Motto "Lestarikan Budaya Luhur Islam"

08 Februari 2013

DAMPAK KERUSAKAN ZAMAN, ANAK SEKARANG PUBER LEBIH AWAL

Oleh : M. Ashabus Samaa'un

Dari sahabat Abdullah bin Mas?ud ra. Beliau menceritakan dalam sebuah hadits mauquf

"Bagaimana dengan kalian bila kalian diselimuti fitnah (ujian). Anak kecil tumbuh menjadi dewasa di dalam fitnah itu (puber lebih awal) . Orang tua pun menjadi pikun di dalamnya (mudah lupa dan lalai). Dan fitnah itu dijadikan tuntunan. Jika suatu hari fitnah (kejadian)  itu dirubah (oleh seseorang pandai alim),

dikatakan: ?Ini orang (yang berusaha memperbaiki keadaan) keluar dari kebiasaan (baca: nyeleneh, karena tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat waktu itu). Kapan hal itu terjadi? Yaitu ketika orang-orang yang dapat dipercaya di antara kalian menjadi sedikit. Pejabat-pejabat menjadi banyak. Orang-orang yang mendalam ilmunya menjadi sedikit. Suatu ilmu diperdalam tidak untuk (kepentingan) agama. Dan ketika dunia dicari dengan menggunakan amal akhirat.

(H.R. Abdurrazzaq)

Dari mukadimah hadits yang asing dan jarang dibahas dalam kajian-kajian agama umumnya ini. Ternyata memuat pelajaran dan hal-hal yang terjadi dengan jaman sekarang ini. Hadits ini adalah salah satu hadits yang menggambarkan tanda-tanda kiamat kecil. Yaitu pada saat itu kerusakan moral (fitnah) meraja lela, anak-anak dewasa lebih awal dalam fitnah itu, kemudian orang tuapun cepat menua rambutnya cepat memutih dan pikun atau mudah lupa dan lalai akan tanggung jawabnya sebagai orang tua. Kemudian kerusakan moral itu menjadi tren alias kebiasaan masyarakat umumnya. Jika ada seseorang alim yang berusaha mengubah keadaan itu, maka orang alim itu akan dicemooh dan dibilang nyeleneh karena dianggap sebagai hal diluar kewajaran manusia umumnya yang mungkin telah terlanjur gelap pikirannya sehingga tak mampu membedakan yang benar dan salah. Pada saat fitnah (kerusakan-kerusakan) itu terjadi akan dijumpai sedikitnya orang yang amanah terhadap jabatannya, pejabat-pejabt politik banyak sekali namun tak ada yang mumpuni mengurusi masalah rakyat kecil, dan orang-orang alim yang pandai agama semakin sedikit kemudian banyak orang mengkaji ilmu tapi masa bodoh dengan urusan agama islam, kemudian juga ketika fitnah itu terjadi banyak orang yang menjual agamanya untuk harta dunia yang sedikit. Sungguh wahai saudaraku, hadits ini adalah 'menyindir' tentang keadaan kita jaman sekarang. Naudzubillah.

Namun dalam pembahasan kali ini adalah kita akan membahas kajian yang ada kaitannya dengan kerusakan yang terjadi pada dunia anak-anak yaitu ketika anak-anak tumbuh menjadi dewasa dalam fitnah itu seperti tercantum dalam sebagian kalimat hadits diatas. Bisa diartikan bahwa anak-anak menjadi puber lebih awal, fisik mereka cepat besar namun kosong ilmunya kosong pikirannya mudah melanggar aturan dan gampang dipermainkan setan. Naudzubillah.

Berawal dari membaca sebuah berita kesehatan dari sebuah media diinternet, kemudian saya terinspirasi untuk menulis sesuatu yang mengganjal dalam pikiran saya. Berikut kutipan beritanya.

FAKTA BERITA, ANAK SEKARANG PUBER USIA DINI

Banyak Gadis 8 Tahun Sudah Puber

DARI KOMPAS.com — Dibandingkan dengan anak-anak generasi tahun 1990-an, anak-anak perempuan yang lahir di era tahun 2000 kini mengalami masa puber lebih cepat, yakni di usia 7-8 tahun, yang ditandai dengan pembesaran payudara. Hal tersebut paling nyata terlihat pada anak-anak perempuan di Amerika Serikat.

Para ahli menduga, hal itu berkaitan dengan meningkatnya tren obesitas yang memang berhubungan erat dengan perkembangan seksual yang lebih dini. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics. Dalam penelitian terhadap 1.200 anak perempuan usia 6-8 tahun di beberapa kota di AS itu, ditemukan para gadis cilik itu mengalami perkembangan payudara yang lebih cepat dibanding bocah seusianya dari generasi tahun 1990-an. Pemeriksaan dilakukan antara tahun 2004 dan 2006 oleh dokter anak perempuan atau para perawat. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak terjadi kesalahan dalam membedakan jaringan payudara dan jaringan lemak.

Hasil penelitian juga menemukan, anak perempuan kulit hitam (23,4 persen) dan Hispanic (15 persen) mengalami masa puber yang lebih dini dibanding anak kulit putih (10,4 persen) pada usia 7 tahun. Sedangkan di usia 8 tahun, hampir 43 persen anak kulit hitam dan 31 persen anak Hispanic sudah mengalami masa puber dibanding anak kulit putih yang hanya 18,3 persen.

Masa puber yang lebih cepat, baik yang ditandai oleh perkembangan payudara maupun masa haid, di kalangan anak-anak ini mendapat perhatian para ahli karena meningkatkan risiko kanker payudara.

Selain itu, perkembangan payudara yang terlalu dini bisa menyebabkan tekanan sosial dan psikologis pada anak-anak, selain juga mungkin gangguan dari teman sebayanya yang pria dan lebih tua.

"Anak-anak mungkin akan terlihat lebih dewasa, namun secara mental mereka tetap sama dengan anak berusia 7-8 tahun. Bahkan banyak yang mengalami kebingungan dengan perubahan seksual yang dialaminya," kata Herman Giddens, ketua penelitian.

Para ahli menyebutkan, perkembangan payudara lebih dini kebanyakan ditemui pada anak-anak yang kegemukan. Namun, para ahli juga meneliti contoh urine anak-anak itu untuk mengetahui kemungkinan adanya pengaruh bahan-bahan kimia yang hasilnya belum diketahui sampai saat ini.

Meski ada kecurigaan pengaruh bahan kimia, tetapi sejumlah penelitian menunjukkan kaitan erat antara pertambahan berat badan dan masa pubertas yang lebih dini. Karena itu, para orangtua disarankan untuk mewaspadai jika anak mereka memiliki tanda-tanda pubertas dini. "Orangtua dan dokter anak bisa bekerja sama untuk melakukan program nutrisi dan olahraga agar berat badan anak tetap terkontrol," kata Giddens.

KEMUDIAN BERITA KEDUA

Masa Pubertas Anak Laki-laki Sekarang Terjadi Pada Usia 6 Tahun

Posted: 29/01/2013

 

Dari Liputan6.com, Jakarta : Jika Anda selaku orangtua khawatir karena anak Anda bakal mengalami pubertas lebih awal, sepertinya hal seperti itu akan terjadi pada Anda.

Menurut sebuah penelitian, sekarang ini anak laki-laki mengalami pubertas lebih cepat dua tahun daripada anak laki-laki di masa lalu. Bahkan beberapa tanda-tanda mulai ditunjukkan bahwa anak berusia enam tahun akan mengalami pubertas lebih awal.

Para peneliti mengumpulkan data 4.000 anak laki-laki di seluruh AS dan mengungkapkan bahwa rata-rata anak laki-laki yang berkulit putih atau hispanik (kulit anak keturunan Spanyol) mengalami pubertas pada usia 10 tahun. Sedangkan untuk anak laki-laki berkulit hitam mengalami pubertas pada usia 9 tahun.

Peneliti yang berkerja di American Academy of Paediatrics mengatakan bahwa kecenderungan yang sama telah melihat kasus yang sama di negara lain, termasuk Inggris.

Sebesar sembilan persen dari anak laki-laki berkulit putih menunjukkan beberapa mengalami pubertas awal pada usia 6 tahun. Hal demikian juga terjadi pada sebanyak 20 persen anak laki-laki berkulit hitam dan 7 persen anak laki-laki Hispanik.

Secara keseluruhan, rata-rata usia masa pubertas anak laki-laki lebih awal 18 bulan dari pada anak laki-laki yang tumbuh dan berkembang di tahun-tahun silam.

Hal ini membuat para orangtua harus cepat menyadari kalau anak-anaknya mengalami pubertas lebih awal sehingga para orangtua dapat membantu anak-anak secara emosional untuk mempersiapkan perubahan yang datang pada masa awal pubertas.

Dokter menganggap umumnya pubertas dini dimulai pada usia 8 tahun untuk anak perempuan dan usia 9 tahun untuk anak laki-laki.

Masalah-masalah seperti kelainan tiroid dan tumor otak telah dikaitkan dengan pubertas dini. Tapi, anak laki-laki dengan kondisi medis yang cukup kronis atau yang menggunakan obat-obatan yang dapat mempengaruhi pubertas dikeluarkan dari penelitian.

