Motto "Lestarikan Budaya Luhur Islam"

06 Juni 2011

70 tanda akhir zaman (hadits Rasulullah bag.2 )

Tanda kiamat Part 2.


Yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat kecil adalah peristiwa dan hal-hal yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad yang akan terjadi di ahkir zaman, sebagai isyarat menunjukkan akan dekatnya kedatangan tanda-tanda besar Kiamat.

1. Budak wanita melahirkan tuannya. Hal ini merupakan kiasan dari banyaknya para budak dari hasil penaklukan Islam, maka budak wanita akan melahirkan anak laki-laki yang akan menjadi tuan dari ibunya. Karena anak tersebut adalah anak dari tuan wanita sang budak. Hal ini juga merupakan kiasan dari banyaknya kedurhakaan anak terhadap ibunya sehingga si anak memperlakukan ibunya seakan-akan ia adalah tuan dari ibunya. Kedua hal tersebut telah terjadi pada masa sekarang.
2. Tanda kecil kiamat terlihat pula dengan banyaknya penggembala kambing yang miskin, telanjang kaki dan tidak berpakaian (para rakyat jelata) akan berdiam di gedung-gedung tinggi seperti yang terjadi di semenanjung arabia.
3. Telah bersabda Rasulullah: “Apabila suatu urusan telah diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah masa kehancurannya.” (HR. Muslim, Ahmad dari 'Umar bin Khathtab dan Ibn 'Abbas, dalam Ash Shahihah Al Albaani, dengan nomer 1345)
 4. Meminum khamer dan penamaan perbuatan tersebut bukan dengan namanya. Rasulullah bersabda: “Sebagian orang dari umatku akan meminum khamar dan mereka akan menamakan perbuatan tersebut bukan dengan namanya”. (HR. Ahmad dan Nasa'i dengan isnad yang shahih, dan dalam Ash Shahihah Al Albaani, nomer 1; 138)
5. Munculnya kejahilan manusia dalam arahan hidup dan persoalan-persoalan yang menyangkut kehidupan akhirat dan sedikitnya ilmu.
6. Banyaknya perbuatan-perbuatan kotor seperti zina juga merupakan tanda kecil kiamat yang sudah terjadi sejak lama.
7. Kaum laki-laki memakai sutra.
8. Penghalalan lagu dan musik. Rasulullah bersabda, ”Sungguh akan ada dari umatku beberapa kelompok manusia yang akan menghalalkan zina, sutra, khamar dan musik-musik”. (HR. Bukhari dalam kitab Shahihnya, dan dalam Ash Shahihah Al Albaani, no.91)
9. Pelegalan para biduwanita (penyanyi wanita).
10. Pembunuhan terjadi dimana-mana. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya di pintu gerbang hari kiamat akan datang suatu masa dimana turun padanya kejahilan, diangkat padanya Al ‘Ilmu (ilmu akhirat), dan banyaknya terjadi kegaduhan yang mengakibatkan terjadinya banyak pembunuhan”. (Muttafaqun 'Alaih, dari Ibn Mas'ud dan Abu Musa Al Asy'ari Radhiyallahu 'Anhuma)
11. Pemutusan silaturrahim.
12. Timbulnya hal-hal keji, jorok dan kata-kata kotor.
13. Orang-orang jujur dikhianati dan dijauhi.
14. tanda kiamat kecil ditandai dengan orang-orang yang suka berkhianat dipercayai dan didekati. Sabda Rasulullah, “Diantara syarat-syarat hari kiamat adalah timbulnya hal-hal keji, pemutusan silaturrahim, orang jujur tidak di percayai dan kepercayaan terhadap orang-orang berhianat.” (Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Al Bazzar dari Ibn 'Umar dan dimuat oleh Al Albaani dalam Ash Shahihah, no.2290).
15. Timbulnya mati mendadak.
16. Menjadikan masjid sabagai jalan-jalan. Yang dimaksud adalah seorang muslim melewati sebuah masjid tanpa melakukan shalat padanya.
17. terjadinya pertempuran antara dua kelompok besar dari kaum Muslim, dimana kedua kelompok tersebut berperang dengan satu itikad dan seruan, yaitu: Pertempuran Siffin yang terkenal antara kelompok ‘Ali bin Abi Thalib dan kelompok Mu’awiyah bin Abi Sufyan.  18. Pendeknya waktu (berkurangnya berkah dalam waktu).
19. Banyaknya terjadi gempa bumi juga merupakan tanda kiamat kecil yang sudah sangat terlihat dimasa sekarang ini sehingga para ahli meteorologi mengatakan bahwa bumi ini terus bergetar setiap saat.
20. Tanda kiamat kecil diawali dengan munculnya huru-hara yang menebarkan kejahatannya. Rasulullah bersabda, “Kiamat tidak akan berdiri kecuali apabila ilmu telah diangkat, banyaknya terjadi gempa bumi, timbulnya huruhara-huruhara, banyaknya kegaduhan diantaranya pembunuhan”. (Hadis riwayat Bhukari dalam kitab Shahihnya, dari Abi Hurairah. Juga diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibn Majah dalam kitab Sunannya.)
21. Umat Islam diperebutkan oleh umat-umat manusia yang lain sebagaimana orang-orang yang sedang makan berebutan terhadap sepiring makanan.
22. Menuntut ilmu kepada orang yang bukan ahlinya. Maka mereka ditanya orang, lalu mereka pun berfatwa tanpa berdasarkan atas ilmu. Kemudian mereka akan sesat dan menyesatkan.
23. Munculnya wanita-wanita yang tidak berpakaian merupakan tanda kiamat kecil. Maksudnya wanita yang menutup sebagian dari tubuhnya dan membuka sebagiannya. Seperti mereka yang memakai pakaian-pakaian sempit (ketat) dan tipis, dimana dengan demikian berarti mereka belum menutup aurat.
