Motto "Lestarikan Budaya Luhur Islam"

26 Oktober 2011

Belajar dari ulama : Sejarah singkat Imam Nawawi

Siapa yang tak mengenal ulama besar dizaman salaf (terdahulu) yang satu ini, beliau adalah pengarang kitab-kitab terkenal yang sekarang banyak beredar dimasyarakat seperti kitab Syarah sahih Muslim, Riyadhus Shalihin dan kitab hadits arbain nawawi yang sangat besar manfaatnya jika dipelajari dengan kesungguhan hati, karena kitab-kitab itu mengandung pokok-pokok ajaran Islam.

Beliau adalah Yahya bin Syaraf bin Hasan bin Husain An-Nawawi Ad-Dimasyqiy, Abu Zakaria. Beliau dilahirkan pada bulan Muharram tahun 631 H di Nawa, sebuah kampung di daerah Dimasyq (Damascus) yang sekarang merupakan ibukota Suriah. Beliau dididik oleh ayah beliau yang terkenal dengan kesalehan dan ketakwaan. Beliau mulai belajar di katatib (tempat belajar baca tulis untuk anak-anak) dan hafal Al-Quran sebelum menginjak usia baligh.

Ketika berumur sepuluh tahun, Syaikh Yasin bin Yusuf Az-Zarkasyi melihatnya dipaksa bermain oleh teman-teman sebayanya, namun ia menghindar, menolak dan menangis karena paksaan tersebut. Syaikh ini berkata bahwa anak ini diharapkan akan menjadi orang paling pintar dan paling zuhud pada masanya dan bisa memberikan manfaat yang besar kepada umat Islam. Perhatian ayah dan guru beliaupun menjadi semakin besar.

An-Nawawi tinggal di Nawa hingga berusia 18 tahun. Kemudian pada tahun 649 H ia memulai rihlah thalabul ilmi-nya ke Dimasyq dengan menghadiri halaqah-halaqah ilmiah yang diadakan oleh para ulama kota tersebut. Ia tinggal di madrasah Ar-rawahiyyah di dekat Al-Jami’ Al-Umawiy. Jadilah thalabul ilmi sebagai kesibukannya yang utama. Disebutkan bahwa ia menghadiri dua belas halaqah dalam sehari. Ia rajin sekali dan menghafal banyak hal. Ia pun mengungguli teman-temannya yang lain. Ia berkata: “Dan aku menulis segala yang berhubungan dengannya, baik penjelasan kalimat yang sulit maupun pemberian harakat pada kata-kata. Dan Allah telah memberikan barakah dalam waktuku.” [Syadzaratudz Dzahab 5/355].

Diantara syaikh beliau: Abul Baqa’ An-Nablusiy, Abdul Aziz bin Muhammad Al-Ausiy, Abu Ishaq Al-Muradiy, Abul Faraj Ibnu Qudamah Al-Maqdisiy, Ishaq bin Ahmad Al-Maghribiy dan Ibnul Firkah. Dan diantara murid beliau: Ibnul ‘Aththar Asy-Syafi’iy, Abul Hajjaj Al-Mizziy, Ibnun Naqib Asy-Syafi’iy, Abul ‘Abbas Al-Isybiliy dan Ibnu ‘Abdil Hadi.

Pada tahun 651 H ia menunaikan ibadah haji bersama ayahnya, kemudian ia pergi ke Madinah dan menetap disana selama satu setengah bulan lalu kembali ke Dimasyq. Pada tahun 665 H ia mengajar di Darul Hadits Al-Asyrafiyyah (Dimasyq) dan menolak untuk mengambil gaji.

Beliau digelari Muhyiddin (yang menghidupkan agama) dan membenci gelar ini karena tawadhu’ beliau. Disamping itu, agama islam adalah agama yang hidup dan kokoh, tidak memerlukan orang yang menghidupkannya sehingga menjadi hujjah atas orang-orang yang meremehkannya atau meninggalkannya. Diriwayatkan bahwa beliau berkata: “Aku tidak akan memaafkan orang yang menggelariku Muhyiddin.”

