Motto "Lestarikan Budaya Luhur Islam"

26 Juli 2009

HADITS JABAT TANGAN DAN SALING BERPELUKAN SAAT BERTEMU DAN BERPISAH

Abu Hamzah Agus Hasan Bashori al-Sanuwi



1. Dari Abul Khaththab Qatadah, dia berkata: Saya katakan kepada Anas –Radiallahu anhu-:

Apakah jabat tangan itu ada pada para sahabat Nabi –Shalallahu alaihi wa salam-? Dia menjawab: “Ya." (HR. Bukhari: 5908)

2. Hadits Bara' Ibn Azib –Radiallahu anhu-

«مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ، فَيَتَصَافَحَانِ ، إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا، قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا»

"Tidak ada dua orang muslim yang bertemu lalu berjabat tangan melainkan pasti diampuni untuk keduanya sebelum mereka berpisah." (HR. Tirmidzi: 2804, Abu Daud: 5207, Ibnu Majah: 3786, Ahmad: 18199, 18348 , Baihaqi: 13746)

Imam Nawawi berkata: Berjabat tangan adalah sunnah secara ijma', pada setiap bertemu. Adapun kebiasaan berjabat tangan setelah shalat Subuh dan Ashar[1] maka hal itu tidak ada dasarnya, akan tetapi tidak masalah. Barang siapa haram memandanginya maka haram menyentuhnya (termasuk menjabat tangannya) (Faidul Qadir: 8109)

Disamping sunnah pada saat bertemu berjabat tangan juga sunnah ada saat berpisah. Syekh al-Albani berkata: "Jabat tangan disyari'atkan ketika perpisahan. Jabat tangan setelah shalat berjama'ah adalah bid'ah, kecuali antara dua orang yang sebelum shalat belum bertemu maka hukumnya sunnah." (Lihat Silsilah shahihah: 14, 16, Musnad Ahmad: 4947 dll)



3. Hadits Anas –Radiallahu anhu-

«سَيَقْدُمُ عَلَيْكُمْ قَوْمٌ هُمْ أَرَقُّ قُلُوباً لِلإسْلاَمِ مِنْكُمْ»



"Akan datang kepadamu satu kaum, hati mereka lebih lembut kepada Islam dari pada kalian."

Maka datanglah Bani 'Asy'ariy, di antara mereka adalah abu Musa al-'Asy'ari –Radiallahu anhu-. Ketika mereka mendekati Madinah mereka melantunkan bait-bait syair:

غَدًا نَلْقَى اْلأَحِبَّةَ # مُحَمَّدًاً وَحِزْبَهْ
"Besok kami bertemu para kekasih # Yaitu Muhammad dan para sahabatnya."

Anas –Radiallahu anhu- berkata: "Maka mereka adalah orang yang pertama kali mengadakan jabat tangan." (HR. Ahmad: 13042, al-Mundziri berkata: Sanadnya shahih sesuai dengan syarat Muslim.)

Sedangkan hadits Uqbah ibnu Amir –Radiallahu anhu- berbunyi:

«أَهْلُ الْيَمَنِ أَرَقُّ قُلُوبَاً وَأَلْيَنُ أَفْئِدَةً وَأَسْمَعُ طَاعَةً


"Penduduk Yaman itu lebih lembut qalbunya (hatinya, apa yang nampak bagi pandangan hati. Disebut qalbu karena berbolak-baliknya), lebih halus fu'adnya (hatinya, apa yang nampak bagi pandangan mata. Disebut fu'ad karena tembusnya kebenaran ke dalam hatinya) dan lebih mendengar dalam ketaatan." (HR. Ahmad: 17077, Faidhul Qadir: 2770, Silsilah Shahihah: 527)



4. Hadits Hudzaifah Ibnul Yaman –Radiallahu anhu-:

إِنَّ الْمٍّومِنَ إِذَاْ لَقِيَ الْمٍّومِنَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَأَخَذَ بِيَدِهِ فَصَافَحَهُ تَنَاثَرَتْ خَطَايَاهُمَا كَمَا يَتَنَاثَرُ وَرَقُ الشَّجَرِ
"Sesungguhnya seorang mukmin apabila bertemu dengan mukmin lain kemudian mengucakan salam kepadanya, dan mengambil tangannya lalu menjabatnya maka berguguranlah dosanya seperti dedaunan berguguran." (Silsilah Shahihah: 526, 2004, 2692)