24. Orang-orang bodoh ikut berbicara tentang urusan-urusan umum masyarakat. Rasulullah bersabda, “Di pintu gerbang hari kiamat akan muncul tahun kepalsuan yang penuh dengan penipuan, dimana orang-orang jujur menjadi tertuduh dan orang yang mestinya tertuduh justru dipercayai. Dan pada masa itu pula muncul Ar Rawaibidhah. Lalu para sahabat bertanya: Apakah Ar Rawaibidhah itu? Berkata Rasulullah: Yaitu orang bodoh yang berbicara tentang urusan-urusan masyarakat umum”. (Hadis shahih riwayat Ahmad dan Thabrani dari Abi Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, dan dimuat oleh Al Albaani dalam Ash Shahihah, no.1888)
25. Ucapan salam (Assalamu’alaikum) hanya diucapkan oleh seorang Muslim terhadap orang yang dikenal saja.
26. Sabda Rasul, “Akan datang kepada manusia suatu zaman dimana orang-orang tidak perduli lagi terhadap apa-apa yang mereka peroleh, apakah rizki itu dari yang halal ataukah dari yang haram?”. (Hadist shahih riwayat Bukhari dan Nasa'i dari Abi Hurairah)
27. Sifat bohong menjadi hal yang umum.
28. Tanda-tanda kiamat kecil ditandai dengan jarak-jarak antara pasar menjadi dekat. Rasulullah bersabda, “Banyaknya sifat bohong, pendeknya waktu, dekatnya jarak-jarak antara pasar- pasar yang ada”. (Hadist shahih riwayat Ibn Hibban dari Abi Hurairah)
29. Munculnya onta-onta (kendaraan) untuk setan-setan. Maksudnya seorang laki-laki menunggang ontanya dan ia juga membawa onta lain yang tidak ditungganginya serta tidak pula untuk menolong orang yang memerlukan. Maka onta yang tidak ia kendarai tersebut dikendarai oleh setan. Demikian juga halnya dengan rumah, dimana seseorang laki-laki membeli sebuah rumah baru bukan untuk dihuni, akan tetapi untuk ia simpan selama bertahun-tahun. Sehingga rumah tersebut dihuni oleh setan-setan. Bersabda Rasulullah, “Akan ada onta untuk setan dan rumah untuk setan”. (Hadist shahih riwayat Abu Dawud dari Abi Hurairah, dan dalam Ash Shahihah Al Albaani, no.93)
 30. Manusia berbangga dan bermegah-megahan dengan keindahan masjid dan fasilitasnya.
31. Manusia akan mewarnai rambut kepalanya dengan warna hitam (celup rambut) agar terlihat lebih muda.
32. Angan-angan dan keinginan yang menggebu dari orang-orang yang beriman untuk segera melihat (bertemu) dengan Nabi Muhammad Shallallhu ‘Alaihi wa Sallam, dimana hal itu karena sudah banyaknya fitnah dan agama menjadi suatu hal yang aneh.
33. Berkurangnya keimanan manusia untuk melaksanakan ketaatan dan amal untuk akherat merupakan tanda-tanda kiamat kecil yang sudah sangat nyata kita lihat disana-sini.
34. Turunnya kekikiran, lalu tersebarlah ia diantara manusia, maka tiap orang menjadi bakhil untuk mendermakan apa-apa yang mereka punyai. Orang yang punya harta bakhil dengan hartanya, orang yang berlimu bakhil dengan ilmunya, orang yang terampil atau berpengalaman bakhil dengan keahliannya. Sabda Rasulullah, “Berkurangnya amal dan tersebarnya kebakhilan”. (Hadist shahih riwayat Bukhari, Muslim dan Abu Dawud dari Abi Hurairah)
35. Manusia saling berbunuh-bunuhan tanpa tujuan / kebenaran yang jelas.
36. Harta kekayaan umum dikuasai oleh segelintir orang tanpa kebenaran dan tanpa ada rasa wara’ (tidak takut dosa), termasuk mengambil harta umum dengan diam-diam (korupsi).
37. Berkurangnya sifat amanah, tidak berpegang pada kepercayaan yang diberikan orang lain.
38. Syari’at agama terasa berat dilaksanakan.
39. Tanda-tanda kecil kiamat ditandai dengan banyaknya laki-laki (suami) hanya menaati istrinya, sedangkan ia durhaka kepada ibunya.
40. Seorang laki-laki bersikap kasar kepada bapaknya dan bersikap ramah dengan teman-temannya.
 41. Suara-suara manusia meninggi (berteriak) di masjid-masjid.
42. Orang hina (bersifat keji) menjadi peimpin pada suatu kaum dan sebuah suku dipimpin oleh orang yang fasik diantara mereka.
43. Tanda-tanda kecil kiamat juga terlihat dengan banyaknya laki-laki yang dihormati bukan karena budi dan kebaikanya, akan tetapi karena orang takut akan kejahatannya. Telah bersabda Rasulullah, “Apabila harta rampasan perang (milik umum) dikuasai oleh segelintir orang, amanah jadi rampasan, harta zakat jadi hutang, seorang laki-laki (suami) menaati istrinya dan mendurhakai bunya, berbuat baik kepada teman dan berbuat kasar kepada bapak, suara-suara meninggi di masjid-masjid, yang menjadi pemipin suatu kaum adalah orang hina (berhati keji) diantara mereka, dan yang menjadi kepala suatu suku (kabilah) adalah orang fasik diantara mereka, seorang laki-laki dihormati disebabkan oleh karena orang takut pada sifat jahatnya, khamer biasa diminum, sutera biasa dipakai laki-laki, munculnya para penyanyi perempuan dan alat-alat musik, orang-orang dari umat yang terakhir ini melaknat umat yang terdahulu. Maka ketika itu, hendaklah mereka menunggu kedatangan angin merah atau pembalikan bumi, atau pemburukan bentuk dan tanda-tanda yang beriringan. Seperti kawat susunan manik-manik di sebuah tali yang terputus, maka terlepaslah ia secara beriringan.” (Hadits riwayat Tirmidzi dari ‘Ali dan Abi Hurairah, dan ia berkata; bahwa ini adalah hadits gharib).