Imam An-Nawawi adalah seorang yang zuhud, wara’ dan bertaqwa. Beliau sederhana, qana’ah dan berwibawa. Beliau menggunakan banyak waktu beliau dalam ketaatan. Sering tidak tidur malam untuk ibadah atau menulis. Beliau juga menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, termasuk kepada para penguasa, dengan cara yang telah digariskan Islam. Beliau menulis surat berisi nasehat untuk pemerintah dengan bahasa yang halus sekali. Suatu ketika beliau dipanggil oleh raja Azh-Zhahir Bebris untuk menandatangani sebuah fatwa. Datanglah beliau yang bertubuh kurus dan berpakaian sangat sederhana. Raja pun meremehkannya dan berkata: “Tandatanganilah fatwa ini!!” Beliau membacanya dan menolak untuk membubuhkan tanda tangan. Raja marah dan berkata: “Kenapa !?” Beliau menjawab: “Karena berisi kedhaliman yang nyata.” Raja semakin marah dan berkata: “Pecat ia dari semua jabatannya!” Para pembantu raja berkata: “Ia tidak punya jabatan sama sekali.” Raja ingin membunuhnya tapi Allah menghalanginya. Raja ditanya: “Kenapa tidak engkau bunuh dia padahal sudah bersikap demikian kepada Tuan?” Raj apun menjawab: “Demi Allah, aku sangat segan padanya.”

Imam Nawawi meninggalkan banyak sekali karya ilmiah yang terkenal. Jumlahnya sekitar empat puluh kitab, diantaranya:

1. Dalam bidang hadits: Arba’in, Riyadhush Shalihin, Al-Minhaj (Syarah Shahih Muslim), At-Taqrib wat Taysir fi Ma’rifat Sunan Al-Basyirin Nadzir.
2. Dalam bidang fiqih: Minhajuth Thalibin, Raudhatuth Thalibin, Al-Majmu’.
3. Dalam bidang bahasa: Tahdzibul Asma’ wal Lughat.
4. Dalam bidang akhlak: At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’an, Bustanul Arifin, Al-Adzkar.

Kitab-kitab ini dikenal secara luas termasuk oleh orang awam dan memberikan manfaat yang besar sekali untuk umat. Ini semua tidak lain karena taufik dari Allah Ta’ala, kemudian keikhlasan dan kesungguhan beliau dalam berjuang.

Secara umum beliau termasuk salafi dan berpegang teguh pada manhaj ahlul hadits, tidak terjerumus dalam filsafat dan berusaha meneladani generasi awal umat dan menulis bantahan untuk ahlul bid’ah yang menyelisihi mereka. Namun beliau tidak ma’shum (terlepas dari kesalahan) dan jatuh dalam kesalahan yang banyak terjadi pada uluma-ulama di zaman beliau yaitu kesalahan dalam masalah sifat-sifat Allah Subhanah. Beliau kadang men-ta’wil dan kadang-kadang tafwidh. Orang yang memperhatikan kitab-kitab beliau akan mendapatkan bahwa beliau bukanlah muhaqqiq dalam bab ini, tidak seperti dalam cabang ilmu yang lain. Dalam bab ini beliau banyak mendasarkan pendapat beliau pada nukilan-nukilan dari para ulama tanpa mengomentarinya.

Adapun memvonis Imam Nawawi sebagai Asy’ari, itu tidak benar karena beliau banyak menyelisihi mereka (orang-orang Asy’ari) dalam masalah-masalah aqidah yang lain seperti ziyadatul iman dan khalqu af’alil ‘ibad. Karya-karya beliau tetap dianjurkan untuk dibaca dan dipelajari, dengan berhati-hati terhadap kesalahan-kesalahan yang ada. Tidak boleh bersikap seperti kaum Haddadiyyun yang membakar kitab-kitab karya beliau karena adanya beberapa kesalahan di dalamnya.

Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa kerajaan Saudi ditanya tentang aqidah beliau dan menjawab: “Lahu aghlaath fish shifat” (Beliau memiliki beberapa kesalahan dalam bab sifat-sifat Allah).

Imam Nawawi meninggal pada 24 Rajab 676 H -rahimahullah wa ghafara lahu-.

Catatan: Lihat biografi beliau di Tadzkiratul Huffazh 4/1470, Thabaqat Asy-Syafi’iyyah Al-Kubra 8/395, dan Syadzaratudz Dzahab 5/354

refrensi :
www.muslim.or.id

24 Oktober 2011

Syair : KIDUNG KANGENING ATI


Duh gusti . . .
Abdi tansah mboten mangertosi . . .
Wolak-walikeng jagad ati niki . . .
Dateng salah satunggaleng tiyang setri . . .
Ingkang tansah angangeni . . .

