Motto "Lestarikan Budaya Luhur Islam"

08 Desember 2011

Mutiara Hikmah : NAFSU MULHAMAH (seri macam-macam nafsu bag. 5/8)

www.ashabul-muslim.com ~ Nafsu Mulhamah adalah jiwa yang memperoleh
ilham dari Allah SWT. Ia dikaruniai ilmu, diperias dengan akhlak
mahmudah (akhlak terpuji). Perlu diingat Karena diperhias dengan
akhlak mahmudah maka orang yang mempunyai nafsu tipe ini wujud
keberadaan dirinya cenderung menjadi penyabar, suka mensyukuri nikmat,
tabah dan ulet.


Tag : seri macam-macam nafsu, nafsu amarah, nafsu lawwamah, nafsu
musawwalah, nafsu mutmainnah, nafsu raadhiyah, nafsu mardhiyah, dan
nafsu kaamilah.

Mutiara hikmah : NAFSU MUTMAINNAH (seri macam-macam nafsu bag. 4/8)

www.Ashabul-Muslim.com ~ Nafsu mutmainnah adalah jiwa-jiwa yang telah
mendapatkan pengarahan, tuntunan dan pemeliharaan. Perlu di garis
bawahi, sekalipun berwujud nafsu, nafsu mutmainnah ini mendatangkan
ketenangan jiwa melahirkan sikap dan tindakan yang baik. Akalnya
difungsikan untuk menimbang, kejahatan sulit menerobos untuk menguasai
pemilik nafsu mutmainnah ini karena ia lebih dekat pada kebajikan.
Untuk tipe nafsu mitmainnah ini silahkan langsung sahabat muslim baca
pada al-qur'an surat al waqi'ah.


Tag : seri macam-macam nafsu, nafsu amarah, nafsu lawwamah, nafsu
musawwalah, nafsu mutmainnah, nafsu mulhamah, nafsu raadhiyah, nafsu
mardhiyah, dan nafsu kaamilah.

Mutiara hikmah : NAFSU MUSAWWALAH (Seri macam-macam nafsu bag. 3)

Nafsu musawwalah adalah jiwa yang telah mampu membedakan antara baik
dan buruk, sekalipun untuk mengerjakan perkara buruk bagi nafsu ini,
tidak ada bedanya ketika melakukan perbuatan baik. Tetapi berbuat
keburukan bagi nafsu ini tidak dilakukan secara terang-terangan, sebab
dirinya telah mempunyai sifat malu. Sekalipun rasa malu itu tertuju
pada orang lain, bukan malu pada diri sendiri. Nafsu ini membentuk
keberadaan diri pelakunya lebih cenderung kepada kejahatan daripada
kebijakan. Tetapi perlu digaris bawahi pula bahwa ia juga suka
bertanya pada akalnya sebelum bertindak.


Tag : seri macam-macam nafsu, nafsu amarah, nafsu lawwamah, nafsu
musawwalah, nafsu mutmainnah, nafsu mulhamah, nafsu raadhiyah, nafsu
mardhiyah, nafsu kaamilah.

Mutiara hikmah : NAFSU LAWWAMAH (Seri macam-macam nafsu bag. 2/8)

www.Ashabul-muslim.com ~ Nafsu lawwamah adalah jiwa yang telah
memiliki keinsyafan dan penyesalan setelah melakukan suatu pelanggaran
atau kesalahan. Dalam melakukan tindakan menyimpang, nafsu ini tidak
berani terang-terangan. Karena ia telah menyadari akibat perbuatan
yang dlakukanya. Hanya saja ia belum mampu mengendalikan nafsu jahat
yang mempengaruhinya. Maka dalam keberadaanya ia lebih dekat pada
kemaksiatan.


Tag : seri macam-macam nafsu, nafsu amarah, nafsu lawwamah, nafsu
musawwalah, nafsu mutmainnah, nafsu mulhamah, nafsu raadhiyah, nafsu
mardhiyah, dan nafsu kaamilah.

Mutiara hikmah : NAFSU AMARAH (seri macam-macam nafsu bag. 1/8)

Nafsu amarah adalah jiwa yang belum mampu membedakan antara baik dan
buruk. Nafsu ini belum mendapat pengarahan, tuntunan sehingga belum
mengetahui mana yang bermanfaat dan mana yang mafsadat (merusak).
Nafsu ini suka melakukan tindak penghianatan dengan segala akibat yang
tidak terpuji. Yang perlu digaris bawahi adalah nafsu satu ini tidak
mau/enggan menerima petuah (nasehat) dan saran. Karena semua petuah
dan saran bagi nafsu amarah selalu dipandang sebagai lawan. Oleh
karena itu petuah dan saran mereka anggap perlu dimusuhi. Jadi nafsu
ini merupakan nafsu paling buruk yang ada pada diri manusia.