Sedangkan untuk anak perempuan yang mengalami pubertas dini telah dikaitkan dengan peningkatan untuk mengembangkan kanker payudara.

"Jika memang benar bahwa anak laki-laki mulai mengalami pubertas lebih awal, masih belum jelas apakah hal-hal negatif dapat terjadi atau memiliki implikasi jangka panjang," kata Adelman, seorang anggota komite American Academy of Pediatrics, seperti dikutip Dailymail, Selasa (29/1/2013)

Pembesaran testis terlihat pada 9 persen anak laki-laki berkulit putih yang mengalami pubertas dini pada usia 6 tahun serta 20 persen pada anak laki-laki berkulit hitam dan 7 persen pada anak-anak laki Hispanik.

Selain itu, pertumbuhan rambutan kemaluan merupakan satu tanda awal terjadinya pubertas dini yang dimulai sekitar satu tahun setelah terjadinya pemebsaran testis pada semua kelompok anak-anak laki.

Sedangkan untuk anak perempuan, pertumbuhan payudara adalah tanda awal yang terjadi pada 10 persen anak perempuan kulit putih berusia 7 tahun serta 23 persen pada anak perempuan berkulit hitam dan 15 persen pada anak perempuan Hispanik.

Menurut ahli endokrinologi pediatrik dari University of Chicago, Dr Dianne Deplewski mengatakan kalau penelitian tersebut masih belum sempurna. Tapi, pihaknya masih terus mencari hasil yang terbaik sampai saat ini. (Adt/Igw)

KEMUDIAN BERITA KETIGA

Masa Puber Anak Perempuan Kini Dimulai pada Usia 6

Pubertas pada anak laki-laki juga maju dua tahun.

Anda Nurlaila

Kamis, 1 November 2012, 10:35 WIB

Kelebihan berat badan pada anak juga disebut pemicu pubertas dini.  

 

Dari VIVAlife - Dengan rambut kuncir kuda dan berpakaian seragam, Atlanta Carson adalah gadis kecil yang terlihat gembira menuju ke sekolah. Hobi gadis kecil berusia delapan tahun ini juga sangat biasa, bermain boneka, rumah-rumahan dan lompat tali.

Tapi siapa sangka dia telah mengalami tanda-tanda pubertas. Rambut-rambut halus mulai tumbuh di bawah lengan dan kelaminnya. Pada saat anak seusianya berpelukan saat bermain dengan sang ibu, Atlanta memeluk ibunya dengan alasan lain: mengalami kecemasan pra menstruasi. Dia juga mengalami anemia, jerawat dan perubahan suasana hati menjelang menstruasi tanpa paham apa yang terjadi pada tubuhnya.

Sang ibu, Emma, 32 tahun dari Stockport, mengatakan, "Atlanta baru berumur delapan tahun saat saya memandikannya dan melihat ada rambut kemaluan. Dan sebulan setelah itu Atlanta mendapat menstruasi pertamanya.

"Saat pertama kali menstruasi, emosinya belum siap, Atlanta berkata, 'Saya tidak suka, Bu. Kapan ini berhenti'. Ucapannya membuat saya patah hati," katanya seperti dikutip Daily Mail.

Studi di seluruh dunia menunjukkan waktu pubertas anak perempuan semakin cepat. Sekarang dokter mengatakan harus merevisi kata "normal". Sebab kini, tanda-tanda pubertas pada anak perempuan sudah dimulai sejak usia enam tahun. Antara lain pertumbuhan rambut kemaluan dan di bawah lengan serta pertumbuhan payudara.

Meski tak dapat sepenuhnya dijelaskan, satu teori menyebutkan paparan bahan kimia di lingkungan, makanan olahan dan plastik yang meniru efek dari hormon yang memicu pubertas dini. Pubertas dini juga berhubungan dengan kenaikan berat badan akibat semakin membaiknya gizi. Sementara studi lain menemukan hubungan paparan cahaya buatan dari layar televisi dan komputer terhadap pubertas.

Pubertas dini tak hanya terjadi pada anak perempuan. Sebuah studi lanjutan menemukan anak laki-laki saat ini mengalami masa puber dua tahun lebih awal, sekitar usia 9 dan 10 tahun.

Tabitha Randell, juru bicara Masyarakat Pediatri Endokrinologi dan Diabetes Inggris, pubertas pada anak laki-laki dan perempuan saat ini terjadi lebih cepat dua tahun. Pubertas di masa kanak-kanak menjadi masa remaja yang drastis lebih rentan memukul psikologis anak. Pubertas dini, menurut Randell lebih banyak dipengaruhi hormon leptin akibat timbunan lemak dalam tubuh.

"Anak-anak yang gemuk memiliki leptin lebih banyak daripada yang lain. Leptin tampaknya berperan dalam beralih pada pubertas lebih cepat," ucapnya kepada Health.

Psikolog anak Emma Citron menyatakan sekolah harus memfasilitasi perubahan yang terjadi pada anak seperti menyediakan sanitasi khusus hingga perlakuan yang tetap disesuaikan dengan usia anak.
"Bahkan jika pubertas dini berarti penampilan anak terlihat lebih tua, seperti anak usia 9 tahun yang tampak seperti 11 tahun batas-batas yang sama harus tetap berlaku."

Studi pada Jurnal Obestetri dan Ginekologi terbaru juga menyebutkan anak yang mengalami pubertas dini lebih rentan terhadap kejahatan seksual. (umi)

 

 

SEDIKIT TANGGAPAN DARI PENULIS

Mungkinkah hal ini adalah sebuah tanda kiamat. Namun banyak orang tak menyadarinya. Umur manusia semakin pendek. Dunia semakin mendekati kehancurannya. Bayangkan, Ditengah zaman globalisasi ini ternyata tidak hanya teknogi dan komunikasi yang berkembang amat cepat. Ternyata umur manusiapun semakin cepat, sehingga anak-anak kecil mengalami masa dewasa / masa puber  lebih awal. Hal itu dibuktikan bahwa anak-anak kecil generasi saya sekitar 80 - 90 an paling tidak mengalami masa awal dewasa / puber adalah rata-rata umur 14-16 Tahun, dengan ditandai dengan mimpi basah untuk laki-laki dan menstruasi untuk perempuan. Jika dibandingkan dengan anak-anak yang lahir diabad 21 ini maka sungguh anda akan melihat perbedaan yang mencolok dan mengherankan. Ada sebuah penelitian ilmiah dari sebuah lembaga kesehatan dan sosial mengatakan bahwa anak sekarang telah mengalami masa puber lebih awal yaitu umur 6 tahun - 8 tahun sudah mengalami puber. Sungguh mengherankan sekali, jika memang begitu maka hal itu telah mengalahkan masa puber orang arab kuno dahulu yaitu rata-rata umur 9 tahun. Hal itu wajar karena memang fisik orang arab kuno kuat-kuat dan bergairah seks yang besar jika dibandingkan dengan suku-suku lainnya. Tetapi manusia sekarang hidup dijaman modern yang  serba instan telah memecahkan rekor melampui masa puber orang arab dahulu, sungguh hal yang luar biasa namun memprihatinkan. Gerangan apakah yang menyebabkan perubahan yang luar biasa tersebut (meski sebagian orang itu menganggapnya hal biasa).

Saya menganggap hal itu luar biasa dan butuh sekali perhatian masyarakat adalah karena itu erat sekali kaitannya dengan kelangsungan hidup anak cucu kita dimasa depan. Mungkin jika anda yang masih bisa hidup 30 -40 tahun kemudian akan melihat bahwa umur manusia akan sangat pendek, karena masa kecilnya singkat tentu saja manusia cepat menua dan cepat mati. barangkali kalau jaman penjajahan ada yang bisa hidup sampai umur 70 - 90 tahun namun sekarang hal itu jarang ditemukan.

Mungkin faktornya adalah barangkali karena dampak kemajuan zaman dan teknologi sehingga arus informasi berputar sangat cepat, segala perubahan aspek sosial dan peradaban manusia juga berubah sangat cepat pula. Sehingga mau tak mau pola pikir dan budaya hidup masyarakat juga akan berubah dengan cepat tanpa masyarakat menyadarinya. Jika mengambil contoh kecil dahulu sebelum jaman teknologi, yang punya televisi aja masih jarang apalagi punya gadget macam-macam semacam handphone blacbery, ipad, android phone dsb tentu saja mustahil ada yang punya karena benda-benda canggih itu baru ditemukan diabad 21 ini, apalagi ada yang sudah bisa Online sama chating, dan tebar status difacebook tentu saja hal itu tidak mungkin ditemukan dalam gaya hidup orang dahulu sekitar generasi 90-an kebawah, karena sekali lagi facebook dan jejaring internet baru ditemukan dan berkembang pesat diera modern ini.