44. Banyaknya jumlah polisi yang hal itu disebabkan oleh karena banyaknya kerusakan.
45. Mendahulukan seorang laki-laki menjadi Imam shalat disebabkan bagus suaranya walaupun kurang ilmu dan keutamaannya.
46. Jabatan,hukum dan kepemimpinan diperjual-belikan. Yaitu bahwa jabatan diterima dengan uang suap/sogok.
47. Memandang rendah kepada darah. Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Bersegeralah untuk melakukan amal shalih apabila telah muncul enam perkara: Pengangkatan pemimpin-pemimpin (jabatan), tidak adanya penghargaan terhadap darah, pemutusan silaturrahim, orang-orang mabuk yang menjadikan Alqur’an sebagai alat nyanyian, dimana mereka mendahulukan seseorang diantara mereka menjadi Imam agar menyanyikannya, walaupun orang tersebut yang paling sedikit ilmunya.” (Hadis shahih riwayat Thabrani dari ‘Abis Al Ghifari. Dan juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam Ash Shahihah Al Albaani, nomer 979)
48. Seorang istri berserikat dengan suaminya dalam bekerja dan berdagang, atau suami akan menjadi pembantu istrinya. Bersabda Rasulullah, “Dipintu gerbang (dekat) hari kiamat: Salam hanya diucapkan pada orang-orang yang dikenal saja, tersebar dan berkembangnya perdagangan, sehingga seorang istri membantu suaminya untuk berdagang.” (Hadis shahih lighairi, riwayat Ahmad dan Ath Thayalisi dari Ibn Mas’ud)
49. Berkembangnya tulis menulis dan banyaknya kitab-kitab karangan.
50. Anak-anak menjadi pemarah.
51. Hujan menjadi terasa panas (menjadi musibah).
52. Orang-orang belajar agama bukan untuk agama, akan tetapi untuk mendapatkan jabatan atau kerja atau harta.
53. Munculnya berbagai jenis kendaraan canggih merupakan tanda kecil kiamat yang sudah terlihat. Sabda Rasulullah, “Akan muncul di akhir zaman orang yang berkendaraan di atas beberapa pelana yang berbentuk seperti pelana-pelana tunggangan yang terbentang, dimana mereka berhenti dengan kendaraan tersebut di depan masjid-masjid, wanita-wanita mereka berpakaian akan tetapi mereka adalah telanjang.” (Diriwayatkan oleh Ibn Hibban dalam Al Mustadrak)
54. Munculnya gaya hidup yang bermewah-mewah dan manja dalam tubuh umat Islam. Sabda Rasulullah, “Apabila umatku berjalan dengan sombong dan yang menjadi pelayan mereka adalah putra-putri raja, putra-putri Parsi dan Romawi, maka orang yang paling buruk akan berkuasa terhadap orang-orang yang paling baik.” (Hadis shahih Tirmidzi dengan sanad yang shahih dari ‘Abdullah Ibn ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhuma dalam Ash Shahihah Al Albaani, nomer 957)
55. Orang-orang fasiq dimuliakan, dan orang-orang yang mulia serta terhormat direndahkan (yang rendah ditinggikan dan yang tinggi direndahkan).
56. Kepada seorang laki-laki dikatakan: “Sungguh hebat ia, sungguh jarang orang seperti ia, dan sungguh pintar ia. Sedangkan didalam dadanya tidak ada Iman sedikit pun, walau sebesar biji.” (Hadits Muttafaqun ‘Anhuma atas keshahihannya)
57. Orang-orang berangan-angan untuk cepat mati, karena banyaknya huru-hara / kekacauan yang terjadi. Sabda Rasul, “Tidak akan berdiri kiamat, sehingga apabila seorang laki-laki melewati sebuah kubur, maka ia akan berkata: Aduhai, alangkah baiknya seandainya aku juga berada di tempatnya.” (Riwayat Bukhari dalam kitab Shahihnya pada kitab Al Fitan dari Abi Hurairah. Dan juga diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Al Fitan)
 58. Tanda kiamat kecil terlihat di Irak yang terkena sangsi kepungan dan diembargo (boikot) darinya makanan serta bantuan kemanusiaan lainnya.
59. Negeri Syam (Suria, Libanon, Yordania, Palestina) dikepung (diboikot) darinya makanan serta bantuan-bantuan. Dua tanda di atas merupakan keajaiban dari apa-apa yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad bahwa dua peristiwa tersebut akan terjadi di akhir zaman. Dan telah terbukti dalam waktu yang tidak lama berselang, dimana Irak dikepung oleh tentara multinasional dan Palestina (Syam) dikepung Israel. Sungguh benarlah perkataan manusia yang tidak berbicara menurut hawa nafsunya itu (Rasulullah): “Hampir saja tidak boleh dibawa ke negeri Irak sepiring makanan atau sebuah dirham. Kami (para sahabat) bertanya: Siapa yang melakukan itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: Orang-orang ajam (non Arab) yang melakukan hal tersebut, Hampir saja tidak boleh dibawa sepiring makanan atau sebuah dirham kepada penduduk Syam. Lalu kami bertanya kembali: Siapa lagi yang melakukan itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: Orang-orang Rum (Romawi).” (HR. Muslim dalam kitab Al Fitan. Dan diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnadnya)
60. Meninggalnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga merupakan tanda kiamat kecil.
61. Penaklukan Bait Al Maqdis. Hal ini telah terjadi di zaman khalifah yang kedua, yaitu ‘Umar bin Khaththab.
62. Munculnya wabah-wabah umum (epidemi) yang menyebabkan kematian masal seperti wabah kolera yang terjadi di zaman ‘Umar bin Khaththab dan pada saat terjadinya perang dunia.
63. Harga-harga naik dan muncul kemahalan sehingga apabila seseorang diberi gaji seratus dinar atau bahkan tiga ratus dirham maka ia tetap tidak puas (kekurangan) karenanya.
64. Fitnah seperti godaan dan kemaksiatan memasuki setiap rumah orang Arab dan selain mereka merupakan tanda kiamat kecil yang nyata sekali terlihat dijaman sekarang. Seperti televisi dan nyanyian-nyanyian yang memasuki setiap rumah.
65. Adanya genjatan senjata dan perdamaian antara kita (kaum Muslim) dengan orang-orang Rum (Eropa dan Amerika). Tanda ini merupakan tanda kecil kiamat yang paling akhir. Karena, setelah peristiwa ini akan terjadi lagi peperangan yang sangat besar dan dasyat. Genjatan senjata dan perdamaian ini sudah mulai berakhir. Jadi, kita saat ini masih dalam masa genjatan senjata dengan Rum (Eropa dan Amerika).
Sabda Rasulullah, “Aku menghitung ada enam perkara yang akan terjadi menjelang hari kamat, yaitu: Kematianku, kemudian penaklukan Baitul Maqdis, kemudian kematian masal akibat penyakit wabah. Kemudian melimpahnya uang (harta), sehingga apabila seseorang diberi gaji seratus dinar, maka ia tetap tidak puas, kemudian muncul fitnah yang memasuki setiap rumah orang Arab. Kemudian adanya genjatan senjata antara umat Islam dengan Bani Ashfar (orang-orang Eropa dan Amerika). Kemudian mereka menghianati kamu, dimana mereka akan menyerangmu di bawah 80 bendera, dan di bawah tiap-tiap bendera itu terdapat dua belas ribu orang tentara.” (Riwayat Bukhari dalam kitab Shahihnya dari ‘Auf bin Malik. Diriwayatkan juga oleh Ahmad dan Thabrani dari mu’adz. Dan didalam Ash Shahihah Al Albaani nomer 1883
66. Armagedon adalah kata-kata yang berasal dari bahasa Ibrani.
“Ar” berarti: gunung atau bukit.
“Mageddo” adalah nama dari sebuah lembah di Palestina, yang mana lembah ini merupakan medan pertempuran yang akan datang tersebut, yang akan membentang dari “Mageddo” di utara sampai ke “Edom” di selatan yang berjarak sekitar dua ratus mil dan sampai ke Laut putih (tengah) di Barat dan ke bukit Mohab di Timur yang berjarak 100 mil. (buku: Ramalan dan Politik, hal.52)
Kata-kata “Armagedon” adalah sebuah istilah yang tidak asing lagi bagi orang-orang ahli kitab (yahudi dan nasrani), yang dapat kita temui dalam kitab-kitab suci mereka, dan dari kajian-kajian para ulama serta peneliti mereka.
Apakah perang Armagedon itu? Perang Armagedon adalah:
1. Peristiwa besar dan perang penghancuran.
2. Pertemuan strategi dari perang raksasa yang sudah dekat waktunya.
3. Perang persekutuan internasional (perang dunia yang akan datang), yakni yang sedang ditunggu oleh seluruh penduduk bumi pada hari ini.
4. Perang Armagedon adalah perang politik dan agama.
5. Ia adalah peperangan raksasa dari banyak pihak.
6. Perang Armagedon adalah awal dari kemusnahan.
7. Ia adalah perang yang dimulai dengan menyeluruhnya ‘perdamaian palsu’, sehingga orang-orang berkata, ‘perdamaian sudah datang’, ‘keamanan sudah datang’, padahal kenyataanya adalah sebaliknya.
67.  Diriwayatkan oleh Imam Bukhari (dalam kitab Shahihnya) dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya masa menetapmu dibandingkan dengan umat-umat sebelum kamu adalah seperti waktu antara shalat Ashar sampai terbenamnya matahari. Ahli Taurat (Yahudi) telah diberikan kepada mereka kitab Taurat, kemudian mereka mengamalkan kitab tersebut, sehingga apabila telah sampai waktu tengah hari, maka mereka pun ‘lemah’ untuk mengamalkannya. Lalu mereka diberi pahala oleh Allah masing-masing satu qirath. Kemudian diberikan pula kepada ahli Injil (Nasrani), lalu mereka mengamalkan kitab tersebut sampai waktu shalat Ashar. Dan setelah itu, mereka ‘lemah’ untuk mengamalkannya. Maka mereka pun diberi ganjaran oleh Allah masing-masing satu qirath. Kemudian diberikan pula kepada kita kitab Alqur’an, dan kita mengamalkannya sampai matahari terbenam. Maka Allah memberi ganjaran kepada kita masing-masing dua qirath. Berkatalah ahli kitab: Wahai Rabb kami, mengapa engkau beri ganjaran kepada mereka (kaum Muslimin) dua qirath, sedangkan amalan kami lebih banyak daripada mereka. Berkata Rasulullah: Allah Subhanahu wa Ta’ala menjawab (sambil bertanya): Apakah Aku berlaku zhalim (tidak adil) dalam memberi ganjaran dari amal kalian? Mereka menjawab: Tidak. Allah berkata: Itu adalah karunia yang Aku berikan kepada siapa saja yang Aku kehendaki.”