Duh gusti . . .
Mugi parengono kajembaraneng ati . . .
Dateng abdi kang tansah karungrong kangeneng ati . . .
Datansah pareng ridho lan restu . . .
Mugio waged kawujud dugineng mongso . . .
Mongso kajalin tali asmoro . . .

Duh gusti . . .
Roso kangen kang karonto-ronto . . .
Salaming pujo lan asmoro . . .
Abdi titipaken dateng gusti pangeran kulo . . .
Awujuding kidung kakangenan asmoro . . .
Dateng tiyang setri kang tansah angangeni . . .

Titi mangsaning dinten seloso tengah wengi. Abdi tansah mboten saged
tilem, amargi wonten roso kang anganjeling ati abdi. Punopo injeh
tiyang setri ingkang abdi kangeni ugi tansah angrasani punopo ingkang
abdi rasaaken . . . Ingkang waged abdi lampahaken hanamung adedongo
supados punopo ingkang abdi rasaaken waged kawujod ngantos wektu
ingkang nepangaken abdi lan tiyang setri puniko, mongso kajalin tali
asmoro . . . Amargi wonten mriki abdi tansah karoso . . . Sep#i . . .
Ugi kangen kang kadang mboten mikuati . . . Kados tegakeng watu
karang, kadang waged goyah kaantem ombaking segoro . . . ;(;(;( . . .
--
Dikirim dari perangkat seluler saya

Syair : SAPAAN DZUHUR


Sangsurya menyapa
dalam panas teriknya atmosfer kehidupan
tepat diatas ubun-ubun
sapaanya menggoda marbot itu
mengambil air basuhan wudhu
sapaanya mengetarkan hati
tengah glisah dibalut hiruk pikuk dunia mati
. . . .
Kala surya itu lengah
smakin condong dari titik tengah
tibalah saat tuk tengadah
dalam baris-baris jamaah
dalam sujud abdi yang tengah gundah
--
Dikirim dari perangkat seluler saya

IT : GOOGLE SOCIAL SEARCH

Assalamu'alaikum sobat muslim . . .
Kali ini kita akan melayang ke dunia IT . . . (Lho kok nyasar ke dunia
IT) . . . Sobat muslim tak usah khawatir, walaupun pembahasan utama
kita tentang agama, namun dalam hal dunia it pun kita ngak boleh
ketinggalan. Coz bagaimanapun juga dunia takkan pernah lepas dari yang
namanya IT.

Kita putar kembali ke tahun 2010. Pada tahun ini google mengummkan
fitur baru untuk mencari profil seseorang di platfrom media sosial,
yang diberi tajuk Google Social Search. Fitur penelusuran ini
memungkinkan pengguna google menghubungkan Google Profil yang mereka
miliki, dengan berbagai profil mereka di situs-situs jejaring sosial,
seperti Facebook dan Twitter.
Intinya, Google Social Search memungkinkan penggunanya untuk mencari
sesuatu berdasarkan kata kunci pencarian, termasuk dari konten-konten
yang muncul di lingkaran jejaring sosial anda. Hal ini bisa dilakukan,
bila pengguna terlebih dahulu menghubungkan acount yang mereka miliki
di blogger, facebook, dan jejaring sosial lainya, ke dalam google
profiles.
Ini dimaksudkan agar konten-kontent di jejaring sosial tersebut bisa
muncul saat kita sedang mencari suatu topik. Misalnya saat kita sedang
melakukan pencarian gambar atau foto, di hasil pencarian google image
bisa terlihat konten-konten foto yang di simpan oleh sobat kita di
Flickr atau Picasa.
So itulah jawaban mengapa foto kita bisa muncul di Google search Image . . . . .
--
Dikirim dari perangkat seluler saya

23 Oktober 2011

Refrensi buku : ISLAM DAN DEMOKRASI INDONESIA


> Judul : Idiologi Islam dan Utopia : Tiga Model Negara Demokrasi di Indonesia
> Penulis : Luthfi Assyaukanie
> Penerbit : Freedom institute, 2011
> Tebal : xvii + 330 halaman
> ISBN : 978-602-99656-0-5