Hasil temuan-temuan teknologi tersebut ternyata berdampak pada peradaban sosial dan gaya hidup masyarakat. Dahulu sebelum teknologi berkembang pesat dan pengguna internet hanya orang elit saja, apalagi facebook-an, tentu saja mustahil ada. Waktu itu anak-anak kecil (jaman saya contohnya) masih merdeka dengan dunianya, dunia anak-anak belum dirusak peradaban modern, mereka terlihat berlari-lari dipematang sawah bermain layangan, ada yang bermain kelereng, adapula yang bermain petak umpet, lalu tidak ketinggalan bermain ketapel karena saya dulu sering main ketapel..hehe, main boneka, main tebak-tebakan, main mobil-mobilan dari kayu, main lompat tali, main bola kasti,  dan seribu satu permainan tradisional lainnya yang saya tidak bisa jelaskan disini. Tetapi sangat berbeda dengan gaya hidup dan pola pikir anak kecil jaman sekarang. Dunia hari ini telah berubah 180 derajat dari lintasan waktu, dunia anak yang dulu ceria telah punah bak cerita sejarah yang hanya bisa menjadi dongeng. Padahal baru sekitar 20-30 tahun berlalu, namun banyak sekali peradaban sosial dan dunia anak kecil telah sirna. misalnya mana ada anak sekarang yang main layangan, kelereng dan sebagainya yang ada adalah habis pulang sekolah langsung nongkrong diwarnet main game online, ataupun update status facebook, yang lebih mengherankan lagi anak umur 7 - 8 tahun sudah bisa berGALAU ria difacebook, aizz.. mengerikan sekali. Mana ada sekarang anak-anak yang bermain kesana kesini main petak umpet, yang putri pegang boneka, yang laki-laki pegang ketapel, yang ada hanyalah anak remaja bahkan anak usia 3 SD sudah bisa memegang hape blekberi sambil SMS Galaw.. . Anda pasti tahu makna galaw dalam dunia modern ini artinya apa? kata "GALAU" dalam dunia sekarang bermakna beda dengan dunia dahulu, kalau dulu bermakna orang dewasa yang sedang gelisah menghadapi masalah hidup, kalau sekarang Galau bermakna anak-anak muda yang memendam perasaan sedih karena cinta, pacaran-pacaran dan kemudian putus cinta dsb.. aizz gak banget deh. Emang hidup cuman untuk gitu-gituan mulu ! pantesan anak sekarang jadi dewasa lebih awal karena mainnya gitu-gituan mulu akibatnya adalah berpengaruh terhadap perkembangan fisik dan mental yang berdampak pada abnormalnya perkembangan dan pertumbuhan bilogis mereka.

Dari faktor makanan juga barangkali mempengaruhi misalnya kalau anak dulu makan ubi anak sekarang makan ayam kenthaki. makanan-minuman anak pun semacam snack dan jajanan anak sudah tidak layak dikonsumsi lagi karena berbahaya, mengandung bahan pengawet dan mengandung bahan-bahan kimia beracun sehingga bila dikonsumsi akan menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh yang tentu saja akan mengakibatkan abnormalnya pertumbuhan anak-anak jaman sekarang. Cobalah perhatikan fisik anak jaman sekarang, siswi usia kelas 5 SD saja bodinya sudah membentuk orang dewasa, kemudian mereka cepat tinggi dan besar, sehingga tidak jarang banyak anak-anak SD sekarang tingginya sudah melampui gurunya, alias bongsor. tidak seperti normalnya anak jaman dahulu, berkembang dan tumbuh sesuai umur.

Dampak lainnya adalah yang buruk adalah merembet kemasalah moral, karena kita saksikan sekarang ini mayoritas yang melakukan tindakan seks bebas dan aborsi adalah 95 persen remaja. Bahkan anak usia 5 SD hamil akibat seks bebas kemudian dikeluarkan dari sekolah, masa depan mereka otomatis suram. Bagaimanakah mereka menggapai cita-citanya kalau baru usia dini udah putus sekolah gara-gara masalah kriminal begituan, sungguh memprihatinkan. Sangat berbeda sekali dengan anak jaman dahulu putus sekolah memang karena tidak mampu biaya. Nasib anak jaman dahulu masih beruntung, tidak sekolah kemudian mereka belajar berdagang atau menjadi petani. Bagaimana keadaannya anak jaman sekarang? tentu saja putus sekolah otomatis "suram" alias masa depannya sudah tidak bisa diharapkan kecuali mencari solusi pendidikan lain. Dijaman serba kompetitif sekarang ini sarjana saja banyak yang menganggur karena kesulitan mendapatkan lapangan pekerjaan apalagi yang putus sekolah SD, mau jadi apa?? naudzubilah. Hal itu tidak lain penyebab utamanya adalah dampak kemajuan teknologi, karena kita lihat acara televise dan media internet kebanyakan mengajari anak berbuat cabul !.

Seks bebas semakin marak dan semakin liar tidak seperti jaman dahulu masih mendingan. hal itu adalah salah satu faktornya adalah anak-anak tidak bisa mengontrol nafsu syahwat yang membara karena umurnya masih belia tapi badannya orang dewasa karena akal pikirannya belum dewasa sehingga tidak mampu memikirkan sebab akibat yang mereka perbuat. Akibatnnya seks bebas dianggap sebagai hal yang wajar dan layaknya anak jaman dahulu main layangan, bebas bermain asal suka, naudzubillah. Apalagi jaman sekarang ini makin sulit anak-anak mendapatkan ilmu agama karena maklum jaman sekarang ini ilmu agama ditelantarkan ilmu ekonomi diagung-agungkan disekolahan, makanya pada pinter tapi ngawur, kalau sudah jadi pejabat dan pemimpin rakyat jadinya korupsi, karena ilmu duniawi tidak diimbangi ilmu agama yang cukup.

 

Sungguh ternyata tanda kiamat yang Rasulullah saw sabdakan telah terjadi beliau nabi Muhammad Saw pernah bersabda "Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, diminumnya khamr, merebaknya perzinaan" (HR. Bukhari dan Muslim). Ternyata hadits ini menyindir masalah kenakalan remaja, karena siapa lagi pelaku utamanya mabuk-mabukan dan perzinaan sekarang ini, kalau bukan sebagian besar yang masih ABG atau remaja?

 

Saudaraku, kita tidak bisa menjelaskan panjang lebar disini karena hal ini adalah masalah kompleks yang memerlukan kajian lebih serius. tapi kita yang penting berdo'a supaya dihindarkan dari kerusakan jaman dan kerusakan moral dan lakukan semampu kita untuk perbaikan umat islam. semoga bermanfaat

 

Wassalam

 

 

14 Januari 2013

Ibadah Haji dan Potret Kemiskinan Indonesia




Oleh :

MUSTAFA KAMAL ROKAN


Mengapa ibadah haji dengan kemiskinan harus disandingkan? Apa hubungannya? Bukankah orang yang mampu (istitha'ah) yang dapat berangkat melakukan ibadah haji ke Mekah dan sekitarnya? Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu yang muncul dibenak kita ketika melihat judul artikel di atas. Tentu, bukan bentuk hubungan seperti yang penulis maksudkan. Ibadah haji tentu tidak identik dengan kemiskinan, bahkan sebaliknya, ibadah haji sangat identik dengan kemampuan termasuk kemampuan ekonomi. Karenanya, logika sederhana dapat kita katakana, "semakin banyak orang yang mampu berhaji dari sebuah negara menunjukkan semakin makmur negara tersebut".
    
Jadi, semakin banyak orang Indonesia yang mampu berangkat haji, berarti (minimal salah satu indikator) bahwa negara ini semakin makmur. Logika silogisme bisa saja dijadikan alat pembenar "tesis" di atas. Namun, logika silogisme ini tampaknya "tidak nyambung" digunakan dalam konteks negara kita. Kenyataannya bukan demikian. Bukan hukum logikanya yang tidak benar, namun faktanya berbicara lain.

Seperti kita ketahui Indonesia adalah negara terbanyak mengirimkan duta haji ke Kota Makkah. Bahkan saking ramainya, untuk mendapatkan seat berhaji, ribuan orang harus "antrean" bertahun-tahun masuk dalam daftar tunggu. Sedangkan disisi lain, fakta menunjukkan bahwa negeri ini masih terhimpit beban kemiskinan dan kemelaratan yang cukup berat. Sampai disini, penulis melihat bahwa fenomena ini menunjukkan bahwa ada yang 'tidak beres' dengan dua fakta yang sungguh paradok (bertolak belakang).

Suasana semarak, riuh sekaligus haru mengiringi ribuan jama'ah haji yang sedang dan akan berangkat setiap tahunnya. Seiring dengan itu, mungkin tepat di samping rumah kita, tetangga, atau di pinggir jalan menuju bandara yang memberangkatkan kita haji juga jelas terlihat pemandangan kemiskinan dipelupuk mata. Jutaan penduduk Indonesia masih hidup dibawah garis kemiskinan. Data menunjukkan, jumlah penduduk miskin (pada Maret 2010) mencapai 31,02 juta orang atau 13,33 persen dari jumlah penduduk. Bahkan jika merujuk pada standar kemiskinan dunia, angka di atas lebih besar lagi.

Himpitan kemiskinan menyebabkan banyaknya anak-anak yang harus rela putus sekolah. Siswa yang putus sekolah di tingkat SD dan SMP mencapai angka 768.900 orang terdiri atas 527.850 siswa SD dan 241.110 siswa SMP. Sekitar 920.000 siswa lulusan SD tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, bahkan lebih jutaan (1,26 juta) siswa SMP yang tidak sanggup melanjutkan jenjang pendidikan ke SMA sederajat, belum lagi sejumlah anak yang tidak terdata. Dan mayoritas disebabkan persoalan ekonomi yang tidak mencukupi.  