5. Hadits Anas –Radiallahu anhu- dia berkata:

قال رجلٌ: يا رسولَ الله! الرَّجلُ منَّا يلقى أخَاه أوْ صَدِيْقََهُ، أَيَنْحَنِي لَهُ؟ قَالَ: «لاَ». قَالَ: أَفَيَلْتَزِمَهُ وَيُقبِّلَهُ؟ قَالَ: «لاَ». قَالَ : أَفَيَأْخُذُ بِيَدِِهِ وِيُصَافِحَهُ؟ قاَلَ: «نَعَمْ»

"Seseorang bertanya: Ya Rasulallah sesorang dari kami bertemu saudaranya atau temannya, apakah ia membungkuk kepadanya? Beliau menjawab: Tidak." Lalu apakah memeluknya dan menciumnya? Beliau menjawab: "Tidak." Lalu apakah mengambil tangannya dan menjabatnya? Beliau menjawab: ‘Ya’." (HR. Tirmidzi: 4680, al-Shahihah: 160. Hadits Hasan)



6. Hadits Anas –Radiallahu anhu-, dia berkata:

كَانَ أَصْحَابُ النَّبِيَّ إِذَا تَلاَقَوْا تَصَافَحُوْا وَإِذَا قَدِمُوْا مِنْ سَفَرٍ تَعَانَقُوْا
"Adalah para sahabat Nabi –Shalallahu alihi salam- apabila mereka bertemu mereka saling berjabat tangan, dan apabila datang dari safar mereka berpelukan." (HR. Thabrani, Mu'jamul Wasith: 97)

7. Ummu Darda' berkata: "Salman al-Farisi –Radiallahu anhu- mendatangi kami lalu berkata: Mana saudaraku (maksudnya Abu Darda' –Radiallahu anhu-)? Saya jawab: "Ada di masjid." Lalu ia mendatanginya, ketika ia melihatnya ia memeluknya."

Imam Thahawi berkata: "Mereka itu para sahabat Nabi –Shalallahu alihi salam- saling berpelukan maka hal ini menunjukkan bahwa apa yang diriwayatkan dari Rasulullah –Shalallahu alihi salam- tentang kebolehan berpelukan adalah datang belakangan setelah adanya larangan. Inilah yang kami ambil, yaitu ucapan Abu Yusuf رحمه الله. (HR. Thahawi, Syarhu Ma'anil Atsar: 6405)



8. Hadits Abu Hurairah –Radiallahu anhu-, dan Ibnu Umar –Radiallahu anhu- mereka berkata: Nabi –Shalallahu alihi salam- apabila melepas kepergian seseorang (beliau mengambil tangannya lalu ) berkata (mendoakannya):

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ


"Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan penutup amalmu kepada Allah."

Syekh al-Albani berkata: "Lalu orang yang mau bepergiaan menjawab:

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِي لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
"Aku titipkan engkau kepada Allah yang tidak akan hilang (tersia-siakan) barang titipannya." Di antara faidah hadits: Melepas kepergian dengan do'a dan jabat tangan dengan satu tangan. Jabat tangan disyari'atkan ketika perpisahan. Jabat tangan setelah shalat berjama'ah adalah bid'ah, kecuali antara dua orang yang sebelum shalat belum bertemu maka hukumnya sunnah." (Lihat Silsilah shahihah: 14, 16, Musnad Ahmad: 4947 dll)