(Diriwayatkan oleh Bukhari pada beberapa tempat dalam kitab Shahinya. Pada kitab Mawaqitu Ash Shalah, Juz. 2, Fathul Baari, hal. 38, cetakan Daar Al Fikri. Juga pada kitab Al Ijarah, Juz.4 hal.445. Juga kitab Ahaadits Al Anbiya’, Juz.6, hal.465. Juga kitab Fadhaail Alqur’an, Juz.9, hal.66. Dan juga kitab At Tauhid, Juz.13, hal.46, dengan sanad yang berbeda-beda)
68.  Diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih miliknya sebuah hadits dari Abi Musa Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dimana beliau bersabda:
“Permisalan antara kaum Muslimin dan kaum Yahudi serta kaum Nasrani adalah seperti seorang laki-laki kaya yang mengupah suatu kaum untuk melakukan sebuah pekerjaan untuknya sampai malam. Akan tetapi, kaum tersebut hanya bekerja sampai tengah hari. Dan mereka berkata kepada laki-laki tersebut: Kami tidak memerlukan gaji yang kamu berikan. Kemudian laki-laki itu mengupah suatu kaum yang lain seraya berkata: Sempurnakanlah pekerjaan ini sampai selesai hari ini juga, dan kamu akan mendapatkan gaji seperti yang aku syaratkan. Kemudian kaum tersebut hanya bekerja sampai waktu shalat Ashar dan berkata: Ambillah olehmu apa-apa yang kami kerjakan. Kemudian laki-laki tersebut mengupah suatu kaum yang lain, dan mereka pun bekerja sampai penuh hari tersebut, sehingga terbenam matahari. Dan mereka mendapatkan gaji atas dua kaum sebelum mereka.”
(Juga diriwayatkan oleh Bukhari dalam beberapa tempat. Yakni kitab Mawaqitu Ash Shalah, Juz.2, hal.38. juga kitab Al Ijarah, Juz.4, hal.447. dan anehnya, kita juga menemukan satu teks dalam kitab Injil Matius yang sangat bersesuaian dengan dua hadits Bukhari yang kita ketengahkan diatas yang mana teks tersebut kita muat pada pembahasan selanjutnya, sungguh merupakan sebuah mu’jizat persesuaian.)
Dari kedua hadits tersebut dapat disimpulkan:
a. Waktu kaum Muslimin adalah sejak dari masuknya waktu shalat Ashar sampai terbenamnya matahari.
b. Waktu kaum Yahudi adalah sejak dari waktu fajar sampai waktu shalat Zhuhur (sama dengan setengah hari)
c. Dan waktu kaum Nasrani adalah sejak dari waktu shalat Zhuhur sampai waktu shalat Ashar.
Dengan demikian berarti waktu yang dimiliki oleh kaum Yahudi adalah sama dengan waktu kaum Muslimin yang ditambahkan dengan waktu kaum Nasrani.
69. Rasulullah bersabda: “Hitunglah ada enam peristiwa yang akan terjadi menjelang kiamat, yaitu kematianku kemudian penaklukan Baitul Maqdis kemudian terjadinya kematian masal yang disebabkan oleh wabah penyakit yang akan menimpamu seperti penyakit Qu’as yang menimpa kambing.”
 Penyakit Qu’as adalah penyakit yang biasanya menimpa hewan ternak. Wabah ini pertama terjadi setelah masa kerasulan Nabi Muhammad terjadi pada masa khalifah Umar bin Khatab di Syam setelah penaklukan kota Baitul Maqdis yang disebut dengan ‘Tha’un Amwas’.
Mereka yang mati disebabkan wabah penyakit ini adalah termasuk dalam kelompok mati syahid bagi siapa yang dikendaki Allah, berdasarkan sabda Rasulullah:
“Kemudian muncullah suatu penyakit terhadap kaum yang akan menjadikan anak cucu kamu dan kamu sendiri sebagai syahid dihadirat Allah.”
(HR. Ibn Majah dan Hakim, telah dishahihkan oleh Al Albaani)
70. Rasulullah bersabda, “Hampir saja umat-umat (selain kamu) memperebutkan kamu dari segala penjuru sebagaimana orang-orang yang sedang makan memperebutkan semangkuk makanan mereka. Para sahabat bertanya: Apakah jumlah kita sedikit pada waktu itu wahai Rasulullah? Rasul menjawab: Pada saat itu jumlah kamu banyak, akan tetapi keberadaan kamu tak obahnya seperti buih air bah, ketakutan (keseganan) musuh-musuhmu akan tercabut dari dada mereka dan di dada masing-masing kamu terdapat Al Wahan. Para sahabat bertanya: Apakah Al Wahan itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Cinta dunia dan takut akan mati.”
(Hadist hasan diriwayatkan oleh Ahmad)
Telah terbukti, bahwa musuh-musuh kita berebut-rebutan terhadap kita kaum muslimin semenjak jatuhnya khilafah Islamiyah oleh tangan manusia durjana yang berdosa ‘Mustafa Kamal Attaturk’, umat Islam tepecah-pecah menjadi Negara-negara kecil yang saling bermusuhan yang disebabkan oleh kepentingan dan ambisi dalam negeri masing-masing sedangkan segala permusuhan tersebut tidak terlepas dari skenario halus dan perencanaan syaitan dengan syi’ar: “Hancurkan Islam dan musnahkan pemeluknya.”
Kekhalifahan Islam telah jatuh dan laki-laki yang sakit (kekhalifahan Turki ‘Utsmani) telah terbunuh di Turki oleh tangan seorang penjahat yang mengaku sebagai dokter yang akan menyembuhkan penyakit si penderita. Dan untuk membangkitkan kekhalifahan, tiba-tiba yang diobatinya mati mendadak disebabkan oleh ramuan-ramuan yang diberikannya. Si antek penjajah itu (Mustafa Kamal Attaturk) telah menumbangkan kekhalifahan Islam dan menggantinya dengan ‘Sekularisme’ yang terkutuk. Betapa sangat buruk apa-apa yang dia jadikan sebagai gantinya.