Nah, apa faktor penyebab kondisi ini terjadi?. Banyak sisi yang dapat kita gunakan untuk menganalisa faktor ini. Namun, bahwa faktor penyelengaraan negara yang koruptif menjadi penyebab utama terjadinya kemiskinan. Negeri ini adalah salah satu negera terkorup di dunia. Sebab, prilaku koruptif telah menjadi bagian yang lekat dalam kehidupan bernegara kita saat ini. Prilaku koruptif terjadi hampir disemua dimensi kehidupan kita, dari mulai mengurus KTP di kantor kelurahan hingga mengurus anggaran di DPR dan pemerintahan pusat. Lain lagi pekerjaan pejabat negara yang senang menjual "negeri" kepada bangsa asing, baik melalui kebijakan oleh pemerintah maupun lewat "jualan undang-undang" oleh bapak-bapak terhormat di DPR. Ironisnya, penegak hukum sendiri lebih didominasi oleh para koruptor ketimbang juris yang menegakkan hukum. Lengkaplah sudah kriteria negeri sebagai negara koruptif. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika negeri yang kaya ini jatuh ke dalam kubang kemiskinan.  

Faktor kesadaran dan pemahaman keagamaan

Namun, tentu kita tidak hanya berhenti sampai menyalahkan prilaku dan sistem pemerintahan yang sedang berkoruptif-ria ini. Lebih dari itu, pantas kita merenungkan kesadaran keberagamaan kita saat ini. Sebenarnya, terdapat beberapa pengamalan agama yang juga kita "korupsi" untuk kepentingan pribadi. Korupsi yang dimaksudkan tentu bukan mengambil hak orang lain secara kasat mata, namun kesadaran bahkan kesalahan memahami ajaran agama itu sendiri.

Pertama, kesadaran untuk menjalankan perintah agama. Islam sebagai sebuah sistem sebenarnya mempunyai seperangkat nilai dan sistem yang menjadikan manusia hidup dalam keseimbangan. Bukankah ajaran Islam memerintahkan kita untuk berzakat, infak sedekah sekaligus sistem ekonomi yang menyejahterakan. Sungguh, kemiskinan negeri (khususnya umat Islam) juga disebabkan oleh prilaku "korupsi" orang yang tidak melakukan kewajibannya membayar zakat. Bukankah orang yang membayar zakat adalah orang yang tidak rela memberikan sebagian hartanya kepada orang yang berhak menerimanya. Bukanlah itu korupsi?. Padahal potensi zakat Indonesia cukup besar dan signifikan untuk membantu dan memberdayakan ekonomi umat. Dalam hitungan Badan Zakat Nasional (BAZNAZ), potensi zakat umat Islam Indonesia dapat mencapai 21 trilun lebih setiap tahun. Belum lagi instrumen filantropi Islam lainnya, seperti dana sedekah, infak wakaf dan seterusnya. Jika saja potensi minimal itu dapat terkumpul dan diberdayakan secara maksimal  maka tingkat kemiskinan di negeri akan mengalami penurunan yang siginifikan.

Kedua, kesalahan sebagian umat Islam dalam memaknai keindahan beribadah dalam berhaji. Yang penulis maksudkan adalah betapa masih banyak saudara-saudara kita melakukan haji secara berulang-ulang demi kepuasaan spritualitas an sich. Sebagian saudara-saudara kita menganggap ibadah yang terbaik itu hanya ketika berada di depan Ka'bah dan sekitarnya. Tentu, penulis tidak bermaksud merubah hukum haji kedua dan seterusnya tidaklah sunnah. Dalam konteks melihat potret kemiskinan kita yang masih sangat memprihatinkan, alangkah baiknya dana haji yang kedua atau kesekian kalinya digunakan untuk memberdayakan ekonomi umat yang sedang melarat, membebaskan saudara kita yang masih dililit persoalan kemiskinan. Dengan perkataan lain, konteks kemiskinan saat ini hendaknya merubah paradigma ibadah yang bersifat pribadi (private minded) menjadi bersifat sosial (social minded). Sejatinya, melakukan ibadah haji secara berulang-ulang menjadi tidak relevan mengingat kondisi umat yang masih berjibaku dengan kemiskinan.

Masihkah kita ingat dengan sebuah kisah seorang hamba Allah sangat berkeinginan untuk melaksanakan ibadah haji. Ia pun bekerja keras untuk mengumpulkan uang dan segala persiapannya. Setelah empat puluh tahun lamanya ia mengumpukan uang, akhirnya cukuplah uang sebanyak 350 dirham (perak) yang merupakan hasil dagang sepatu. Ketika musim haji tiba, hamba Allah tersebut beserta istrinyapun bersiap diri untuk berangkat. Ketika menjelang keberangkatan, sang istri mencium aroma makanan yang sangat sedap dari tetangga sebelah rumahnya. Hamba Allah tersebut pun mendatangi dan memohon diberikan sedikit makanan tersebut. Namun, tetangga tersebut langsung menangis sambil menceritakan kisahnya. Ia bercerita bahwa telah tiga hari anak-anaknya tidak mempunyai makanan sedikitpun, ketika ia melihat seekor keledai mati di tengah jalan, iapun mengambil dan memasaknya agar anaknya tidak mati kelaparan. Terkejut mendengar kisah tersebut, hamba Allah tersebut langsung pulang ke rumah untuk mengambil uang keberangkatan haji dan memberikan kepada tetangganya tersebut seluruhnya. Oleh malaikat, orang inilah yang sesungguhnya mendapatkan haji mabrur walau ia tidak berangkat melaksanakan haji di Kota Mekah dan sekitarnya.

Bukankah saat ini masih banyak umat yang mengalami kemiskinan yang akut seperti kisah di atas, bahkan lebih dari itu? Karenanya, cara pandang berhaji berkali-kali suatu hal yang wajib kita ubah ketika melihat potret kemiskinan negeri ini. Islam melarang umatnya bersifat egoistis yang hanya ingin menikmati kepuasan spritualitas ibadah pribadi dengan membiarkan saudara kita masih menikmati kemiskinannya.

Penutup
Tentu, persoalan kemiskinan bukanlah persoalan sederhana. Banyak faktor yang menjadikan persolan kemiskinan belum dapat terselesaikan terutama prilaku koruptif. Namun demikian, kesadaran akan berbagai instrumen keuangan Islam seperti zakat, infak, sedakah serta sistem ekonomi yang adil akan dapat menjadi bagian dari solusi. Tidak hanya itu, merubah paradigma ibadah ke arah social minded dengan menekankan sikap empati melihat potret kemiskinan negeri ini ketimbang berhaji berkali-kali juga bagian dari upaya pengentasan kemiskinan. Wallahua'lam.

Sumber : koran waspada (waspada.co.id)

13 Januari 2013

Raih Pahala Jihad Dengan Mudah



Telah bercerita kepada kami Abu Ma'mar telah bercerita kepada kami 'Abdul Warits telah bercerita kepada kami Al Husain berkata telah bercerita kepadaku Yahya berkata telah bercerita kepadaku Abu Salamah berkata telah bercerita kapadaku Busr bin Sa'id berkata telah bercerita kapadaku Zaid bin Khalid radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang mempersiapkan (bekal) orang yang berperang di jalan Allah berarti dia telah berperang (mendapat pahala berperang). Dan barang siapa yang menjaga (menanggung urusan rumah) orang yang berperang di jalan Allah dengan baik berarti dia telah berperang". (HR. Bukhori 2631, Muslim : 12/425 ).

Sejarah telah mencatat kemenangan dalam berbagai pertempuran yang dilakukan oleh kaum muslimin. Semua kemenangan tersebut didapatkan kerena kekompakan kaum muslimin dalam mengusung jihad fisabilillah. Tidak ada seorangpun yang tidak berperan dalam jihad fi sabilillah kecuali orang-orang munafik.
Gambaran ini dapat dilihat jelas disaat perang Tabuk. Kaum muslimin mendengar persiapan besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan Romawi dengan jumlah pasukan sekitar empat puluh ribu personil. Keadaan semakin kritis, karena suasana kemarau. Kaum muslimin tengah berada di tengah kesulitan dan kekurangan pangan.

Mendengar persiapan besar pasukan Romawi, kaum muslimin berlomba melakukan persiapan perang. Para tokoh sahabat memberi infaq fi sabilillah dalam suasana yang sangat mengagumkan. Utsman menyedekahkan dua ratus onta lengkap dengan pelana dan barang-barang yang diangkutnya. Kemudian ia menambahkan lagi sekitar seratus onta lengkap dengan pelana dan perlengkapannya. Lalu ia datang lagi dengan membawa seribu dinar diletakkan di pangkuan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Utsman terus bersedekah hingga jumlahnya mencapai sembilan ratus onta seratus kuda, dan uang dalam jumlah besar. Abdurrahman bin Auf membawa dua ratus uqiyah perak. Abu bakar membawa seluruh hartanya dan tidak menyisakan untuk keluarganya kecuali Allah dan Rasul-Nya. Umar datang menyerahkan setengah hartanya. Tidak kalah dengan para sahabat yang lainnya datang kepada Rassulullah sallallahu alaihi wasallam untuk membantu pembiayaan pasukan tersebut.
Demikian juga dengan sahabat Ali radhiyallahu 'anhu yang ditinggal mengurusi keluarga mereka. Beliau urus semua keluarga dengan baik, walau sebenarnya beliau juga berkeinginan berangkat berjihad. Demikianlah peran seluruh ummat islam dalam jihad fi sabilillah dengan tanpa meremeh bagian satu dengan bagian yang lainnya. Jika seluruh komponen ummat sadar dan beramal semaksimal mungkin entah menjadi mujahid atau mengurusi seluruh kebutuhan para mujahid, dengan izin Allah kemenangan akan datang.