9. Hadits Anas –Radiallahu anhu-, ia berkata:

«كَانَ النبيُّ إِذَا اسْتَقْبَلَهُ الرَّجُلُ فَصَافَحَهُ لاَ يَنْزِعُ يَدَهُ مِنْ يَدِهِ حَتَّى يَكُونَ الرَّجُلُ الذي يَنْزِعُ، وَلاَ يَصْرِفُ وَجْهَهُ عن وَجْهِهِ حَتَّى يَكُونَ الرَّجُلُ هُوَ يَصْرِفُهُ وَلَمْ يُرَ مُقَدِّماً رُكْبَتَيْهِ بَيْنَ يَدَيْ جَلَيْسٍ لَهُ»
"Adalah Nabi -Shalallahu alaihi wa salam- jika menyambut seseorang (yang datang) beliau menjabat tangannya, beliau tidak menarik tangannya dari tangannya hingga orang itu yang menariknya. Beliau tidak memalingkan mukanya dari mukanya, hingga orang itu yang memalingkannya, dan tidak pernah terlihat beliau menjulurkan kedua lututnya dihadapan orang yang duduk di sisinya."(Tirmidzi: 2539, Baihaqi: 21250, Dhaif Tirmidzi: 444. Lihat juga Mu'jam al-Kabir: 13495, al-Ausath: 300 dari Ibnu Umar)



10. Sya'bi berkata: Para sahabat Nabi –Shalallahu alihi salam-, jika bertemu mereka saling berjabat tangan, dan apabila datang dari safar mereka berpelukan." (Thahawi, Syarah Musykil al-Atsar, Tahqiqi Muhasmmad Zuhri al-Najjar: 6403)



11. Adapun mencium tangan maka dalam bab ini ada banyak hadits dan atsar yang keseluruhannya menunjukkan benarya hal tersebut dari Rasulullah –Shalallahu alaihi wa salam-, maka kami memandang bahwa mencium tangan orang alim itu diperbolehkan jika ia tidak mengulurkan tangannya secara sombong, dan dengan syarat tidak dalam rangka tabaruk, tidak dijadikan kebiasaan, tidak meniadakan jabat tangan dan tidak diletakkan di dahi. (Muhammad Jamil Zeno, Majmu'atu Rasail at-Taujihat al-Islamiyyah: 1/376, mengutip dari Silsilah al-Shahihah secara ringkas)

15 Juli 2009

bertakwa kepada Allah ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin

assalamu'alaikum....
masih pada kitab Arbain nawawi berhubung kita barusaja melaksanakan pilpres maka tak ada salahnya jika memaparkan sebuah hadist tentang perintah tunduk dan patuh pada pemimpin dan yang memiliki bisa membuka kembali yaitu pada hadis ke 14 mari kia simak.....

الحــديث الثامن والعشرون
HADITS KEDUAPULUH DELAPAN


عَنْ أَبِي نَجِيْحٍ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَاريةَ رَضي الله عنه قَالَ : وَعَظَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ الله عليه وسلم مَوْعِظَةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوْبُ، وَذَرِفَتْ مِنْهَا الْعُيُوْنُ، فَقُلْنَا : يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ، فَأَوْصِنَا، قَالَ : أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفاً كًثِيْراً. فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

[رَوَاه داود والترمذي وقال : حديث حسن صحيح]



Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam memberikan kami nasehat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran. Maka kami berkata : Ya Rasulullah, seakan-akan ini merupakan nasehat perpisahan, maka berilah kami wasiat. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena di antara kalian yang hidup (setelah ini) akan menyaksikan banyaknya perselisihan. Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat “

(Riwayat Abu Daud dan Turmuzi, dia berkata : hasan shahih)



Pelajaran:

1. Bekas yang dalam dari nasehat Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam jiwa para shahabat. Hal tersebut merupakan tauladan bagi para da’i di jalan Allah ta’ala.
2. perintah untul patuh dan tunduk pada pemerintah selama tidak melenceng dari amar ma'ruf nahi mungkar
3. Taqwa merupakan yang paling penting untuk disampaikan seorang muslim kepada muslim lainnya, kemudian mendengar dan ta’at kepada pemerintah selama tidak terdapat didalamnya maksiat.

4. Keharusan untuk berpegang teguh terhadap sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin, karena didalamnya terdapat kemenangan dan kesuksesan, khususnya tatkala banyak terjadi perbedaan dan perpecahan.

5. Hadits ini menunjukkan tentang sunnahnya memberikan wasiat saat berpisah karena di dalamnya terdapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

6. Larangan untuk melakukan hal yang baru dalam agama (bid’ah) yang tidak memiliki landasan dalam agama serta masuk dalam bid'ah dholalah.

pahala

Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda : "Barangsiapa yang membuat contoh (menunjuki kepada, -red) yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun..." [Hadits Shahih, Riwayat Muslim]

04 Juli 2009

pendaftaran santri baru

Di beritahukan kepada kaum muslimin dan muslimat bahwa mulai bulan Juni 2009 PONDOK PESANTREN PUTRA – PUTRI MIFTAKHURROSYIDIN, Cekelan , Madureso, Temanggung membuka pendaftaran santri baru, baik santri yang menetap (tidak dengan sekolah di luar pesantren) ataupun yang sambil menempuh pendidikan diluar pesantren (Sekolah Formal) baik Tingkat Dasar, SLTP, SLTA ataupun Perguruan Tinggi.