Tag : seri macam-macam nafsu, nafsu amarah ialah nafsu paling buruk
diantara 7 nafsu lainya, yakni nafsu lawwamah, nafsu musawwalah, nafsu
mutmainnah, nafsu mulhamah, nafsu raadhiyah, nafsu mardhiyah, nafsu
kaamilah.

07 Desember 2011

Mutiara hikmah : SETIAP ANGGOTA BADAN MELAKUKAN ZINA !!!

Bismillahirokhmanirrokhim.

Dari Abu Hurairah RA. Bahwa Rosulullah SAW telah bersabda : Sudah
menjadi ketentuan bagi manusia bahwa bagian-bagian dari tubuhnya
melakukan perbuatan zina, hal itu pasti dilakukan. Kedua mata zinanyz
memandang. Kedua telinga zinanyz menguping. Lisan zinanya berbicara.
Kedua tangan zinanya memaksa. Kaki zinanya berjalan. Dan hati zinanya
menyenangi dan mengharap-harap. Semua itu dibenarkan oleh farj
(kelamin) atau di dustainya. (Hadis Riwayat Imam Muslim dari Abu
Hurairah)

wallahu a'lam.


Tag : apakah anggota badan melakukan zina ?, anggota tubuh melakukan
zina, zina mata, zina telinga, zina kaki, zina lisan/mulut, zina hati,
zina kemaluan,

--
kunjungi situs kami di :

http://www.ashabul-muslim.com/
<http://www.co.cc/?id=187926&h=YTF1TjFxdzQxNm84eXkwR2kyVk4=&r=aHR0cDovL2F2LXV6enkuYmxvZ3Nwb3QuY29tLw==>

Mutiara hikmah : PAHALA SEORANG WANITA SAMA SEPERTI PAHALA LAKI-LAKI YANG BERJIHAD

Bismillahirrokhmanirrokhim.

Ashabul-muslim.com ~ Tersebut dalam suatu riwayat ada seorang
perempuan datang menghadap Nabi SAW seraya berkata :

"Wahai Rosullulah, aku ini di utus dari golongan kaum wanita yang
diminta menghadapmu. Yaitu untuk menanyakan masalah yang hanya di
wajibkan Allah kepada kaum lelaki. Kalau mereka terluka, mereka
mendapat pahala. Kalau mereka terbunuh, mereka bahkan sebagai
orang-orang yang hidup disisi Tuhanya seraya memperoleh rizki.
Sedangkan kami dari golongan wanita ini selalu setia mengikuti dan
membantu mereka menyediakan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan. Namun
demikian kenapa kami tidak memperoleh pahala berjihad seperti yang
diberikan kepada mereka ?. Rasulullah SAW menjawab : Sampaikanlah
kepada siapa saja kaum wanita yang kamu jumpai bahwa, menaati suami
dengan mengakui hak-haknya sesungguhnya telah menyamai dengan pahala
berjihad. Tetapi sedikit sekali diantara golonganmu yang
melaksanakanya." (diriwayatkan oleh Al Bazzar dan Thabrani)

wallahu 'alam


tag : pahala jihad bagi wanita, pahala laki-laki yang mati dalam
jihad, pahala wanita yang menaati suaminya, wanita juga memperoleh
pahala jihad, pahala laki-laki yang yang terluka saat jihad.

--
kunjungi situs kami di :

http://www.ashabul-muslim.com/
<http://www.co.cc/?id=187926&h=YTF1TjFxdzQxNm84eXkwR2kyVk4=&r=aHR0cDovL2F2LXV6enkuYmxvZ3Nwb3QuY29tLw==>

04 Desember 2011

Maksiat penyebab azab kubur

Disebutkan oleh  Imam Ibn al-Qayyim Allah bahwa orang-orang dari kubur sedang disiksa karena kejahilan  mereka tentang Allah  dan tidak melaksanakan perintah Allah SWT serta melakukan  dosa, Sesungguhnya azab kubur adalah  sebagian daripada azab di negeri akhirat, sebabnya dari murka Allah SWT karena dosa hambanya, Azab Allah SWT berlaku mungkin disebabkan  dosa hati, mata, telinga, mulut, lidah, perut, kemaluan , tangan dan seluruh tubuh, Allah SWT murka karena mati tanpa bertaubat. 