Syarh Hadist

Imam An Nawawi dalam syarh muslim berkata : Pahala ini akan didapatkan dengan setiap usaha entah kecil ataupun besar. Dan setiap orang yang mengurus keluarga [ mujahid ]dengan baik seperti memenuhi kebutuhan mereka, membiayai mereka dan membatu urusan-urusan mereka juga mendapatkan pahala. Pahala orang tersebut berbeda-beda tergantung sedikit ataupun banyak dalam meringankan beban seorang mujahid. Pada hadist ini ada sebuah perintah untuk berbuat baik kepada siapa saja yang beramal untuk kemaslahatan kaum muslimin dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. [ Syarh Muslim oelh Imam An Nawawi pada hadist tersebut ].

Ibnu Hajar dalam Fathul baari berkata saat menjelaskan " faqot ghoza" [ telah berperang] : Ibnu Hibban dan Ibnu Majah berkata ; Ditulis baginya seperti pahala jihad dan tidak mengurangi pahala orang yang berjihad sedikitpun. [ Fathul baari Juz 6/50 ].

Sedangkan Syaikh Shalih Al 'Utsaimin pada syarkh riyadhus shalihin saat menjelaskan hadist di atas berkata: Dan ini merupakan bentuk tolong menolong dalam kebaikan dan takwa. Maka jika seseorang mempersiapkan saudaranya untuk berperang, yaitu dengan tunggangan, perbekalan dan juga senjata, yaitu tiga hal : tunggangan, perbekalan dan senjata, maka ia telah berperang. Yaitu ditulis baginya pahala orang yang berperang karena ia telah menolong dalam kebaikan [ jihad ].

Demikian pula bagi mereka yang mengurus keluarganya dengan baik, maka ia telah berperang. Artinya jika seseorang akan berjihad, akan tetapi keluarganya menjadi beban baginya untuk memenuhi kebutuhannya, lalu ada seseorang yang mengatakan : pasrahkan keluargmu padaku, maka orang yang mengurusi keluarga tersebut mendapat pahala berperang karena ia telah menolong seorang pejuang.

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa membantu orang yang berperang itu dengan dua hal. Pertama, menolongnya dengan memberikan tunggangan, perbekalan dan juga senjata. Kedua, menolongnya dengan menggantikan posisinya dalam mengurusi keluarga. Hal ini adalah sebesar-besar pertolongan. Karena banyak diantara para mujahid yang merasa terbebani disebabkan tidak adanya orang yang mengurusi keluarga mereka. Maka apabila ada seseorang yang menanggung urusan keluarga mereka dengan baik, orang tersebut telah dianggap berjihad fisabilillah.

Saat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam meninggalkan Ali bin Abi Tholib radhiyallahu anhu untuk mengurus para keluarga sahabat saat perang Tabuk, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata :
يَا رَسُولَ اللَّهِ خَلَّفْتَنِى مَعَ النِّسَاءِ وَالصِّبْيَانِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَمَا تَرْضَى أَنْ تَكُونَ مِنِّى بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى إِلاَّ أَنَّهُ لاَ نُبُوَّةَ بَعْدِى

Wahai Rasulullah, apakah engkau tinggalakn aku bersama dengan para wanita dan anak-anak ?. kemudian Rasulullah berkata : Apakah engkau tidak ridho menjadi bagian dariku sebagaimana kedudukan Harun dari musa, akan tetapi tidak ada nabi setelahku" [ HR. Muslim 6373 ]. Yaitu aku gantikan engkau untuk keluargaku sebagaimana Musa menggatikan Harun pada kaumnya saat pergi ke dipanggil Allah Ta'ala. [ Syarkh riyadhus shalihin 1/208 ].

Bila dalam ibadah haji kita mengenal istilah badal (pengganti) maka hal tersebut berlaku juga pada ibadah jihad fi sabilillah. Ketika seorang mujahid tidak bisa berangkat karena sakit atau atau tugas yang lain, maka bisa saja digantikan oleh temannya. Si sakit diberi kesempatan untuk berangkat sementara yang sehat berangkat menggantikannya di medan pertempuran.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ فَتًى مِنْ أَسْلَمَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُرِيدُ الْغَزْوَ وَلَيْسَ مَعِي مَا أَتَجَهَّزُ قَالَ ائْتِ فُلَانًا فَإِنَّهُ قَدْ كَانَ تَجَهَّزَ فَمَرِضَ فَأَتَاهُ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقْرِئُكَ السَّلَامَ وَيَقُولُ أَعْطِنِي الَّذِي تَجَهَّزْتَ بِهِ قَالَ يَا فُلَانَةُ أَعْطِيهِ الَّذِي تَجَهَّزْتُ بِهِ وَلَا تَحْبِسِي عَنْهُ شَيْئًا فَوَاللَّهِ لَا تَحْبِسِي مِنْهُ شَيْئًا فَيُبَارَكَ لَكِ فِيهِ

Dari Anas bin Malik, bahwa seorang pemuda dari suku Aslam berkata, Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya ingin ikut berperang, namun saya tidak memiliki perlengkapan. Beliau bersabda : Datangilah si fulan, sebab dia telah mempersiapkan perlengkapannya namun dia jatuh sakit. Maka datanglah pemuda itu kepada Fulan seraya berkata, Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengirim salam untuk anda, dan menyuruh anda memberikan perlengkapan anda kepadaku. Lalu orang yang sakit itu berkata, Wahai fulanah, berikanlah perlengkapan yang telah aku persiapkan kepadanya, dan jangan sampai ada yang ketinggalan satu pun. Demi Allah, jangan sampai ada yang ketinggalan satupun ! Semoga Allah memberikan berkah kepadamu karenanya [HR. Muslim].

Seruan kepada kaum muslimin

Tekanan yang kuat dari musuh-musuh islam telah melahirkan perlawanan yang hebat dari kaum muslimin. Usaha orang-orang kafir untuk memadamkan tauhid dan jihad disambut oleh kaum muslimin dengan jihad fi sabilillah. Akibatnya banyak dari kaum muslimin yang menemui kesyahidan dan sebagiannya tertawan oleh musuh serta sebagian lainnya menjadi buron. Kondisi yang seperti ini pastilah akan meninggalkan keluarga mereka dalam kondisi merana. Mulai dari kurangnya biaya hidup bagi keluarga mereka, tidak memilikinya mereka tempat tinggal dan pendidikan untuk anak-anak mereka.

Merekalah yang paling berhak mendapatkan bagian dari zakat dan infaq kita disamping para mujahidin. Jangan sampai kita kekenyangan sementara mereka dalam kondisi kelaparan. Siapa lagi yang akan menolong mereka jika bukan para simpatisan jihad fisabilillah. Mereka pasti tidak akan meminta karena rasa iffah mereka. Kita yang seharusnya sadar untuk memberi sebelum mereka harus meminta. Ingatlah bahwa dengan menolong orang-orang lemah seperti mereka, Allah akan berikan kemenangan pada kita. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda ;

إِنَّمَا تُرْزَقُوْنَ وَتُنْصَرُوْنَ بِضُعَفَائِكُمْ.
"Sungguh, kalian diberi rezeki dan ditolong karena (keberadaan) orang miskin di antara kalian." ( HR. Ahmad ).

Janganlah kalah semangat kita untuk berduyun-duyun mengantar jenazah seorang mujahid, sementara keluarga dan anak-anak mereka kita terlantarkan. Sungguh ironis jika lembaga-lembaga pendidikan kaum muslimin tidak mau menampung anak-anak mereka dengan berbagai alasan. Ketahuilah bahwa usaha kita besar ataupun kecil dalam rangkan membantu jihad fi sabilillah adalah bukti kejujuran ucapan kita untuk berjihad. Sungguh suatu kebohongan yang nyata walau kita ucapkan seribu kali ingin berjihad, tetapi tidak pernah mau untuk mengeluarkan harta, waktu serta pikiran kita guna membantu mahidin dan keluarga mereka.


[ Sumber : Buletin An-najah ].

17 Desember 2012

Santri, predikat moral bukan sekedar komunitas !

SANTRI. Berdasarkan peninjauan tindak langkahnya, adalah orang yang berpegang teguh pada Alqur'an dan mengikuti sunnah Rasul SAW dan teguh pendirian. Ini adalah arti dengan bersandar sejarah dan kenyataan yang tidak dapat diganti dan diubah selama-lamanya. Allah yang maha mengetahui atas kebenaran sesuatu dan kenyataannya. Mirip sebuah prasasti, kalimat tersebut terpampang besar di bagian depan asrama "J" Pondok Pesantren Sidogiri. Terukir di tembok seluas kira-kira 7x2 meter, berwarna putih dengan latar belakang hijau. Di sebelah atas tercantum redaksi aslinya dalam bahasa Arab di bawah judul al-Santri.