A.SYARAT – SYARAT PENDAFTARAN
1.Calon santri datang langsung ke pesantren bersama orang tua atau wali masing - masing
2.Calon santri menyerahkan pas foto ukuran 2 x 3 dan 3 x 4 masing – masing 2 lembar, dengan ketentuan : putra berpeci hitam dan putri berjilbab.(Foto dapat menyusul)
3.Calon santri mengisi bio data yang telah disediakan beserta membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 25.000,-
4.Sanggup mentaati tata tertib / peraturan Pondok Pesantren Miftakhurrosyidin yang berlaku



B.WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN
Waktu Pendaftaran :
Pagi : Jam 08.00 – 12.00 WIB
Sore : Jam 14.00 – 16.00 WIB
Malam : Jam 19.00 – 21.00 WIB
Tempat Pendaftaran :
Sekretariat Pondok Pesantren Miftakhurrosyidin

C.VISI DAN MISI PONDOK PESANTREN MIFTAKHURROSYIDIN

Visi
:
Mewujudkan syariat islam dengan berhaluan Ahlussunnah Wal Jama’ah.
Misi
:
Membentuk pribadi insani yang bertakwa kepadaAllah SWT, berakhlakul karimah, berilmu amaliyah, beramal ilmiah dan beribadah illahiyyah.

D.KELAS DAN MASA PEMBELAJARANNYA

No
Kelas
Masa Pembelajaran
1.
2.
3.
4.
5.
Jurumiyah
Umrithi
Alfiyah Ula
Alfiyah Tsani
Aliyah ( Manba’dahum )
1 Tahun
1 Tahun
1 Tahun
1 Tahun
Min 1 Tahun

E.MATA PELAJARAN DI PESANTREN
1.Nahwu 7. Tarikh
2.Shorof 8. Hadits
3.Fiqih 9. Usul Fiqih
4.Akhlaq 10. Balaghoh
5.Tauhid 11. Tashawuf
6.Tajwid 12. Kaligrafi

F.PROGRAM EKSTRA
Tilawatil Qur’an
Pidato (Khitobah)
Rebana

G.KOMPAS JALAN
Dari Terminal Bus Baru Temanggung, ke Selatan ± 300 m.

Demikian pengumuman ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Mari kita Bersedekah

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Dalam kitab ARBAIN NAWAWI terdapat sebuah hadis yang menerangkan tentang suatau amalan yang bernilai sedekah taukah kalia apa saja ...? mari kita simak.. ( n bagi yang memiliki kitab ARBAIN NAWAWI dapat membukanya kembali )

" juga dari Abu Dzarr r.a., bahwa ada beberapa orang dari sahabat rasulullah berkata kepada Nabi SAW.; Wahai Rasulullah! orang-orang hartawan pergi dengan membawa pahala yang banyak. mereka puasa dan sholat sebagaimana kami ( akan tetapi ) mereka bersedekan dengan kelebihan hartanya." Beliau SAW bersabda : " bukankah Allah telah menjadikan bagimu untuk kamu buat sedekah ? sesungguhnya tiap-tiap bacaan takbir adalah sedekah, tiap-tiap bacaan tahmid adalah sedekah, tiap-tiap bacaan tahlil adalah sedekah, memerintah kepada kebaikan adalah sedekah, melarang perbuatan mungkar adalah sedekah dan di dalam kemaluan seseorang diantara kamu adalah sedekah." Mereka (segera) bertanya : " wahai Rasullulah ! apakah jika seseorang diantara kami melampiaskan sahwatnya akan mendapatkan pahala..?" Beliau menjawab :" Apakah kamu tahu jika meletakkan sahwatnya pada tempat yang haram, mendapat dosa..? Maka begitu pula apabila meletakkanya pada tempat yang halal, dia akan mendapat pahala." (H.R : Muslim dalam kitab ARBA'IN NAWAWI hadis ke- 25

so, kita bisa bersedekah kapanpun dan dimanapun......