Gagasan negara islam yang diusung oleh tokoh-tokoh yang bergabung
dalam partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) mengemukakan
sejumlah argumen yang mengatakan bahwa gagasan gagasan tersebut tidak
bertentangan dengan demokrasi. Di antara tokoh-tokoh yang dimaksud
adalah M Natsir, Zaenal Abidin Ahmad, Mohamad Roem, Abu Hanifah,
Hamka, dan Muhammad Rasjidi. Negara yang mereka bayangkan sebagai
model bukanlah Pakistan, Iran, apalagi Arab Saudi, melainkan Belanda,
Swedia, atau Inggris. Utopia model ini disebut sebagai negara
demokrasi islam.
Utopia kedua adalah negara demokrasi agama. Kelompok ini didukung oleh
antara lain : Amien Rais, Syafii Maarif, Kuntowijoyo, Dawam Raharjo,
Sahal Mahfud, Ali Yafie, Ahmad Sidiq, Munawir Sadzali, dan ali sasono.
Mereka tidak mendukung pendirian negara islam sebagaimana yang diusung
kelompok pertama. Tekanan mereka adalah pada perjuangan hak yang sama
bagi semua agama untuk memberi inspirasi bagi negara. Sebagaimana
kelompok pertama, mereka menolak konsep pemisahan negara dan agama
serta mendukung negara terlibat dalam urusan keagamaan masyarakat.
Negara Demokrasi Liberal merupakan utopia ketiga. Pengusungnya
antaralain : Abdurrahman Wachid, Nurcholis Madjid, Djohan Efendi, dan
Harun Nasution. Mereka secara tegas mendukung gagasan sekularisme.
Bagi mereka, negara adalah institusi rasional yang juga harus dikelola
menggunakan kalkulasi rasional. Meski semakin meninggalkan gagasan
negara islam, justru kelompok inilah yang yang memiliki argumentasi
yang lebih mengakar pada tradisi islam. Karya ilmiah yang mendapatkan
penghargaan tertinggi untuk disertasi terbaik di The University of
Melbourne ini berusaha untuk menjelaskan tiga model pemikiran Islam
dan demokrasi di Indonesia.
Disalin dari : KOMPAS, Minggu 23/10/11 hal 19 kolom info buku baru.
--
Dikirim dari perangkat seluler saya