Ukiran itu dibuat sekitar 11 tahun yang lalu. Kalimatnya disusun oleh Almaghfurlah K.H. Hasani Nawawie pada tahun 1972. Sejak semula kalimat tersebut dijadikan sebagai asas dasar Pondok Pesantren Sidogiri. Santri yang mondok di situ pasti hafal luar kepala. Bagi mereka, menghafal kalimat itu sama artinya dengan membaca prinsip hidup dan jati dirinya sendiri. Pandangan K.H. Hasani tentang santri dan pesantren, setidaknya, telah dicurahkan dalam beberapa kalimat itu. Dalam kemasan  "ta'rif santri" tersebut, Kiai Hasani mempertegas bahwa kata "santri" adalah murni sebagai predikat moral. Santri, bukanlah nama dari sebuah komunitas tertentu atau kelompok dengan budaya tertentu, tapi murni sebagai predikat dari sebuah ketaatan beragama.

Ada dua hal pokok yang disebut K.H. Hasani dalam ta'rif santri itu: ketaatan pada garis agama serta prinsip tegas dan perilaku yang lurus. Dan, persis seperti apa yang dikemukakannya tentang santri, beliau juga memberi arti pesantren, murni dalam sebuah predikat moral keagamaan. Menurut K.H. Hasani, pesantren adalah lembaga yang berdiri atas dasar takwa kepada kepada Allah atau menjadikan ketaatan beragama sebagai pijak dasarnya (ussisa 'ala al-taqwa).

Dalam memandang segala sesuatu (terutama masalah agama), K.H. Hasani memang selalu bertumpu pada substansi dan prinsip keagamaan. Jika prinsip dan substansinya sudah benar, beliau tak pernah menghiraukan lagi siapa dan dari kelompok mana. Hal ini selalu beliau tampakkan dalam setiap langkah-langkahnya, baik dalam berdakwah, membangun ukhuwah, maupun dalam kehidupannya sehari-hari.

11 Desember 2012

Kisah dan Hikmah : Seorang Raja besar yang kalah dengan seekor nyamuk

Oleh : SYARIFUDDIN ELHAYAT


Firman Allah: "Sesungguhnya Allah tidak malu (segan) untuk menciptakan
oerumpamaan berupa nyamuk atau lebih rendah (kecil) dari pada
itu.Adapun orang-orang yang beriman,maka mereka yakin perumpamaan itu
benar-benar dari Tuhan mereka,akan tetapi orang-orang yang kafir
mengatakan,Apakah maksud (tujuan) Allah menciptkakan ini untuk
perumpamaan. (Dengan perumpamaan ini) tidak sedikit orang yang sesat
dan dengan perumpamaan ini pula tidak sedikit orang yang mendapat
petunjukNya.Dan tidak ada orang yang diseatkan kecuali orang-orang
yang fasik.(QS:2:26).

Sepenggal ayat diatas, Allah bercerita tentang nyamuk. Nyamuk,--semua
kita tahu,-- seekor serangga kecil sebangsa lalat yang makanannya
adalah darah.Umurnya konon tidaklah lama, hanya sebatas ketika dia
kenyang mengisap darah, maka perutnyapun pecah,lalu kemudian diapun
mati.

Tapi meski demikian,nyamuk merupakan serangga yang tidak bisa
dianggap entengi,bahkan bisa "menggoncang' kehidupan manusia, karena
menurut penilitian,dari tubuhnya yang mungil itu ada racun yang dia
tinggalkan pada tubuh mangsanya yang dapat menimbulkan penyakit yang
kadang kala bisa merenggut nyawa. Allah tidak malu
menciptakannya,meski nyamuk diciptakan makhluk kecil,tapi punya peran
besar dalam mengubah kehidupan.
Nukilan terjemah sepenggal ayat di atas juga mengingatkan saya akan
cerita Iskandar Zulkarnain raja Agung di zamanya.Selain raja, Iskandar
Zulkarnain juga seorang panglima yang sangat perkasa,dia juga piawai
siasat dan ahli strategi perang, sehingga tak satu negeri yang dia
perangi yang tidak takluk dan tunduk menyerah di bawah kekuasaannya.

Menurut tarikh,nyaris seperdelapan luas bumi ini telah dikuasainya,
Iskandar terus menerus hendak mengembangkan 'sayap' kekuasaannya
hingga satu ketika dia ingin menaklukkan India. Iskandar dan
pasukannya menyeberang salah satu sungai Hindustan.Saat beristirahat,
satu malam Iskandar dihinggapi dan digigit seekor nyamuk kecil.Nyamuk
yang menggigitnya dan meninggalkan benih penyakit hingga Iskandarpun
demam mengidap sakit malaria yang sangat parah. Dari sehari ke sehari,
penyakit Raja yang agung itu semakin parah dan sulit terobati.Ketika
merasa ajalnya semakin dekat, Iskandar Zulkarnain memanggil
orang-orang dekatnya dan kepada mereka dia berwasiat.

"Wahai para sahabat,karib dan prajuritku,kata Iskandar,…Jika nanti aku
meninggal dunia,masukkanlah jenazahku ke dalam keranda (peti mati) dan
buatlah lobang pada kedua sisi peti dan kemudian julurkanlah kedua
tanganku keluar melalui lobangnya. Tempatkan peti matiku itu ke sebuah
kereta jenazah yang terbuka pula dan araklah kereta itu menuju
Mecedonia (istana ibu kota kerajaaannya). (Hal itu dimaksudkan) agar
negeri dan bangsa-bangsa yang telah kita taklukkan disepanjang
perjalanan itu nantinya dapat menyaksikan dengan mata kepalanya
sendiri,bahwa Iskandar raja yang agung dan perkasa yang tetap menang
berperang, pada waktu matinya tidak membawa apa-apa. Tak sebungkah
emaspun yang dia genggam di tangannya dari harta rampasan yang sangat
banyak itu. Tak terlihat ada kekayaan dan pakian kebesaran megah yang
dia kenakan membalut tubuhnya dan agar semua pemimpin dunia,Raja dan
para penguasa serta panglima perkasa sesudahku kelak tidak akan
sombong dengan kekuasaan yang mereka miliki. Sebab,sadarilah, ujung
semua keagungan , kebesaran, kemegahan dan kekuasaan berakhir dengan
kematian dan manusia ini tidak akan kuasa menghindarinya.-
Allah,Allaah, Fa' 'alul lima Yuriid.Sebuah pelajaran yang sangat
berharga untuk kita petik hikmah semua itu tuan. Itulah Allah, Robbul
Alamamin,Maha pendidik dan pemberi pelajaran bagi sekalian alam,- Kita
manusia ini Ncek, sangat lemah,meskipun menurut kita,kitalah yang
kuat, kita ini miskin meski menurut kita,kitalah yang kaya.Kekuasaan
Allah masih berkelindan untuk mengikuti perjalanan kita dalam hidup
ini.

Selayaknya sohib,kekuatan,keperkasaan,kekuasaan dan kemegahan yang
kita miliki harus 'dibungkus' dengan iman sebab dengan imanlah kita
akan bisa 'berjalan' bersama kekuasaan Tuhan. Kata Rasul,"Tidak akan
bergerser kedua kakai anak Adam pada hari hisab (kiamat) sehingga dia
(bisa menjawab dan mempertanggungjawabi) empat hal, umurnya untuk apa
dia habiskan,tentang ilmunya kemana dia gunakan, tentang hartanya dari
mana dia dapatkan dan kemana dia manfaatkan,serta jasmani (tubuhnya)
dijalan apa dia lakukan.

Sekali lagi,nyamuk Ncek, makhluk kecil yang diciptakanNya tak lebih
seujung kuku,tapi sadarilah,bahwa hatta seekor nyamuk adalah 'ababil'
Allah yang siap untuk menyerang makhluk yang lain.Hari ini,nyamuk
masih 'eksis' tuan, sengatannya masih ampuh menyemprotkan benih
penyakit bisa-bisa mengalahkan semprotan anti nyamuk yang ada. Lha
buktinya,nyamuk tidak hanya menyerang orang-orang yang berkekurangan,
tinggal di gubuk dan rumah sederhana. Tidak sama sekali, dia bisa
terbang keseluruh penjuru mata angin.Dia tak akan berkurang meski
dengan fogging,karena Dia patuh dengan perintah Allah. Bukankah
seorang yang tinggal di rumah mewah bagaikan istana,pernah masuk rumah
sakit yang dirawat diruang mewah dan serba wah hanya terserang demam
berdarah.Bukankah DBD dan sejenisnya berasal dari sengatan nyamuk juga
tuaaan.

Meskipun begitu,banyak hikmah dan 'manfaat' nyamuk Allah ciptakan,
karena nyamuk, ada kelambu, ada racun serangga dan kitapun senantiasa
membersihkan segala sudut dan ruangan agar nyamuk tidak ikut
'numpang'.Bukankah karena kelambu dan racun serangga orang juga bisa
kaya raya.Bukankah karena takut nyamuk lantas ruangan yang ada akan
kita bersihkan. Wuiiiihhhh….Klehlah (lihatlah),kata rang kampong,
kalau Ncek tak pucayo (percaya).