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

29 Juni 2009

Wanita Berziarah Kubur, Apa Hukumnya?

Allah melaknat wanita-wanita tukang ziarah kubur. Tapi Nabi “membolehkanya” dengan beberapa syarat

Ulama sepakat bahwa ziarah kubur dianjurkan bagi laki-laki dengan adab dan tujuan sesuai dengan petunjuk Nabi s.a.w . Adapun untuk wanita sebagian ulama melarang berdasar pada hadits: ”Allah melaknat wanita-wanita tukang ziarah kubur.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Turmudzi).

Secara dangkal memang seakan-akan hadist tersebut memberikan pemahaman bahwa haram bagi wanita untuk ziarah kubur secara mutlak, karena ancamannya adalah laknat dari Allah. Namun, bila dicermati hadits itu tertuju secara khusus kepada “zawwaraat” artinya wanita tukang ziarah, terlalu sering ziarah, bukan ziarah dalam frekwensi yang sewajarnya. Hal yang bisa berakibat pada penyia-nyian kewajiban rumah tangga, bertabarruj, menangis dengan berteriak dll. Itulah yang dilarang.

Tapi ada pula penguat dari kebolehan ini adalah hadits dari Abdullah bin Abu Mulaikah bahwa suatu hari Aisyah r.a datang dari pekuburan, Abdullah berkata : ”Aku bertanya:” Wahai Ummul mukminin dari mana engkau datang?” Ia menjawab:”Dari kuburan saudaraku, Abdurrahman” Maka aku berkata:” Tidakkah Rasulullah telah melarang ziarah kubur ?” Ia menjawab:”Ya, dulu beliau melarang, kemudian beliau memerintahkannya.” (HR. Hakim dan Baihaqi).

Bahkan Aisyah sendiri juga bertanya kepada Rasulullah tentang apa yang harus ia ucapkan ketika ziarah kubur, Rasulullah mengatakan: ”Ucapkankanlah, semoga keselamatan selalu terlimpah kepada penduduk alam ini dari kaum mukminin dan Muslimin. Semoga Allah mencurahkan rahmatnya kepada orang yang terdahulu diantara kita dan yang akhir. Dan kami insya allah akan mengikuti kalian.”
Begitu pula hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, di mana Rasulullah melihat wanita di kuburan menangisi anak kecilnya yang meninggal, beliau menasehati agar bertaqwa dan bersabar, tanpa mengingkari keberadaannya. Semua itu merupakan bukti bahwa ziarah kubur tidak diperbolehkan secara khusus unutk laki-laki tapi juga wanita.
Selebihnya perintah Nabi untuk ziarah itu berlaku umum untuk laki-laki dan wanita sebagaimana ketika beliau melarang. Nabi bersabda: ”Dahulu aku melarang kalian untuk berziarah kubur, maka berziarahlah kalian (sekarang) karena sesungguhnya ziarah itu mengingatkan kalian akan hari akhirat”. (HR. Muslim, Ahmad dll) Apalagi tentunya kebutuhan akan dzikrul maut (mengingat mati) sebagai faidah dari ziarah kubur sebagaimana dijelaskan Nabi s.a.w tidaklah terbatas pada laki-laki, tetapi wanita juga sama. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Al Qurthuby. Penting sekali untuk diperhatikan untuk wanita yang berziarah kubur adalah harus tetap mentaati adab islami sebagai wanita Muslimah, dalam berpakaian dan berinteraksi dengan yang lain, serta menjauhi sikap-sikap yang dilarang syariat misalnya menangis berteriak-teriak, berkata-kata yang berindikasi menolak ketentuan Allah dsb. Juga ziarah itu tidak berakibat kepada penyia-nyiaan hak orang lain terutama keluarga yang menjadi kewajibannya.

ANJING-ANJING NERAKA

Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :
1.·Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin.
2.·Bacalah Al-Qur'an
3.·tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain.
4.·Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain.
5.·Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka.
6.·Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat.
7.·Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik.
8.·Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain.
9.·Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain.
10.Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu.
Nescaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain."
Sabda Rasulullah S.A.W., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya."
Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?"
Sabda Rasulullah S.A.W., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T."