PERKEMBANGAN SAINS DAN TEKNOLOGI MENURUT PANDANGAN ISLAM

sebagaimana ditegaskan dalam Alquran surat Al-Maidah ayat tiga yg artinya “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku cukupkan kepadamu ni’mat-Ku dan telah Aku ridhai Islam menjadi agamamu.” Kaum muslimin yg berbahagia!Salah satu keagungan ni’mat yg dikaruniakan Allah bagi umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah ni’mat ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan sains dan teknologi telah memberikan kemudahan-kemudahan dan kesejahteraan bagi kehidupan manusia sekaligus merupakan sarana bagi kesempurnaan manusia sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya krn Allah telah mengaruniakan anugerah keni’matan kepada manusia yg bersifat saling melengkapi yaitu anugerah agama dan keni’matan sains teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua sosok yg tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ilmu adl sumber teknologi yg mampu memberikan kemungkinan munculnya berbagai penemuan rekayasa dan ide-ide. Adapun teknoogi adl terapan atau aplikasi dari ilmu yg dapat ditunjukkan dalam hasil nyata yg lbh canggih dan dapat mendorong manusia utk berkembang lbh maju lagi.  Sebagai umat Islam kita harus menyadari bahwa dasar-dasar filosofis utk mengembangkan ilmu dan teknologi itu bisa dikaji dan digali dalam Alquran sebab kitab suci ini banyak mengupas keterangan-keterangan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh adl firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya ayat 80 yg artinya “Telah kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi utk kamu guna memelihara diri dalam peperanganmu.” Dari keterangan itu jelas sekali bahwa manusia dituntut utk berbuat sesuatu dgn sarana teknologi. Sehingga tidak mengherankan jika abad ke-7 M telah banyak lahir pemikir Islam yg tangguh produktif dan inofatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kepeloporan dan keunggulan umat Islam dalam bidang ilmu pengetahuan sudah dimulai pada abad itu. Tetapi sangat disayangkan bahwa kemajuan-kemajuan itu tidak sempat ditindaklanjuti dgn sebaik-baiknya sehingga tanpa sadar umat Islam akhirnya melepaskan kepeloporannya. Lalu bangsa Barat dgn mudah mengambil dan menransfer ilmu dan teknologi yg dimiliki dunia Islam dan dgn mudah pula mereka membuat licik yaitu membelenggu para pemikir Islam sehinggu sampai saat ini bangsa Baratlah yg menjadi pelopor dan pengendali ilmu pengetahuan dan teknologi. Kaum muslimin rahimakumullah!Begitulah menurut catatan sejarah bangsa Barat berhasil mengambil khazanah ilmu pengetahuan yg telah dikembangkan lbh dahulu oleh kaum muslimin kemudian mereka mengembangkannya di atas paham materialisme tanpa mengindahkan lagi nilai-nilai Islam sehingga terjadilah perubahan total sampai akhirnya terlepas dari sendi-sendi kebenaran. Para ilmuwan Barat dari abad ke abad kian mendewa-dewakan rasionalitas bahkan telah menuhankan ilmu dan teknologi sebagai kekuatan hidupnya. Mereka menyangka bahwa dgn iptek mereka pasti bisa mencapai apa saja yg ada di bumi ini dan merasa dirinya kuasa pula menundukkan langit bahkan mengira akan dapat menundukkan segala yg ada di bumi dn langit. Sehingga tokoh-tokoh mereka merasa mempunyai hak utk memaksakan ilmu pengetahuan dan teknologinya itu kepada semua yg ada di bumi agar mereka bisa mendikte dan memberi keutusan terhadap segala permasalahan di dunia. Sebenarnya masyarakat Barat itu patut dikasihani krn akibat kesombongannya itu mereka lupa bahwa manusia betapapun tingg kepandaiannya hanya bisa mengetahui kulit luar atau hal-hal yg lahiriah saja dari kehidupan semesta alam. Manusia hanya diberi ilmu pengetahuan yg sedikit dari kemahaluasan ilmu Allah. Di atas orang pintar ada lagi yg lbh pintar dan sungguh Allah SWT benci kepada orang yg hanya tahu tentang dunia tetapi bodoh tentang kebenaran yg ada di dalamnya. Allah SWT berfirman yg artinya “Celakalah bagi orang-orang kafir dgn siksa yg pedih. Mereka lbh menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat dan menghalangi manusia dari jalan Allah serta menginginkan agar jalan itu bengkok. Mereka berada dalam kesesatan yg nyata.” . Kaum muslimin rahimakumullah!Peradaban modern adl hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yg gemilang yg telah dicapai oleh manusia setelah diadakan penelitian yg tekun dan eksperimen yg mahal yg telah dilakukan selama berabad-abad. Maka sudah sepantasnya kalau kemudian manusia menggunakan penemuan-penemuannya itu guna meningkatkan taraf hidupnya. Kemajuan teknologi secara umum telah banyak dini’mati oleh masyarakat luas dgn cara yg belum pernah dirasakan bahkan oleh para raja dahulu kala. Makanan lbh ni’mat dan beraneka ragam pakaian terbuat dari bahan yg jauh lbh baik dan halus sarana-sarana transportasi dan komunikasi yg kecepatannya amat mengagumkan gedung dan rumah tempat tinggal dibangun dengn megah dan mewah. Tampaknya manusia di masa depan akan mencapai taraf kemakmuran yg lbh tinggi dan memperoleh kemudahan-kemudahan yg lbh banyak lagi. Walaupun demikian kita juga menyaksikan betapa batin manusia zaman sekarang selalu mengerang krn sirat kerakusan manusia semakin merajalela dan perasaan saling iri di antara perorangan atau kelompok telah menyalakan api kebencian di mana-mana. Kata orang bijak di dunia sekarang ini nafsu manusia lbh besar daripada akal sahabatnya. Kebanyakan manusia di dunia kini hanya mengingat kesenangan hidupnya lupa kepada Tuhannya. Ia mengira bahwa dunia ini adl segalanya tak ada kelanjutannya dan tak ada kehidupan kecuali di dunia saja. Benar bahwa agama Islam tidak menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga tidak anti terhadap barang-barang produk teknologi baik di zaman lampau di masa sekarang maupun di waktu-waktu yg kan datang. Demikian pula ajaran Islam ia tidak akan bertentangan dgn teori-teori pemikiran modern yg teraturdan lurus dan analisa-analisa yg teliti dan obyekitf. Dalam pandangan Islam menurut hukum asalnya segala sesuatu itu adl mubah termasuk segala apa yg disajikan oleh berbagai peradaban baik yg lama ataupun yg baru. Semua itu sebagaimana diajarkan oleh Islam tidak ada yg hukumnya haram kecuali jika terdapat nash atau dalil yg tegas dan pasti mengherankannya. Bukanlah Alquran sendiri telah menegaskan bahwa agama Islam bukanlah agma yg sempit? Allah SWT telah berfirman yg artinya “Di sekali-kali tidak menjadikan kamu dalam agama suatu kesempitan.” . Adapun peradaban modern yg begitu luas memasyarakatkan produk-produk teknologi canggih seperti televisi vidio alat-alat komunikasi dan barang-barang mewah lainnya serta menawarkan aneka jenis hiburan bagi tiap orang tua muda atau anak-anak yg tentunya alat-alat itu tidak bertanggung jawab atas apa yg diakibatkannya. Tetapi di atas pundak manusianyalah terletak semua tanggung jawab itu. Sebab adanya pelbagai media informasidn alat-alat canggih yg dimiliki dunia saat ini dapat berbuat apa saja kiranya faktor manusianyalah yg menentukan opersionalnya. Adakalanya menjadi manfaat yaitu manakala manusia menggunakan dgn baik dan tepat. Tetapi dapat pula mendatangkan dosa dan malapetaka manakala manusia menggunakannya utk mengumbar hawa nafsu dan kesenangan semata. Kaum muslimin rahimakumullah!Memang dalam abad teknologi dan era globalisasi ini umat Islam hendaklah emlakukan langkah-langkah strategis dgn meningkatkan pembinaan sumber daya manusia guna mewujudkan kualitas iman dn takwa serta tidk ketinggalan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun seiring dgn upaya meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi kita pun harus jeli menentukan pilihan ini. Untuk apakah semua kemajuan itu? Apakah sekadar utk menuruti keinginan-keinginan syahwat lalu tenggelam dalam kemewahan dunia hingga melupakan akhirat dan menjadi pengikut-pengikut setan? Ataukah sebaliknya semua ilmu dan kemajuan itu dicari utk menegakkan syariat Allah guna memakmurkan bumi dan menegakkan keadilan seperti yg dikehendaki Allah serta utk meluruskan kehidupan dgn berlandaskan pada kaidah noral Islam? Itulah pertanyaan dan tantangn bagi kita yg haurs kita jawab dgn pemikiran yg berwawasan jauh ke depan. Namun terlepas dari problema dan kekhawatiran-kekhawatiran sebagaimana diuraikan di atas kita sebagai umat Islam harus selalu optimis dan tetap bersyukur kepada Allah SWT. Karena sungguhpun perubahan sosial dan tta nilai kehidupan yg dibawa oleh arus modernisasi westernisasi dan sekularisasi terus-menerus menimpa dan menyerang masyarakat Islam tetapi kesadaran umat Islam utk membendung dampak-dampak negatif dari budaya Barat itu ternyata masih cukup tinggi meskipun hanya segolongan kecil umat yaitu mereka yg tetap teguh utk menegakkan nilai-nilai Islam. Akhirnya semoga dakwah yg singkat ini bermanfaat amin. Sumber Diadaptasi dari Khutbah Cendekiawan Menjembatani Kesenjangan Intelektualitas Umat Drs. Achmad Suyuti Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