28 Mei 2011

SEMU . . . .

dingin sunyi menjadi saksi
jiwa-jiwa yang menggigil
terperosok ke ceruk jurang malam

dalam...
...sedalam hatimu

kasih..,
aku lihat senyummu
di antara bintang dan bulan purnama
aku dengar suaramu
lewat hembusan angin dan gesekan daun-daun

tapi rinduku belum juga terobati

ah . . .
bila saja mungkin
ingin kulihat cinta di senyum matamu
sekali lagi..!



22 Mei 2011

PENDAFTARAN SANTRI BARU


PONDOK PERANTREN MIFTAKHURROSYIDIN
Alamat : Cekelan, Madureso, Temanggung 56229 Jawa Tengah Telp : (0293) 4900495 Hp : 085328010819
الـسـلآم علـيـكـم ورحـمـة الله و بر كا تـه











Di beritahukan kepada kaum muslimin dan muslimat bahwa mulai bulan Juni 2009 PONDOK PESANTREN PUTRA – PUTRI MIFTAKHURROSYIDIN, Cekelan , Madureso, Temanggung membuka pendaftaran santri baru, baik santri yang menetap (tidak dengan sekolah di luar pesantren) ataupun yang sambil menempuh pendidikan diluar pesantren (Sekolah Formal) baik Tingkat Dasar, SLTP, SLTA ataupun Perguruan Tinggi.

  1. SYARAT – SYARAT PENDAFTARAN 
    Calon santri datang langsung ke pesantren bersama orang tua atau wali masing - masing
    Calon santri menyerahkan pas foto ukuran 2 x 3 dan 3 x 4 masing – masing 2 lembar, dengan ketentuan : putra berpeci hitam dan putri berjilbab.(Foto dapat menyusul) 
    Calon santri mengisi bio data yang telah disediakan beserta membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 25.000,-
    Sanggup mentaati tata tertib / peraturan Pondok Pesantren Miftakhurrosyidin yang berlaku
  1. WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN 
    Waktu Pendaftaran 
    P agi : Jam 08.00 – 12.00 WIB 
    Sore : Jam 14.00– 16.00 WIB
    Malam : Jam 19.00 – 21.00


    Tempat Pendaftaran :

Sekretariat Pondok Pesantren Miftakhurrosyidin

  1. VISI DAN MISI PONDOK PESANTREN MIFTAKHURROSYIDIN

Visi
:
Mewujudkan syariat islam dengan berhaluan Ahlussunnah Wal Jama’ah.
Misi
:
Membentuk pribadi insani yang bertakwa kepadaAllah SWT, berakhlakul karimah, berilmu amaliyah, beramal ilmiah dan beribadah illahiyyah.
  1. KELAS DAN MASA PEMBELAJARANNYA

No

Kelas
Masa Pembelajaran
1.
2.
3.
4.
5.
Jurumiyah
Umrithi
Alfiyah Ula
Alfiyah Tsani
Aliyah ( Manba’dahum )
1 Tahun
1 Tahun
1 Tahun
1 Tahun
Min 1 Tahun

  1. MATA PELAJARAN DI PESANTREN
        1. Nahwu 7. Tarikh
        2. Shorof 8. Hadits
        3. Fiqih 9. Usul Fiqih
        4. Akhlaq 10. Balaghoh
        5. Tauhid 11. Tashawuf
        6. Tajwid 12. Kaligrafi

TENTANG HAL HAL YANG DI HARAMKAN

5. Al Maa'idah

3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[395], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah[396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini[397] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


[394]. Ialah: darah yang keluar dari tubuh, sebagaimana tersebut dalam surat Al An-aam ayat 145.

[395]. Maksudnya ialah: binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati.

[396]. Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. Orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. Setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. Bila mereka hendak melakukan sesuatu maka mereka meminta supaya juru kunci Ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. Kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, maka undian diulang sekali lagi.

[397]. Yang dimaksud dengan hari ialah: masa, yaitu: masa haji wada', haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w.

[398]. Maksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat ini jika terpaksa.

ALLAH MENAMBAHKAN NIKMATNYA KEPADA ORANG ORANG YANG BERSYUKUR

Setiap orang sangat memerlukan Allah dalam setiap gerak kehidupannya. Dari udara untuk bernafas hingga makanan yang ia makan, dari kemampuannya untuk menggunakan tangannya hingga kemampuan berbicara, dari perasaan aman hingga perasaan bahagia, seseorang benar-benar sangat memerlukan apa yang telah diciptakan oleh Allah dan apa yang dikaruniakan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan orang tidak menyadari kelemahan mereka dan tidak menyadari bahwa mereka sangat memerlukan Allah. Mereka menganggap bahwa segala sesuatunya terjadi dengan sendirinya atau mereka menganggap bahwa segala sesuatu yang mereka peroleh adalah karena hasil jerih payah mereka sendiri. Anggapan ini merupakan kesalahan yang sangat fatal dan benar-benar tidak mensyukuri nikmat Allah. Anehnya, orang-orang yang telah menyatakan rasa terima kasihnya kepada seseorang karena telah memberi sesuatu yang remeh kepadanya, mereka menghabiskan hidupnya dengan mengabaikan nikmat Allah yang tidak terhitung banyaknya di sepanjang hidupnya. Bagaimanapun, nikmat yang diberikan Allah kepada seseorang sangatlah besar sehingga tak seorang pun yang dapat menghitungnya. Allah menceritakan kenyataan ini dalam sebuah ayat sebagai berikut:

"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.s. an-Nahl: 18).