Capung: Mesin Terbang Super Canggih

Capung: Mesin Terbang Super Canggih

Harun yahya


Manusia telah mencoba berbagai macam cara untuk dapat terbang. Sejak pesawat terbang pertama dibuat kira-kira seratus tahun yang lalu, ribuan model pesawat udara yang berbeda telah dirancang. Ilmuwan yang tak terhitung jumlahnya telah mencoba membuat mesin terbang yang lebih baik sampai akhirnya mereka mampu membuat mesin terbang terkini dengan disainnya yang mengagumkan.

Lebih Hebat dari Helikopter


Terbang adalah keahlian yang hebat, tapi kegunaannya tergantung pada sejauh mana ia dapat dikendalikan. Sebenarnya, untuk dapat melayang pada posisi tetap di udara atau mendarat di tempat yang diinginkan adalah sama pentingnya dengan kemampuan terbang itu sendiri. Untuk itulah, manusia merancang pesawat terbang dengan kemampuan manuver yang tinggi, yaitu helikopter. Helikopter mampu melayang di udara pada posisi tetap dan lepas landas secara tegak lurus. Karena keuntungan militer inilah, berbagai negara telah menyediakan dana dalam jumlah tak terbatas untuk pengembangan helikopter. Akan tetapi, penelitian terkini telah menemukan fakta yang sangat mencengangkan. Teknologi penerbangan helikopter modern ternyata sangat tertinggal jauh dibanding dengan seekor makhluk mungil yang mampu terbang. Makhluk ini adalah capung.


Sistem penerbangan capung adalah sebuah keajaiban disain dengan teknologi terbang yang mengalahkan semua mesin buatan manusia. Dengan alasan inilah, disain model terakhir helikopter Sikorsky yang terkenal di dunia, dibuat menggunakan disain capung sebagai model. Dalam proyek ini, perusahaan IBM membantu mendisain Sikorsky dengan memuat gambar-gambar capung dalam komputer khusus. Setelah itu, dengan mengambil contoh capung, ribuan ilustrasi dibuat dalam komputer. Kemudian, dengan mencontoh teknologi terbang capung, dibuatlah model helikopter Sikorsky.

Singkatnya, tubuh seekor serangga kecil memiliki disain lebih unggul dari rancangan manusia. Teknologi penerbangan capung dan disain sayapnya mengemukakan suatu fakta bahwa makhluk kecil ini memperlihatkan kepada kita disain menakjubkan pada ciptaan Allah. Capung memiliki dua pasang sayap yang ditempatkan secara diagonal pada tubuhnya, ini memungkinkannya melakukan manuver sangat cepat. Capung dapat mencapai kecepatan lima puluh kilometer per jam dalam waktu sangat singkat, hal yang sungguh luar biasa bagi seekor serangga. Seorang atlit olimpiade dalam perlombaan lari seratus meter, hanya mampu berlari tiga puluh sembilan kilometer per jam.


Giroskop Alami pada Capung

Ada satu persyaratan lagi bagi penerbangan yang baik. Penerbangan sangatlah berbahaya jika tidak didukung oleh sistem penglihatan yang baik. Untuk itulah, pesawat terbang dan helicopter modern memiliki sistem visual canggih. Capung juga memiliki sistem visual teramat canggih: ia memiliki mata mikro berjumlah keseluruhan tiga puluh ribu buah, dan setiap mata mengarah ke titik yang berbeda. Semua informasi dari mata-mata mikro ini diteruskan ke otak capung, yang kemudian mengolahnya seperti komputer. Dengan sistem ini, capung memiliki kemampuan melihat yang luar biasa.

Kemampuan manuver capung lebih unggul dari yang dimiliki helikopter. Misalnya, dengan satu manuver cepat di menit terakhir, capung berhasil menyelamatkan diri dari truk yang datang dari arah berlawanan.

Bahkan capung mampu meloloskan diri dari dua bahaya, yakni ketika ia harus menghindar dari menabrak kaca depan mobil yang sedang melaju ke arahnya dan harus lolos dari burung yang memburunya. Ia berhasil menyelamatkan diri dengan satu manuver cerdas.