BINASALAH SESEORANG JIKA . . . .

Bismillahirrokhmanirrokhim . . .
pada kesempatan ini mari kita membahas hadist tentang hukuman orang yang di binasakan :


Hamid Allafaf berkata: "Jika Allah s.w.t. akan membinasakan seseorang, maka dihukum dengan tiga macam: Diberi ilmu tanpa amal, Diberi bersahabat dengan orang-orang yang soleh tetapi tidak mengikuti jejak mereka dan tidak beradap terhadap mereka serta ketiga diberi jalan untuk berbuat taat tetapi tidak ikhlas."



dalam hadist di atas di jelaskan baha jika Allah akan membinasakan seseorang maka akan di hukum dengan tiga hal, mari kita bahas satu persatu :

1. Diberi ilmu tanpa amal : celakalah bagi seseorang rang telah banyak menimba ilmu namun tak satupun dari ilmunya yang bermanfaat, seakan akan pengorbananya selama mencari ilmu tiada hasilya atau bisa di ibaratkan bak pohon rindang yang tak berdaun lagi tak berbuah, tiada dapat di ambil manfaatnya kecuali hanya sekedar saja. maka marilah kita saling berbagi ilmu yang telah kita timba bertahun tahun agar berman faat bagi kita dan juga bagi orang lain, karena ilmu itu semakin diamalkan maka akan semakin bertambah manfaatnya baik bagi diri sediri maupun orang lain.

