (perantara) dan keutamaan kepada Muhammad. Bangkitkanlah ia pada kedudukan yang terpuji sebagaimana Engkau telah jannjikan) '. Maka ia berhak mendapatkan syafa'atku pada hari kiamat." (H.R. Bukhari)

Para Fuqoha sepakat pada tiga poin ibadah sebelumnya yaitu, istighfar, dzikir dan Doa tidak disyaratkan yang melakukan harus suci dari hadas baik hadas besar maupun hadas kecil. Artinya seorang wanita yang sedang haid, meskipun dia berhadas besar tidak ada larangan baginya untuk beristighfar, dzikir dan berdoa sepanjang waktu selama mampu.

Ketujuh: Tholabul 'Ilmi (mencari ilmu)

Mencari ilmu termasuk amal shalih yang bisa dilakukan wanita haid di bulan Ramadhan baik dilakukan dengan mendatangi majelis ilmu maupun mempelajari isi buku. Banyak Nash yang menunjukkan keutamaan mencari ilmu. Di bulan Ramadhan biasanya bertaburan banyak majelis ilmu. Namun, dalam memilih ilmu mana yang dikaji, pilihlah yang paling bermanfaat bagi dien, dan mulailah mempelajari ilmu-ilmu islam yang fardhu 'Ain terlebih dahulu. Allah berfirman;

Yang mendengarkan Perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka Itulah orang-orang yang mempunyai akal. (Az-Zumar; 18)

Selain amalan-amalan ini, wanita juga bisa melakukan amal shalih lain selain ibadah mahdhoh yang dinyatakan dan dipuji oleh Nash seperti Shobr, Hilm, Ziarah, Shilaturrahim, menjenguk orang sakit, Amar Ma'ruf Nahi Munkar, Siwak, Qoilulah, dan sebagainya. Bagi istri, perhebatlah bakti kepada suami di bulan Ramadhan, karena suami adalah surga dan nerakanya istri.

Untuk amalan pada saat 10 terakhir bulan Ramadhan dan lailatul Qodar, wanita yang sedang haid bisa melakukan amalan-amalan ibadah Mahdhoh yang tidak mensyaratkan kesucian dalam melakukannya seperti Istighfar,Dzikir, dan doa. Perbanyak pula doa yang diamalkan 'Aisyah ketika bertanya bacaan yang diucapkan jika tahu kapan lailatul Qodar. Ibnu majah meriwayatkan;

Dari ''Aisyah bahwa dia berkata; "Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku ketepatan mendapatkan malam lailatul Qodar, apa yang harus aku ucapkan?", beliau menjawab: "Ucapkanlah; ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pema'af mencintai kema'afan, maka ma'afkanlah daku." (H.R. Ibnu Majah).


Wa Allahu aA'lamu

08 Juli 2013

Syair Islam : Jangan kau khianati kekasihmu.

Syair Islam : Jangan kau khianati kekasihmu



bila bidadari surga kau buat kesal
karena kelakuanmu
berduaan dengan lawan jenis yang haram bagimu
maka jangan salahkan dia
jika dia mendo'akan kecelakaan bagimu
jangan berharap cintanya
bila kau membagi cinta kepada bukan seharusnya
jangan berharap kasih sayangnya
jika kau bermesraan
dengan lawan jenis yang belum halal hatinya

Bila kau berharap cinta sejati bidadari surga
Maka jangan kau korbankan waktumu
Untuk hal yang merugikan masa depanmu
Bidadari surga sangat rindu padamu
Dia ingin kau cepat pulang menemuinya
Disurga yang penuh damai dan bahagia
Tetapi karena ketidaksabaranmu menahan godaan dunia
Sehingga waktumu tertunda sangat lama menemu kekasihmu
Bahkan justru engkau akan menemu sengsara selama-lamanya
Jika kau melalaikan akhirat dan lebih memilih kehidupan dunia

(by M.A. Samaaun - Majelis Ashabul Muslimin)

Syair : Puisi Perpisahan Untuk Kawanku


Puisi Perpisahan Untuk Kawanku

 

angin yang dingin melambai sepoi-sepoi

sejukkan hariku yang dilanda sepi

aku ingin terbang tinggi melayang

ke langit luas yang tenang penuh bintang

tuk hilangkan sunyi yang membelenggu

 

kini kau hilang dari pandanganku

tinggalkan semua hari indahku

tinggalkan semua kenangan bersamaku

bila ku ingat masa yang berlalu

bersama sang waktu yang tlah kita jalani bersama

dalam suka duka maupun duka

Tapi kini semua tinggal angin lalu

kini sepi selalu menemani

di hari-hariku yang sunyi

 

Kucoba menatap langit

Untuk tenangkan jiwaku

Kucoba menatap bintang

Untuk menghibur hatiku

Kucoba menatap purnama

Tuk hilangkan sepiku

Tapi semua itu tak berarti

Jika tak ada dirimu disampingku

 

Perpisahan ini takdir-Nya

Semua ini harus kita hadapi apa adanya

Tapi jangan menyerah dalam keadaan

Aku akan tetap jadi diriku

Dan kamu meski jauh dariku

Tetaplah jadi dirimu

Karena bila nanti

kita bertemu lagi

Kau tetap teman sejatiku


(Oleh M. Abdurrahman)


Blog Archive