Satu permasalahan yang dihadapi pilot, yang seringkali harus melakukan manuver, adalah bahwa setelah suatu manuver, pilot mengalami kesulitan dalam menentukan posisi pesawat relatif terhadap permukaan bumi. Jika pilot kebingungan menentukan posisi bagian atas dan bawah pesawat setelah melakukan manuver, maka pesawat ini dapat mengalami kecelakaan. Para teknisi telah mengembangkan suatu alat untuk mengatasi hal ini, yakni giroskop. Alat ini menunjukan pilot pada garis horisontal yang menandakan posisi horison. Pilot membandingkan garis horisontal ini dengan horison sesungguhnya, dan dengan demikian ia dapat menentukan posisi pesawat dengan cepat. Selama jutaan tahun, capung telah memakai perlengkapan yang mirip dengan yang dikembangkan oleh para teknisi ini. Di depan mata capung terdapat garis horisontal maya pada posisi tetap. Tak menjadi masalah, pada sudut berapa pun ia terbang, ia selalu memposisikan kepalanya sejajar dengan garis horisontal ini.

Ketika posisi tubuh capung berubah selama penerbangan, rambut-rambut di antara badan dan kepalanya menjadi terangsang. Sel-sel saraf pada akar rambut ini mengirimkan informasi ke otot-otot terbang capung tentang posisinya di udara. Hal ini memungkinkan otot-otot tersebut secara otomatis mengatur jumlah dan kecepatan gerak sayap. Dengan demikian, dalam manuver paling sulit sekalipun, capung tidak pernah kehilangan arah atau kendali. Sistem ini sungguh merupakan suatu keajaiban teknik.

Disini, manusia yang berakal akan berpikir. Capung sendiri tidak mengetahui akan sistem luar biasa yang ia miliki. Lalu, siapakah yang meletakan pada tubuh serangga ini sistem penerbangan yang sedemikian kompleks, yang bahkan para insinyur ahli telah menggunakannya sebagai model? Siapakah yang melengkapi serangga ini dengan sayap sempurna, motor yang menggerakkan sayap dan sistem penglihatan yang prima? Siapakah Pencipta disain yang luar biasa ini?

Capung: Diciptakan Sudah Sempurna dan Lengkap


Teori evolusi Darwin, yang mencoba menjelaskan kehidupan dengan peristiwa kebetulan, tak mampu berbicara ketika dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan ini. Mustahil bahwa sistem dalam tubuh capung dapat terbentuk melalui evolusi, yakni pembentukan tahap demi tahap secara kebetulan. Hal ini dikarenakan bahwa agar suatu makhluk hidup dapat hidup, semua sistem ini harus ada pada saat yang bersamaan dan telah lengkap. Capung paling pertama di dunia juga pasti muncul dengan mekanisme yang sama mengagumkannya dengan yang dimiliki capung zaman sekarang. Hal ini telah dibuktikan oleh catatan fosil tentang sejarah alam. Catatan fosil menunjukan bahwa capung-capung muncul di bumi pada saat bersamaan secara serentak. Fosil capung tertua yang diketahui ini berusia tiga ratus dua puluh juta tahun. Pada lapisan-lapisan fosil periode lebih awal, tidak dijumpai sesuatu pun yang menyerupai seekor capung. Tambahan lagi, sejak pertama kali capung muncul, catatan fosil menunjukan bahwa ia tidak mengalami evolusi.

Fosil capung tertua benar-benar sama dengan capung-capung yang hidup sekarang. Antara fosil berusia seratus empat puluh juta tahun dengan capung masa kini di sebelahnya tidak ada perbedaan sama sekali. Kenyataan ini sekali lagi membuktikan kekeliruan teori evolusi sekaligus menunjukan dengan sebenarnya bagaimana capung dan semua makhluk hidup di dunia ini muncul menjadi ada. Adalah Allah, Tuhan seluruh alam, yang menciptakan semua makhluk hidup, dan masing-masing dari mereka adalah bukti keberadaan-Nya. Di samping Allah, tak ada kekuatan lain yang mampu menciptakan seekor lalat sekali pun. Fakta ini dinyatakan oleh Allah dalam Alquran:

"Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu.
Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah" (QS. Al-Hajj, 22: 73)

Blog Archive