Maka azab kubur bergantung kepada dosa dan kemurkaan Allah SWT terhadap seseorang hambanya. Terdapat juga dosa yang akan ditambah azabnya atau dosa yang akan dikurangkan azabnya . Mereka yang  berkata benar atau yang berbohong semuanya mendapat balasan daripada Allah SWT.

Murka Allah SWT terhadap dosa-dosa tersebut terlalu banyak diantaranya ialah :

1 – Mengumpat  dan memfitnah.

2 – Tidak beristbra’ semasa membuang air kecil.

3 – Solat tanpa membersihkan diri dengan sempurna.

4 – berbohong.

5 – Meninggal solat dan meremeh-remehkannya.

6 – Tidak membayar zakat.

7 – Berzina.

8 – Mencuri (pencurian).

9 -Khianat.

10 – mencari perselisihan di kalangan umat Islam atau menabur fitnah.

11 – Makan harta RIBA/ INTERES . ( fenomena berbahaya ini sudah menjadi kebiasaan dalam masyarakat kita)

12 – Tidak  membela  mereka yang  tertindas.


13 – Minum arak.

14 – Melabuhkan pakaian melebihi Mata Kaki (isbal)

15 – Membunuh.

16 – Menghina  atau mencaci para sahabat.

17 – Mati semasa melakukan perkara bid’ah.

Ya Allah, Selamatkanlah kami dari azab kubur, amien .

APA YANG MENYEBABKAN DO'A KITA TIDAK TERKABUL

Jika seorang muslim berdoa pada Allah agar diberi rizki dan diberi keturunan, akan tetapi doanya tak kunjung pula terkabulkan, apakah seperti itu adalah buah dari tidak diterimanya amalan?




Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz ditanyakan seperti di atas. Lalu jawaban beliau rahimahullah,

Ada berbagai faktor yang menyebabkan doa tak kunjung dikabulkan. Doa tersebut tidak terkabul boleh jadi karena jeleknya amalan, maksiat dan kejelekan yang seseorang perbuat. Boleh jadi juga sebabnya adalah karena makan makanan yang haram. Juga bisa jadi karena ia berdoa biasa dalam keadaan hati yang lalai. Boleh jadi pula karena sebab lainnya sebagaimana yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan dalam hadits,

ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا. قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ  اللَّهُ أَكْثَرُ

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian.”[1]

Boleh jadi tidak terkabulnya doa seorang hamba karena maksiat yang ia perbuat, karena hatinya yang lalai saat memanjatkan doa, atau karena memakan yang haram. Atau boleh jadi pula doa seseorang tak kunjung terkabul karena Allah Ta’ala memilih yang terbaik untuknya dengan Allah mengganti apa yang ia minta dengan yang lebih bermanfaat di surga dan akhirat kelak. Atau bahkan Allah menggantinya dengan sesuatu di akhirat dan di surga yang kekal. Bisa jadi pula Allah mengganti permintaan hamba tadi dengan maslahat lainnya dengan Allah menghindarkan darinya berbagai keburukan. Bisa jadi Allah menghindarkan darinya kejelekan tanpa ia sadari. Itulah karena doa yang ia panjatkan pada Allah. Inilah yang terbaik sesuai dengan hikmah Allah. Allah bisa jadi mengabulkan doanya dengan memberikannya anak, rumah atau istri. Boleh jadi pula Allah palingkan dari kejelekan dengan sebab doa dan mengganti dengan yang lebih manfaat sebagaimana yang disebutkan dalam hadits di atas.

[Sumber: http://www.ibnbaz.org.sa/mat/17235]

Dalil bahwa do’a dengan hati yang lalai sebab do’a sulit terkabul,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.”[2]

Dalil pengaruh makanan yang haram terhadap do’a,

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyib (baik). Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: 'Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Dan Allah juga berfirman: 'Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang Telah menceritakan kepada kami telah kami rezekikan kepadamu.'" Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakan tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo'a: "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku." Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do'anya?"[3]

Jadi maksiat dan makan makanan yang haram, itu juga adalah sebab penghalang terkabulnya do’a. Begitu pula hati yang lalai dalam berdoa, itu pula salah satu penghalang. Atau barangkali Allah beri kita yang terbaik dan mengganti dengan yang terbaik dari doa yang kita minta.

Don’t give up! Teruslah banyak berdoa dan terus introspeksi diri. Wallahu waliyyut taufiq.





Riyadh-KSA, 4 Rajab 1432 H (04/06/2011)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.remajaislam.com




[1] HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa'id. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid

[2] HR. Tirmidzi no. 3479, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan

[3] HR. Muslim no. 1015

Blog Archive