Haah …..itulah kekuasaan tuaan, yang takluk hanya dibawah 'serangan'
seekor nyamuk. Sehebat dan sebesar kekuasaan,akhirnya semua itu
tinggal, hanya sebab sengatan kecil seekor nyamuk, kekekaran tubuh,
keperkasaan jasad,akhirnya melemah diujung 'belalai' mungil seekor
nyamuk.-Itulah nyamuk dan kekuasaan tuaan dan Allah tidak
sungkan-sungkan mencipta dan menjadikan itu semua. Robbana Maa
Kholaqta hadza baathila,subhaanaka fa qinaa adzaaban naar,--Robbuna Ya
Tuhan kami,tidak ada satupun yang Engkau ciptakan dengan sia-sia, maha
sucilah Engkau (Tuhan) maka pelihara (lindarkanlah) kami dari siksa
neraka.(QS 3:191).

Wallahu'alam

Sumber : (kolom mimbar jum'at koran waspada)

16 November 2012

Mari Belajar Ikhlas

Oleh :  AGUSMAN DAMANIK
(Penulis adalah Dosen UNIVA Medan)


Keikhlasan merupakan sifat yang sangat berat untuk dilakukan, bahkan banyak dari kita yang tidak mengedepankan keikhlasan dalam beramal. Padahal dalam kajian tauhid hal ini merupakan hal yang harus dimililki seorang muslim. Itulah sebabnya surat yang sering kita sebut dengan surat ‘qulhu ‘dinamakan dengan “ surat al ikhlash” Dan kalau kita perhatikan tidak ada satu kalimatpun yang menyebut kata al ikhlas.

Tetapi mengapa disebut dengan surat al ikhlas? Ini menunjukkan bahwa kita dituntut untuk ikhlas akan keesaan Allah, yang berhak disembah hanyalah Allah (ahad), tiada Tuhankan (lam yalid wa lam yulad), juga tuhan yang tidak ada sekutu baginya.(wa selain Allah. Kita juga dituntut untuk ikhlas menjadikan Allah tempat kita bergantung (asshamad), berbagai hal yang kita lakukan bergantung kepada kekuasaan Allah. Selain itu, kita dituntut untuk ikhlas mengikrarkan dan memproklamirkan bahwa Allah bukanlah tuhan yang beranak dan diperanaklam yakun lahu kufuwan ahad). Demikian dahsyatnya kata ikhlas itu. Dan Syarat diterimanya ibadah oleh Allah SWT adalah bila dilakukan dengan keikhlasan.

Ada sebagian orang yang dengan amal yang dilakukannnya seolah ia menjadi penghuni surga. Padahal sebenarnya ia mendaftarkan diri untuk masuk ke dalam neraka. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh muslim “ orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah seorang yang dinilai mati syahid. Orang itu dihadirkan kemudian kepadanya dibeberkan nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya, lalu ia mengetahui hal itu.
Kemudian Allah SWT bertanya apa yang kamu lakukan terhadap nikmat-nikmat itu ? ia menjawab “ aku berperang membela agamamu, hingga aku mati syahid. Allah SWT berfirman “ kamu berdusta karena kamu berperang hanya untuk dikatakan seorang pemberani dan itu sudah dikatakan orang. Kemudian diputuskan perkaranya, ia diseret dengan tertelungkup dan ia dilemparkan ke neraka. Kemudian seorang yang telah mempelajari Alquran, mengajarkan dan membaca Alquran. Orang itu dihadirkan, kemudian kepadanya disampaikan nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya dan ia mengetahui hal itu, kemudian Allah bertanya kepadanya, apa yang kamu lakukan terhadap nikmat-nikmat itu ?

Ia menjawab” aku mempelajari Alquran dan mengajarkan kepada manusia dan aku membaca Alquran demi engkau. Allah SWT berfrman, kamu berdusta, karena kamu mempelajari Alquran agar dikatakan orang sebagai orang yang alim, dan engkau membaca Alquran agar mausia mengatakan kamu seorang qori. Dan itu sudah dikatakan orang, Maka kemudian diputuskan, ia diseret dengan tertelungkup, hingga ia dilemparkan ke neraka. Kemudian seseorang yang Allah SWT berikan kekuasaan harta dan bermacam-macam kekayaan. Orang itu dihadirkan, kemudian kepadanya dibeberkan nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya dan ia mengakui hal itu. Kemudian Allah SWT bertanya, apa yang kamu lakukan sebagai rasa syukur terhadap nikmat-nikmat itu ?

Ia menjawab” setiap aku mendapati jalan dan usaha kebaikan yang engkau senang, agar aku nafkahkan hartaku untuknya, aku segera menginfakkan hartaku demimu. Allah mengomentari jawabannya itu, kamu berdusta karena kamu melakukan itu semua agar dikatakan seorang yang dermawan dan itu telah dikatakan orang ! kemudian diputuskan, ia diseret dengan tertelungkup, hingga ia dilemparkan ke neraka.

Berdasarkan hadis tersebut, terlihat jelas bahwa banyak dari kita yang beranggapan bahwa dialah penghuni surga dengan bergudang-gudang amal kebaikan yang dilakukanya. Ternyata malah ia menjadi penghuni neraka. Hal tersebut disebabkan belum menyatu (tauhid) keberadaan Allah dalam kehidupannya. dan inilah hakikatnya keikhlasan, bahwa segala perbuatan didasari karena Allah SWT semata-mata. Denga kata lain, setiap gerak kehidupannya, bismillah, alhamdulillah, astaghfirullah, inna lillah, lahaula wala quwwata illa billah dan lain sebagainya. Hal itu yang belum terbangun dari kebanyakan kita. Sehingga seluruh amal kebaikan kita bukan didasari karena Allah. Tetapi sebaliknya , karena manusia (linnasi). Baik itu sifat riya (supaya dilihat orang) maupun sifat sum’ah (supaya didengar orang lain).

Dua penyakit itu menjangkiti mayoritas kita, kendatipun berdasarkan hadis tersebut direpresentasikan kepada tiga kelompok manusia yaitu; orang yang mati syahid, pembaca dan penghapal Alquran dan orang kaya yang dermawan.

1.Orang yang mati syahid. Berkaitan dengan orang mati syahid, terutama bila dikontekstualkan dengan persoalan terkini, yakni dengan ‘bom bunuh diri’ yang merugikan banyak orang. Dimana menurut mereka, bahwa tindakan mereka adalah benar. Sebab dengan melakukan hal itu mereka termasuk orang yang mati syahid dan disambut bidadari di surga. Padahal menurut mayoritas kita, bahwa tindakan mereka adalah kezaliman dan kebiadaban, dimana mengorbankan banyak orang. Selain itu, citra islam sebagai agama yang rahmatan lilalamin selalu menjadi citra yang negatif dalam kehidupan umat beragama.

2.Pembaca dan penghapal Alquran. Para pembaca (qori) dan penghapal(hafiz) Alquran secara khusus yakni orang yang telah mendapat apresiasi dari masyarakat karena telah memperoleh qori terbaik, mulai dari tingkat kecamatan sampai tingkat internasional, kerap dihinggapi penyakit riya dan sum’ah.

3.Orang kaya yang dermawan. Selain dengan dua kelompok di atas, orang kaya dermawan juga kerap dijangkiti penyakit Riya dan sum’ah.

Dengan demikian, melalui momentum bulan Ramadhan ini, mari kita bangun jiwa keikhlasan sebagaimana tujuan ibadah puasa itu sendiri yakni membentuk manusia yang ikhlas, qanaah, tawadhu dan lain sebagainya yang dirangkum dengan kata “manusia yang bertaqwa”. Cara yang terbaik membangun keikhlasan adalah menyadari bahwa Allah selalu menyatu di dalam kehidupan kita dan tidak ada yang kita cari dalam kehidupan ini selain mencari keridhaannya.

(sumber : waspada.co.id)

04 November 2012

Kenapa ya Yahudi itu Pintar (sayangnya licik) ?

 

Kenapa Yahudi Pintar. ?

Artikel DR Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada tiga tahun di Israel karena menjalani housemanship di beberapa rumah sakit disana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan
tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas dibenaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar?
Kenapa Tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk PhD-nya.
Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir 8 tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?" Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih didalam kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius." Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikuti terus perkembangannya.

Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu
mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan. Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung sang ibu suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu.

Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandung kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan pertumbuhan otak anak di dalam kandungan. Ini adalah adat orang-orang Yahudi ketika mengandung.
Menjadi semacam kewajiban untuk ibu-ibu yang sedang mengandung mengkonsumsi pil minyak ikan..

"Ketika saya diundang untuk makan malam bersama orang-orang Yahudi, perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet)."

Biasanya kalau sudah ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut mereka, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang adalah suatu kemestian, terutama badam.

Uniknya, mereka akan memakan buah-buahan dahulu sebelum memakan hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah-buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan karbohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah-buahan, ini akan menyebabkan kita merasa mengantuk, lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan di rumah Yahudi, jangan sekali-kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka, menyuruh Anda merokok di luar rumah.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang dahsyat ditemukan oleh saintis yang
mendalami bidang gen dan DNA.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan. Makanan awal adalah buah-buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata-rata mereka memahami tiga bahasa yaitu Hebrew, Arab, dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih main piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak-anak Yahudi akan diajar
matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, perbandingan anak-anak di Calfornia, dalam tingkat IQ-nya bisa dikatakan 6 tahun kebelakang!