Meskipun kenyataannya demikian, kebanyakan manusia tidak mampu mensyukuri kenikmatan yang telah mereka terima. Adapun penyebabnya diceritakan dalam al-Qur'an: Setan, yang berjanji akan menyesatkan manusia dari jalan Allah, berkata bahwa tujuan utamanya adalah untuk menjadikan manusia tidak bersyukur kepada Allah. Pernyataan setan yang mendurhakai Allah ini menegaskan pentingnya bersyukur kepada Allah:

"Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. Allah berfirman, 'Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya'." (Q.s. al-A'raf: 17-8).

Dalam pada itu, orang-orang yang beriman karena menyadari kelemahan mereka, di hadapan Allah mereka memanjatkan syukur dengan rendah diri atas setiap nikmat yang diterima. Bukan hanya kekayaan dan harta benda yang disyukuri oleh orang-orang yang beriman. Karena orang-orang yang beriman mengetahui bahwa Allah adalah Pemilik segala sesuatu, mereka juga bersyukur atas kesehatan, keindahan, ilmu, hikmah, kepahaman, wawasan, dan kekuatan yang dikaruniakan kepada mereka, dan mereka mencintai keimanan dan membenci kekufuran. Mereka bersyukur karena telah dibimbing dalam kebenaran dan dimasukkan dalam golongan orang-orang beriman. Pemandangan yang indah, urusan yang mudah, keinginan yang tercapai, berita-berita yang menggembirakan, perbuatan yang terpuji, dan nikmat-nikmat lainnya, semua ini menjadikan orang-orang beriman berpaling kepada Allah, bersyukur kepada-Nya yang telah menunjukkan rahmat dan kasih sayang-Nya.

Sebagai balasan atas kesyukurannya, sebuah pahala menunggu orang-orang yang beriman. Ini merupakan rahasia lain yang dinyatakan dalam al-Qur'an; Allah menambah nikmat-Nya kepada orang-orang yang bersyukur. Misalnya, bahkan Allah memberikan kesehatan dan kekuatan yang lebih banyak lagi kepada orang-orang yang bersyukur kepada Allah atas kesehatan dan kekuatan yang mereka miliki. Bahkan Allah mengaruniakan ilmu dan kekayaan yang lebih banyak kepada orang-orang yang mensyukuri ilmu dan kekayaan tersebut. Hal ini karena mereka adalah orang-orang yang ikhlas yang merasa puas dengan apa yang diberikan Allah dan mereka ridha dengan karunia tersebut, dan mereka menjadikan Allah sebagai pelindung mereka. Allah menceritakan rahasia ini dalam al-Qur'an sebagai berikut:

"Dan ketika Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'." (Q.s. Ibrahim: 7)

Mensyukuri nikmat juga menunjukkan tanda kedekatan dan kecintaan seseorang kepada Allah. Orang-orang yang bersyukur memiliki kesadaran dan kemampuan untuk melihat keindahan dan kenikmatan yang dikaruniakan Allah. Rasulullah saw. juga menyebutkan masalah ini, beliau saw. bersabda:

"Jika Allah memberikan harta kepadamu, maka akan tampak kegembiraan pada dirimu dengan nikmat dan karunia Allah itu.1

Dalam pada itu, seorang kafir atau orang yang tidak mensyukuri nikmat hanya akan melihat cacat dan kekurangan, bahkan pada lingkungan yang sangat indah, sehingga ia akan merasa tidak berbahagia dan tidak puas, maka Allah menjadikan orang-orang seperti ini hanya menjumpai berbagai peristiwa dan pemandangan yang tidak menyenangkan. Akan tetapi Allah menampakkan lebih banyak nikmat dan karunia-Nya kepada orang-orang yang ikhlas dan memiliki hati nurani.

Bahwa Allah menambah kenikmatan kepada orang-orang yang bersyukur, ini juga merupakan salah satu rahasia dari al-Qur'an. Bagaimanapun harus kita camkan dalam hati bahwa keikhlasan merupakan prasyarat agar dapat mensyukuri nikmat. Jika seseorang menunjukkan rasa syukurnya tanpa berpaling dengan ikhlas kepada Allah dan tanpa menghayati rahmat dan kasih sayang Allah yang tiada batas, tetapi rasa syukurnya itu hanya untuk menarik perhatian orang, tentu saja ini merupakan ketidakikhlasan yang parah. Allah mengetahui apa yang tersimpan dalam hati dan mengetahui ketidakikhlasannya tersebut. Orang-orang yang memiliki niat yang tidak ikhlas bisa saja menyembunyikan apa yang tersimpan dalam hati dari orang lain. Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya dari Allah. Orang-orang seperti itu bisa saja mensyukuri nikmat ketika tidak menghadapi penderitaan. Tetapi pada saat-saat berada dalam kesulitan, mungkin mereka akan mengingkari nikmat.

Perlu diperhatikan, bahwa orang-orang mukmin sejati tetap bersyukur kepada Allah sekalipun mereka berada dalam keadaan yang sangat sulit. Seseorang yang melihat dari luar mungkin melihat berkurangnya nikmat pada diri orang-orang yang beriman. Padahal, orang-orang beriman yang mampu melihat sisi-sisi kebaikan dalam setiap peristiwa dan keadaan juga mampu melihat kebaikan dalam penderitaan tersebut. Misalnya, Allah menyatakan bahwa Dia akan menguji manusia dengan rasa takut, lapar, kehilangan harta dan jiwa. Dalam keadaan seperti itu, orang-orang beriman tetap bergembira dan merasa bersyukur, mereka berharap bahwa Allah akan memberi pahala kepada mereka berupa surga sebagai pahala atas sikap mereka yang tetap istiqamah dalam menghadapi ujian tersebut. Mereka mengetahui bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kekuatannya. Sikap istiqamah dan tawakal yang mereka jalani dalam menghadapi penderitaan tersebut akan membuahkan sifat sabar dan syukur dalam diri mereka. Dengan demikian, ciri-ciri orang yang beriman adalah tetap menunjukkan ketaatan dan bertawakal kepada-Nya, dan Allah berjanji akan menambah nikmat kepada hamba-hamba-Nya yang mensyukuri nikmat-Nya, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak.