2. Diberi bersahabat dengan orang-orang yang soleh tetapi tidak mengikuti jejak mereka dan tidak beradap terhadap mereka : banyak dari orang orang zaman ini yang bergaul dengan orang orang sholeh namun apa yang ia dapatkan, ia sendiri tak mau mengikuti jejak orang berilmu itu bahkan dalam pergaulan sehari hari banyak yang mengolok olok orang sholeh tersebut, yang di bilang katroklah, ketinggalan jaman lah, inilah, itulah sehingga orang sholeh tersebut semakin merasakan bahwa hidupnya semakin sempit dan berat. naudzubillah min dzalik.

3. diberi jalan untuk berbuat taat tetapi tidak ikhlas : perbuatan yang tidak disertai dengan rasa ikhlas akan terasa menyesakkan, bahkan menyusahkan bagi orang yang melakukan maupun orang lain contohnya jika seseorang memberikan bantuan kepada orang lain namun diiringi sunggingan kepada orang yang di berinya. . . . maka percumalah amalan yang telah dilakukanya, bisa diibaratkan seperti daun yang hijau di teras rumah namun dimakan oleh ulat, maka akan hilanglah daun2 itu satu persatu hingga habislah nilai keindahanya.

semoga kita tidak mendapatkan tanda tanda diatas pada diri kita . . . Allahuma amin . . . .
wallahua'lam bisowab.
wassalam . . . . 

WAYANG VS NARUTO

 Assalamualaiku . . .
Hai temen2 Ada yang suka cerita wayang . . . ???? . . So pasti ada donk . . Wayang tu budaya kita lo terutama orang jawa . . . Salah satu alat penyebar agama dari dalam, alias membangun dari hati . . . Udah gitu sangat dalam pula artinya . . . Nama2 tokoh wayang di ambil dari bahasa arab yang di otak-atik agar cocok di telinga orang jawa . . . Contohnya :
1. Raden ABIMANYU : berasal dari kata ABI MAYURO yang artinya SAYA MENGIKUTI JEJAK AYAHKU, dalam artian ikut DALAM KEBAIKAN.
2. Raden ANTASENA : berasal dari kata ANTA SONA yang berarti ajakan ayo ENGKAU SEMUA MELAKUKAN SHOLAT SUNAH.
3. Raden BIMA : berasal dari kata yang sama BIMA. yang berati KARENA SEBAB, kita dilahirkan di dunia ini karena sebab untuk BERIBADAH PADA ALLAH SWT.
4. Raden PUNTODEWO : berasal dari kata KUNTU DAMA yang berati ENGKAU (ALLAH) ADA SELAMANYA.
5. Senjata KALIMASADA : Berasal dari kata KALIMAH SYAHADAH yang dimaksud adalah LAAILLAHA ILLALLAH MUHAMMADURROSULULLAH. Senjata utama sekaligus pamungkas.
6. Kuku PONCOWOLO : nah kalo yang ini berasal dari bahasa jawa murni namun yang dimaksud adalah 5 hal yang jika seseorang mempunyainya maka akan terhindar dari bala', apakah itu : jawabanya sudah pasti rukun islam. Yaitu : SYAHADAT, SHOLAT, ZAKAT, PUASA DAN HAJI . . . .
Nah yang lainya menyusul ea, tunggu postingan berikutnya . . .

Intinya jika KITA PUNYA BUDAYA yang ADI LUHUR dan SANGAT DALAM artinya MENGAPA kita MENGAGUNG-AGUNGKAN NARUTO yang tentunya kita tidak tahu apa sebenarnya yang ingin di raih oleh pengarangnya . . . . Selain HANYA HIBURAN semata NAMUN pada kenyataanya KITA akan DIJERUMUSKAN ke lembah kegelapan SECARA TERSELUBUNG . . . .
Mari kita ANGKAT BUDAYA KITA sendiri n JANGAN mudah TERPANCING oleh aneka BUDAYA dari LUAR . . . .
INGAT PENJAJAHAN ABAD INI BUKAN SECARA FISIK MELAINKAN MELALUI TEKNOLOGI DAN BUDAYA . . . 
WALLAHU A'LAM
. wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh . . .

Blog Archive

Download Ebook Islam Terlengkap

Statistik

.