"Segala pelajaran akan dengan mudah ditangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi, olahraga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan ialah memanah, menembak, dan berlari. Menurut teman saya ini memanah dan menembak dapat melatih otak memfokus sesuatu perkara disamping mempermudah persiapan membela negara."

"Selanjutnya perhatian saya menuju ke sekolah tinggi (menengah) disini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apalagi kalau
yang diteliti itu berupa senjata, medis, dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang yang lebih tinggi."

"Satu lagi yang diberi keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan serius belajar ekonomi.
Di akhir tahun di universitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus mempraktekkannya. Dan Anda hanya akan lulus jika tim Anda (10 pelajar setiap tim) dapat keuntungan sebanyak US$ 1 juta! Anda terperanjat? Itulah kenyataannya. "

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina? Terjawab sudah mengapa agresi Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Seperti yang kita ketahui, setelah lewat dua minggu, jumlah korban tewas akibat Holocaust itu sudah mencapai lebih dari 900 orang. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, seusai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismail Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Qur'an.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz al-Qur'an ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam seusia muda itu mereka sudah menguasai al-Qur'an, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika anak Palestina menjadi para penghapal al-Qur'an.
Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada yang main playstation atau game. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghapal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghapal al-Qur'an itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi.
Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Ambil contoh tetangga kita yang terdekat, Singapura.

Contoh yang penulis ambil sederhana saja, rokok. Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "goblok"? Kata goblok diambil bukan dari penulis, tapi kata itu dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti yang menyokong teori ini. "Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu.
"Jika Anda ke Jakarta, dimana saja Anda berada; dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke museum, hidung Anda akan segera mencium asap rokok! Dan harga rokok? Cuma 70 sen dolar! Hasilnya! Dengan penduduk berjumlah jutaan orang, ada berapa banyakkah universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Di tangga
berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia? Adakah ini bukan akibat merokok? Anda pikirlah sendiri?"

Sumber : Sabili Edisi No. 16 Th XVI 26 Februari
2009/1 Rabiul Awal 1430H


isi Kajian (hapus ini jika ingin Posting artikel, tapi jangan Hapus Tulisan "Kirimkan ke teman anda sebagai file .Pdf)
Kirimkan Ke Teman anda Sebagai File .Pdf :
Send articles as PDF to

21 Oktober 2012

Mari Refleksikan Makna Idul Qurban Dalam Kehidupan Nyata

 Download E-book "Refleksikan Makna Berkurban Dalam Kehidupan Kita"oleh Muhammad Ashabus Samaa'un. File PDF


 

Kirimkan Ke Teman anda Sebagai File .Pdf :
Send articles as PDF to

13 Oktober 2012

Apakah sebenarnya kita itu sudah LULUS ujian ?




Wahai kaum muslimin, janganlah mengeluh dalam segala ujian dari pada Allah SWT. karena kita harus yakin, bahwa mukmin yang diberi cobaan berarti mukmin yang dicintai oleh Allah SWT. sebaliknya mukmin yang selalu mendapatkan kesenangan tak jarang dia lupa diri kemudian kufur atas nikmat Allah SWT. Tapi hal itu takkan terjadi bila orang mukmin diuji terlebih dahulu oleh Allah berupa musibah yang menimpa. Hal itu tidak lain adalah Allah melatih mental kita supaya tidak mudah terpengaruh oleh kesenangan duniawi.


Sesungguhnya Orang mukmin tidak akan pernah terlepas dari cobaan dan ujian dalam kehidupan dunia ini. Karena dunia memang berisi ujian, penderitaan, dan cobaan. salah besar jika kita menginginkan kebahagiaan didunia. karena kebahagiaan sesungguhnya ada diakhirat. bahkan Allah SWT pernah berfirman, bahwa tak ada satupun mukmin masuk surga jika belum mendapatkan ujian untuk menguji imannya, dalam al-Qur'an disebutkan : 
 “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?” (Al-Baqarah: 214) 

Oleh karena itu sabar adalah kunci surga. karena kesabaran berarti lulus ujian dari Allah. seperti halnya anak sekolah mau mengerjakan Ujian Nasional misalnya; dia harus prihatin beribadah, puasa, sholat malam, belajar semalam suntuk dan sebagainya. kesabaran semua itu mereka lakukan untuk mendapatkan predikat lulus ujian. lalu bagaimanakah dengan ujian yang sesungguhnya yaitu ujian kehidupan? dan sesungguhnya banyak manusia belum bisa lulus karena sering dibikin stress dan tidak mau ridha atas ujian dari Allah tersebut. Optimislah, dan sesungguhnya dibalik kesulitan pasti ada kemudahan firman Allah SWT 
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.(QS.Al-Insyirah(94):5-6) 
Maka bersabarlah karena Allah selalu bersama orang yang bersabar. Memohonlah segala pertolongan kepada Allah sehabis kita sholat malam maupun sholat fardhu' dan segala ujian sepatutnya dihadapi dengan kesabaran. Karena sabar adalah kunci pertolongan dari Tuhan Semesta Alam. Dalam Al-Qur'an Allah Berfirman 

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَ الصَّلاَةِ إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْن 
"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat; sesung-guhnya Allah adalah beserta orang-orang yang sabar." (Al-Baqoroh [2] - ayat 153) 


Tapi sebelum itu apakah kita sudah mengenal apa itu sabar. Sabar bukan sekedar ucapan dimulut. tapi sabar itu letaknya dalam hati yang terdapat keihlasan didalamnya. Tidak mudah sesungguhnya sabar itu. Karena kadang orang berkata "saya sudah sabar kok". Tapi hatinya tetap tidak rela dan masih mengeluh dalam menghadapi ujian tersebut. Sabar ini memang sangat rumit untuk dijelaskan. Tapi rasulullah telah menjelaskan dengan sangat gamblang makna sabar sesungguhnya. Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Imam bukhori dari Anas Radhiallahuanhu disebutkan
 "Anas RA berkata bahwa Nabi SAW pernah menemui seorang wanita yang sedang menangis di pemakaman. Nabi berkata kepadanya, “Bertaqwalah kepada Allah dan bersabarlah.”
Wanita itu menjawab, “Pergilah, kamu tidak pernah ditimpa musibah seperti yang menimpaku.” 
Wanita itu belum mengenal Nabi SAW ketika diberi tahu bahwa beliau adalah Nabi SAW, wanita itu mendatangi beliau. 
Ia tidak menjumpai seorang pengawal pun di sekeliling beliau. 
Wanita itu berkata, “Aku belum mengenal engkau.”
Nabi SAW bersabda, “Sabar itu pada benturan pertama.” (HR. Bukhari)

Itulah makna sebenarnya apa itu sabar. Dengan gamblang sekali nabi menjelaskan bahwa sabar itu pada benturan yang pertama. Bisa disimpulkan bahwa sabar itu sesungguhnya letaknya ada pada saat pertama kali musibah itu datang. Oleh karena itu sabar itu memang sangat sulit. Karena sabar adalah sikap tenang dan ihlas ketika musibah pertama kali datang, dan rasa kecewa, rasa sakit dan rasa kehilangan paling besar muncul ketika  musibah itu datang pertama kali. Memang begitulah sabar, akan sangat jarang sekali bisa dilakukan orang mukmin awam tak terkecuali alim dan ulama kecuali yang telah terbiasa bersabar untuk itu. Tapi sampai kapan kita akan terus berkata "sabar itu sulit". Segalanya perlu belajar, begitu juga dengan sabar kita juga perlu belajar dari sekarang. Sabar itu dimulai yang kecil-kecil kemudian diikuti cobaan yang besar. Ketika ketika sering mengeluh, itu artinya kita belum lulus dari sabar.

Siapakah mukmin yang tidak ingin masuk surga?. Akan tetapi kesabaran adalah salah satu sarana menuju surga. Jadi jangan menunda belajar untuk bersabar dari sekarang. baik itu ketika kita kehilangan sesuatu, ditinggal yang dicintai, dizalimi, terkena penyakit dan sebagainya. Dalam hal itu maka tak salah nabi Muhammad saw, rasul yang mulia pernah meninggalkan wasiat yang sangat indah dan dalam, berupa nasehat yang isinya begini :


 “Jagalah Allah (selalu ingat perintah dan larangan Allah), niscaya kamu temukan Allah di hadapanmu. 
Kenalilah Allah di saat lapang maka Dia akan mengenalmu di saat sempit. 
Ketahuilah, apa pun yang ditakdirkan meleset darimu maka tidak akan pernah menimpamu, 
dan apa pun yang ditakdirkan menimpamu tidak akan pernah meleset darimu. Ketahuilah, sesungguhnya pertolongan (akan datang) bersama dengan kesabaran, 
dan jalan keluar bersama dengan kesempitan. 
Dan setiap kesulitan pasti diikuti kemudahan.”

(Hadits Riwayat At-Tirmidzy)


Wallahu'alam



Kirimkan Ke Teman anda Sebagai File .Pdf :
Send articles as PDF to

Blog Archive