KOMENTAR ANDA TENTANG BLOG INI





ALLAH SATU-SATUNYA PEMBERI RIZKI

Allah Satu-Satunya Pemberi Rizki

Sesungguhnya Allah adalah satu-satunya pemberi rizki, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal itu. Karena Allah Ta’ala berfirman,

“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir: 3)

“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah.” (QS. Saba’: 24)

Tidak ada yang berserikat dengan Allah dalam memberi rizki. Oleh karena itu, tidak pantas Allah disekutukan dalam ibadah, tidak pantas Allah disembah dan diduakan dengan selain. Dalam lanjutan surat Fathir, Allah Ta’ala berfirman,

“Tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah; maka mengapakah engkau bisa berpaling (dari perintah beribadah kepada Allah semata)?” (QS. Fathir: 3)

Selain Allah sama sekali tidak dapat memberi rizki. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberikan rezki kepada mereka sedikitpun dari langit dan bumi, dan tidak berkuasa (sedikit juapun).” (QS. An Nahl: 73)

Seandainya Allah menahan rizki manusia, maka tidak ada selain-Nya yang dapat membuka pintu rizki tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir: 2). Itu memang benar, tidak mungkin ada yang dapat memberikan makan dan minum ketika Allah menahan rizki tersebut.





SUNNAH ADALAH KENIKMATAN

Kenikmatan itu ada dua : Kenikmatan yang umum dan Kenikmatan yang terikat.


1. Kenikmatan Yang Umum.

Yaitu kenikmatan yang berhubungan dengan kebahagiaan abadi. Itu adalah kenikmatan Islam dan kenikmatan Sunnah. Karena kebahagiaan dunia dan akhirat dibangun diatas tiga pondasi : Islam, Sunnah dan A’fiyah (keselamatan) di dunia dan di akhirat. Sementara kenikmatan Islam dan Sunnah adalah kenikmatan yang diperintahkan Allah kepada kita agar memohonnya di dalam shalat, agar Allah memberikan kita petunjuk kepada jalan pengikutnya, dan jalan orang yang telah diberikan keistimewaan dengan kenikmatan itu, serta jalan orang-orang yang telah dijadikannya sebagai penghuni Ar-Rafiq Al-A’la.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan RasulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu ; Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya” [An-Nisa : 69]

Keempat golongan manusia itu adalah pemilik dari kenikmatan umum tersebut. Para pemilik kenikmatan itulah yang Allah maksudkan dengan firmanNya.

“Artinya : Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu” [Al-Maidah : 3]

Kesempurnaan pertama itu adalah pada sisi agama Islam, dan kesempurnaan kedua itu pada sisi kenikmatannya. Umar bin Abdul Aziz rahimahullah pernah mengungkapkan : “Sesungguhnya iman itu memiliki batas-batas, kewajiban-kewajiban, sunnah-sunnah dan syariat-syari’at. Barangsiapa yang menyempurnakan semuanya, berarti telah menyempurnakan iman”. [1]

Agama Allah adalah syari’at yang mengandung perintah dan larangan serta hal-hal yang disukai oleh Allah. Maksudnya, bahwa kenikmatan umum yang khusus diterima oleh kaum mukminin. Itulah kenikmatan Islam dan Sunnah. Dan kenikmatan itu pulalah yang menyebabkan seorang mukmin mendapatkan kegembiraan sejati. Kegembiraan dengan kenikmatan itu adalah yang disukai dan diridhai oleh Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Katakanlah :’Dengan karunia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmatNya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” [Yunus : 58]

Pendapat para ulama As-Salaf tentang pengertian rahmat dan keutamaan Allah seputar : Islam dan Sunnah, dan sebatas hidupnya hati dengan kegembiraan karena keduanya. Semakin keduanya itu tertanam di dalam hati, semakin memberikan kegembiraan. Sampai-sampai hati akan menari karena saking gembiranya ketika ruh itu bersentuhan dengan sunnah, meskipun orang banyak dalam kesedihan mendalam. Ia akan tetap dipenuhi rasa tentram, meskipun manusia dalam ketakutan yang amat sangat”[2]


2. Kenikmatan Yang Terikat.

Yakni kenikmatan kesehatan, kekayaan, kesehatan tubuh , kehormatan yang luas, banyaknya anak, istri yang cantik dan sejenisnya. Itu adalah kenikmatan yang dimiliki secara bersama oleh orang-orang yang shalih maupun orang fasik, orang mukmin maupun orang kafir. Apabila ada yang menyatakan : “Allah berhak memberikan kepada orang kafir kenikmatan khusus tadi dalam bentuk yang demikian”, maka itu benar adanya. Namun kenikmatan khusus bagi orang kafir dan orang fasik itu bersifat menghanyutkan. Kembalinya adalah kepada siksa dan kecelakaan, bagi orang yang tidak mendapatkan kenikmatan umum di atas. [Lihat rujukan sebelumnya II : 36]


[Disalin dari kitab Nurus Sunnah wa Zhulumatul Bid;ah Fi Dhauil Kitabi was Sunnah, edisi Indonesia Mengupas Sunnah, Membedah Bid’ah, hal. 13-18 Darul Haq]




Oleh
Syaikh Dr Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani
_________
Foote Note.
[1] Diriwayatkan oleh Al-Bukhari secara mu’allaq dalam kitab Al-Iman, bab : Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : Islam dibangun di atas lima perkara I : 9
[2] Dicuplik dari ucapan Ibnul Qayyim dalam buku beliau : “Ijtima’ Al-Juyusy Al-Islamiyah ‘Alal Mu’aththilah Al-Jahmiyah

Blog Archive